GMU 3 menyambangi Wilayah Petrus, Antonius, dan Theresia.
“Di dunia medsos sekarang ini, banyak ujaran kebencian yang diarahkan kepada kita sebagai umat Katolik. Karena anak muda sekarang banyak bersentuhan dengan hal itu, Romo mengajak agar tidak terpancing, tidak ikut-ikutan menjawab dengan menuliskan komentar negatif yang dapat memancing suasana keributan. KAJ sangat peduli terhadap hal ini, jadi kita juga harus terus waspada dan mengawasi anak-anak kita.”
Itulah jawaban Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, saat menjawab sebuah pertanyaan, dengan menjelaskan peran Gereja dalam mendidik dan mengawasi anak-anak muda sebagai generasi masa depan Gereja di dalam dunia yang makin terbuka, makin cepat, dan makin high-tech ini. Pertanyaan tersebut mencuat dalam acara Gembala Menyapa Umat 3 (GMU3) yang mengunjungi tiga wilayah: Petrus, Antonius, dan Theresia, Minggu (9/5).

Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, menjawab pertanyaan.
Acara GMU3 ini dikawal oleh Pak Sukindro (DPH, Korbid Peribadatan) sebagai moderator, dengan presentasi yang dibawakan oleh Ibu Ayu Shinta (Sekretaris 1 DPH). Seperti biasa pertemuan ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas MS-Teams.
Doa pembukaan dibawakan Pak Supriyadi, Korwil Petrus. GMU3 berlangsung hangat dan meriah, karena beberapa umat senior antusias ikut serta berdialog bersama para gembala. Pertanyaan-pertanyaan soal pengkinian data BIDUK, penerimaan sakramental, dan semangat melayani dibahas tuntas.

Pak PD Subagya (kanan) dari Wilayah Antonius.
Khusus soal BIDUK, umat diharapkan dapat menghubungi kaling masing-masing agar dapat menambahkan data-data baru yang diminta oleh KAJ, di antaranya data penerimaan sakramen inisiasi, alamat sesuai KTP, data profesi, dan data penerimaan vaksin covid-19.
“Hal ini sangat penting dilakukan karena sedang dilakukan persiapan untuk pengadaan misa lansia dan misa usia 10-17 tahun yang sudah menerima komuni pertama. Kalau tidak ada datanya di BIDUK, maka tidak bisa mendaftar untuk misa offline di BELARASA,” papar Bu Ayu Shinta yang juga Ketua Tim Admin BELARASA Paroki Ciledug.

Sejumlah warga senior ikut aktif berdialog.
Pastor Matius Pawai, CICM, dalam motivasi penutupnya mengemukakan pentingnya cinta kasih dalam hidup menggereja. “Deus Caritas Est, Allah adalah kasih, maka Allah ingin bersahabat dengan siapa saja. Maka pesannya adalah kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi diri sendiri.
Terkait dengan itu, dikatakan, pertemuan ini adalah pertemuan kasih yang harus disikapi dengan kasih pula. “Jika ada perbedaan atau ketidakcukupan dalam pelayanan kasih kami bertiga sebagai gembala umat Ciledug, maka maafkan kami karena belum maksimal dalam melayani umat, kata Pastor Matius.

Pastor Matius Pawai, CICM: Allah adalah kasih.
“Tetapi,” lanjut Pastor Rekan Paroki Ciledug itu, “umat juga harus menjaga persaudaraan dengan kasih di tengah kehidupan menggereja, agar semua ungkapan kasih tersebuh dapat menjadi sebuah semangat yang satu untuk bersama-sama mendukung kemajuan Gereja dan paroki.”
Korwil Theresia, Pak Marten Bajo Demu, saat diminta untuk memberikan masukan soal acara mengemukakan bahwa acara semacam ini sangat baik, berguna, dan efektif bagi umat.
”Apalagi jika bisa diadakan rutin dan mengunjungi per wilayah. Informasi dapat disampaikan secara langsung dan personal. Hanya karena ada beberapa umat kami yang kesulitan dengan teknologi, maka kita berkumpul di satu rumah untuk mengikuti acara ini, tetap dengan protokol kesehatan. Ke depan, semoga kita semua semakin dikuatkan dalam iman dan harapan serta kasih agar dapat lebih melayani dan memajukan paroki, amin,” jelas pak Marten.

Korwil Petrus, Pak Supriyadi (baris ke-3, kolom 2)
Acara ditutup dengan doa penutup oleh Korwil Antonius, Pak Sarwono. Sebelum ditutup dibagikan paket hadiah dan vitamin larut air dari para donatur hadiah untuk umat yang mengikuti bersama keluarga dan sudah aktif bertanya. Hadiah-hadiah ini dapat diambil ke sekretariat paroki pada setiap hari kerja.

Salah satu penerima hadiah, Pak Broto dan istri (Wil Petrus).

Aktif bertanya mendapat hadiah.

Hadiah vitamin. Terima kasih para donatur.
Minggu depan, para gembala akan kembali bergerak mengunjungi umat dengan bertamu ke wilayah Ignatius Loyola, Maria Goretti, dan Elisabeth. Bagi umat yang mungkin mempunyai kesulitan untuk mengikuti acara secara mandiri, disarankan untuk menghubungi pengurus lingkungan/wilayahnya agar acara ini dapat menjangkau seluruh umat dengan lancar dan sukses. Semakin mengasihi, semakin terlibat dan semakin menjadi berkat.
Teks: tots/ Foto-foto: Screenshot