Kunjungan Kasih Simeon-Hana Pasca-Banjir Maret 2025

8 Maret 2025
  • Bagikan ke:
Kunjungan Kasih Simeon-Hana Pasca-Banjir Maret 2025

Kunjungan ke rumah Ibu Rosdinar yang terdampak banjir.

Pada hari Selasa, 4 Maret 2025, wilayah Jabodetabek dilanda banjir setelah semalaman sebelumnya diguyur hujan lebat disertai angin dan petir. Karena curah hujan yang tinggi akibatnya air meluap sampai di pemukiman penduduk.

Debit air yang melebihi kapasitas menyebabkan beberapa tanggul sungai yang dilewati jebol, menambah parahnya kondisi banjir di wilayah-wilayah yang rendah. Air menerjang jalan-jalan raya utama maupun di jalan- jalan pemukiman, bahkan banyak rumah penduduk yang terendam air banjir bercampur lumpur dan sampah.

Banjir menyebabkan berbagai masalah bagi masyarakat yang terdampak. Masalah air bersih, logistik/makanan, barang-barang/perabotan yang terendam, gatal-gatal kulit, terendamnya teras, rumah yang kotor bau, dsb.

Ketika banjir telah surut tidak serta merta masalah yang muncul langsung terselesaikan. Masih ada imbasannya. Masyarakat yang rumahnya kebanjiran harus segera membersihkannya dari lumpur atau pun sampah yang ikut mampir. Harus mencuci dan menjemur perabotan agar kembali kering dan tidak bau.

Mengunjungi Ibu Yetta jg terdampak banjir shg harus mengungsi kerumah putrinya PAKAI_2

Kunjungan ke Ibu Yetta (ke-3 dari kiri).

Banjir yang terjadi pada hari Selasa tersebut dialami juga oleh sebagian warga Simeon-Hana Santa Bernadet Paroki Pinang. Ada yang airnya masuk ke rumah cukup dalam, ada yang semata kaki, ada yang sepaha, dll. Sesedikit apa pun namanya air banjir yang masuk ke rumah pasti berdampak pada kebersihan, kenyamanan, dan keamanan rumah.

Melihat situasi banjir yang menimpa sebagian warga Simeon-Hana Sanberna, pengurus dan warga yang tidak terkena banjir tidak tinggal diam. Dengan berbagai cara masing-masing memberi dukungan doa, support, simpati maupun kunjungan kasih perhatian yang diharapkan bisa memberi penghiburan tersendiri bagi yang terkena banjir. Bukan harta benda yang bisa kami berikan, kami hanya membawa hati, rasa empati dan mau peduli meski belum bisa menjangkau secara menyeluruh.

Pasca banjir, pada hari Kamis, 6 Maret 2025, sebagian pengurus melakukan kunjungan kasih kepada warga Simeon-Hana yang terdampak banjir. Mewakili pengurus lain dan atas nama anggota warga SH Sanberna ada 7 orang yang dari pagi jam 10.00 sampai  sore meluncur ke 5 warga yang sangat terdampak dengan naik mobil Bu Meytha.

Pengurus yang berkunjung: 1. Bu Theo: Ketua; 2. Bu Meytha (Bendahara 1) ; 3. Bu Catur  (Sekretaris 1); 4. Bu Ayu (Sie Sosial); 5. Bu Siti (Sie Humas); 6.Bu Ais (Sie Usaha); 7. Bu Uniek (Sie Kesehatan).

Sedangkan yang bisa kami kunjungi hanya 5 warga:

1. Bu Rosdinar: Rumah di CI 2 Lingkungan Theresia

2. Bu Titin: Rumah Duren Villa Lingkungan Isidorus

3. Bu Okti: Rumah Puri Kartika (tidak bertemu karena rumah kosong)

4. Bu Yetta: Rumah Purikartika

5. Bu Dede: Rumah Villa Japos N2 no 18 Lingkungan Yohanes

Mengunjungi Ibu Dede yg terkena dampak banjir PAKAI_3

Kunjungan ke rumah Ibu Dede (paling kanan baris ke-2).

Dari ke-5 warga SH yang kami kunjungi secara umum ceritanya sama, yaitu rumah kemasukan air, harus menyelamatkan barang-barang, penyediaan air bersih, masalah makan, bahkan ada yang harus mengungsi ke rumah anaknya yang lebih aman dengan melintasi banjir di jalan-jalan yang harus dilalui. Pasca-banjir harus membersihkan rumah, menurunkan barang-barang, kelelahan. Semoga tak akan lagi banjir ke depannya.

Rumah Ibu Rosdinar cukup parah karena airnya masuk setinggi paha dan merusak perabot rumah, sehingga untuk istirahat harus naik ke lantai atas meski tidak bisa tidur karena banyak nyamuk. Tidak bisa apa-apa kecuali menunggu air surut.

Sementara itu Ibu Yetta harus mengungsi ke rumah putrinya karena rumahnya terdampak banjir. Untuk Bu Dede, Puji Tuhan, masih bisa tinggal di rumahnya sendiri.

Di antara 5 anggota SH yang dikunjungi ada 1 anggota, Ibu Titin, yang sangat memprihatinkan sekaligus juga memunculkan rasa salut bagi keluarga ini. Bukan karena parahnya banjir yang melanda rumahnya tetapi lebih karena bagaimana keluarga ini, suami-istri (ayah dan Ibu) menerima dengan ikhlas, membesarkan serta merawat putri semata wayangnya yang kondisi tubuh dari bayi hingga usia 30 tahun sekarang mengalami kelumpuhan/ kelainan fisik. Dengan penuh kasih dan percaya pada penyelenggaraan Tuha suami-istri ini mendampingi, melayani segala kebutuhan si putri. Semoga Tuhan selalu memberkati memberi kekuatan iman, jiwa raga bagi keluarga ini.

 

Mengunjungi Ibu Titin yg terdampak banjir yg putri satu2nya 30 th usianya mengalami disabilitas 2 yang ini_1

Ibu Titin (bersama suami) merawat putri tunggalnya.

Demikian cerita singkat kunjungan kasih Simeon-Hana pasca-banjir yang menimpa sebagian warga SH yang bisa dilakukan. Semoga tidak akan ada banjir lagi. Mohon maaf mungkin yang kami lakukan belum menjangkau kepada semua anggota yang terdampak banjir karena keterbatasan info yang kami terima serta keterbatasan waktu maupun tenaga kami. Semoga apa yang kami lakukan berkenan di hadirat Tuhan dan bagi sesama. Tak ada gading yang tak retak, demikian juga kami jauh dari sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah penyelenggara kehidupan alam semesta.

Foto-foto lain klik di link inihttps://drive.google.com/drive/folders/1oJPnqvAO3Y9fyuO_UixMmtdHRAwnx4lw?usp=drive_link


Komunitas Simeon-Hana Sanberna, Beata Catur W (penulis)/ Foto-foto: Simeon-Hana

Tags
banjir

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna