GMU 4: Wilayah Ign Loyola, Elisabeth, dan Maria Goretti. Kreativitas Konten Kuncinya!

19 Mei 2021
  • Bagikan ke:
GMU 4: Wilayah Ign Loyola, Elisabeth, dan Maria Goretti. Kreativitas Konten Kuncinya!

GMU 4 menyapa wilayah Loyola, Elisabeth, dan Maria Goretti.

“Sebuah kegiatan yang sangat layak untuk dilanjutkan dan dijadikan agenda rutin untuk berdialog bersama dengan umat, sekaligus sebagai kegiatan yang mengedepankan sentuhan sosial dan personal. Kami berterima kasih atas upaya yang dilakukan paroki dengan acara ini,” ungkap pak Pandu, korwil Elisabeth, yang didapuk untuk memberikan opini dan masukkan di akhir acara Gembala Menyapa Umat 4 (GMU 4), yang menyapa umat di wilayah Ign Loyola, Elisabeth, dan Maria Goretti, Minggu (16/5).

Pandu--

Pak Pandu, korwil Elisabeth.

Agenda acara yang sudah disusun selama dua jam seakan kurang dikarenakan antusiasme umat menyampaikan pertanyaan, usulan, saran, maupun pernyataan. Semua pertanyaan umat telah dijawab oleh Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, dan Pastor Matius, CICM, dengan lengkap, jelas dan runut. Diakon Steve, CICM juga ikut menjawab pertanyaan. Semua usulan dan masukan dari umat juga ditampung dan dicatat agar dapat dilakukan tindak lanjut seperlunya.

wati1--

Menerima hadiah karena partisipasi aktifnya dalam GMU.

Wajib pengkinian data BIDUK

Acara GMU 4 kali ini dimoderatori oleh Pak Kristianto Widiwardono, Korbid BP3 DPH Paroki Ciledug dengan presenter materi oleh Bu Lutfina Andreasari selaku Sekretaris 3 DPH Paroki Ciledug. Ditekankan di dalam acara ini bahwa pengkinian data umat di BIDUK menjadi hal yang wajib dilakukan oleh para kaling, sebagai perangkat karya yang paling bertanggung jawab pada kelengkapan data umatnya, terutama data-data mengenai penerimaan sakramen komuni pertama dan vaksinasi Covid-19. Diharapkan agar umat dapat melengkapi datanya sehubungan dengan persiapan pengadaan misa offline bagi remaja dan lansia.

foto3--_1

Pak Kristanto Widiwardono, moderator GMU 4.

Pada GMU 4 kali ini terasa ada sedikit perbedaan yang tampak pada layar para peserta karena banyak umat yang mengikuti secara beramai-ramai dengan anggota keluarganya, minimal bersama dengan istri/suaminya. Dengan menggunakan fasilitas MS Teams, total akun yang mengikuti acara sebanyak 57 akun, diperkirakan jumlah orang yang ikut mencapai 75 orang.

foto1--

Mengikuti GMU bisa dengan cara senyaman mungkin.

Salah satu pertanyaan dilontarkan pak Haryanto dari wilayah Ign Loyola mengenai bagaimana caranya agar umat tergerak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan online yang diadakan oleh pengurus lingkungan. Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh Korbid Pewartaan 2, pak Totot Herwinoto. “Umat sekarang ini mempunyai banyak alternatif pilihan acara dari berbagai sumber. Bahkan misa online saja umat bisa memilih mau ikut ke paroki mana dan jam berapa. Lalu, apa alasan yang membuat umat harus ikut dalam cara yang diselenggarakan lingkungan? Kreativitas kontenlah kuncinya! Buat yang menarik perhatian. Serahkan pada anak muda, OMK, minta mereka mengkonsep acara, kita tinggal endorse dengan peralatan, fasilitas, dan semangat. Sekarang ini memang eranya anak muda berbuat bagi gereja, kita dukung mereka,” demikian jelas pak Totot.

foto8--

Pak Haryanto dari Wilayah Loyola mengajukan pertanyaan.

Sampai penyelenggaraan keempat, pertanyaan menyoal pelayanan sakramental yang diselenggarakan, kehidupan sehari-hari para gembala, dan progres perizinan pembangunan gedung gereja adalah tiga poin favorit dari umat.

foto4--ivan eli2--

Pak Ivan Gunawan, peserta dari Wilayah Elisabeth.

“Ya, soal sakramental, semua bisa menghubungi sekretariat paroki setiap hari kerja. Soal baptisan bayi, sebentar lagi akan kita mulai dengan protokol kesehatan yang ketat. Komper sudah mulai berjalan. Perkawinan juga dilakukan secara terbatas. Hanya krisma yang masih menunggu keputusan dari KAJ,” papar Pastor Matius, CICM.

wati2--

Hadiah berupa vitamin yang bermanfaat untuk kesehatan.

“Untuk pemberkatan rumah, silakan langsung mendaftar ke sekretariat untuk penjadwalan. Tentunya jangan lalu undang satu kampung untuk hadir, tetapi kita batasi hanya keluarga yang punya rumah berikut kaling saja agar aman dan nyaman,” tambahnya.

foto7--

Fransiskus Pratomo (Pak Tommy), Korwil Ign Loyola.

Pastor Lamma: bangun kebersamaan

Pastor Lamm pada saat sesi inspirasi mengajak umat untuk selalu berpikir positif, mempersatukan semua pihak, dan tidak merasa benar sendiri. “Jika kita hanya mementingkan benar salah, lalu apalagi mulai merasa benar sendiri, mending kalau memang benar, tapi ini merasa benar. Tentu hal itu dapat membuat perpecahan dan ketidakharmonisan di kalangan umat. Maka romo mengajak umat untuk terus-menerus melakukan kebaikan, melakukan upaya-upaya yang membangun kebersamaan di kalangan umat. Semakin kita mengasihi, maka kita akan semakin melibatkan diri, pada akhirnya akan semakin menjadi berkat bagi sesama,” demikian kata Pastor Lamma.

foto5--_1

Pesan Pastor Lamma: berpikir positif, bangun kebersamaan.

Diakon Steve Ramli, CICM pada saat ditanya mengenai bagaimana perasaannya bertugas di paroki Ciledug, mengatakan, ”Saya amat bangga bisa berada dan berinteraksi bersama umat di Ciledug, bersama dua pastor senior yang saya kagumi. Banyak contoh-contoh baik yang menginspirasi saya dalam melayani. Semoga saya selalu bisa merasakan kebahagiaan seperti ini nanti di mana pun saya ditugaskan setelah saya ditahbiskan menjadi pastor. Terima kasih atas dukungan umat selama ini.”

foto6--_1

Diakon Steve Ramli: amat bangga bisa bersama umat Ciledug.

GMU yang rencananya dilakukan sebanyak tujuh kali ini pada minggu depan akan menyapa umat di wilayah Albertus, Sesilia, dan Yoseph. Bagi umat di ketiga wilayah tersebut, mohon mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan, boleh tanya apa saja. Gembala Paroki Ciledug siap menjawabnya dengan senang hati. Jangan lupa, ada give away-nya, lho!

Teks: tots/ Foto-foto Screenshot: Pristy.

Tags
GMU

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna