Tidak banyak yang tahu latar belakang Boni Hargens. Ia acap kali hanya diketahui sebagai pengamat politik profesional dari Universitas Indonesia. Padahal Boni Hargens sempat bergabung di Kongregasi Imam CICM (Congregatio Immaculati Cordis Mariae) dan pernah duduk dibangku filsafat STF Driyarkara Jakarta.
Ia bekerja sebagai dosen Ilmu Politik di Universitas Indonesia. Dan pada bulan Januari 2016, ia dilantik menjadi anggota Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. Ia diminta oleh Presiden untuk mendampingi Kantor Berita Antara menjadi semakin professional sebagai pusat informasi Pemerintah.
Sempat ditemui dalam kesehariannya di KB Antara, Jakarta Pusat, nampak Boni Hargens merupakan sosok pemuda yang penuh idealisme akan perbaikan baik pada Bangsa Indonesia maupun pada Gereja.
Keyakinan iman dan kecintaan pada Tanah Air Indonesia pulalah yang membuatnya berani memperjuangkan NKRI, Pancasila, UUD45 dan Bhineka Tunggal Ika melalui jalur Politik. Ia berani mengkritik siapa saja yang mengancam ke-4 Pilar Negara Indonesia. Dan tidak segan mendukung terang-terangan siapa saja yang ia anggap benar terkait hal tersebut.
Terakhir yang lagi viral adalah dukungannya terhadap politisi Partai Nasdem Viktor Laiskodat yang dipolisikan karena ucapannya bahwa beberapa partai politik oposisi pemerintah mendukung sikap Intoleran, Radikalisme dan Ideologi Khilafah
Menurut Boni sebagaimana dikutip dari Tempo.Co, NKRI saat ini benar-benar sedang diguncang ideologi radikal yang tanpa disadari sudah merasuki ke aspek-aspek kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Gerakan itu, menurut dia, sudah sedemikian masif untuk mengubah dasar Negara, Pancasila dengan ideologi lain yang tidak menghargai keberagaman. “Kalau ada yang marah, tentu mereka bagian dari fakta itu. Jadi, saya mau katakan bahwa Pak Viktor tidak salah dan harusnya didukung karena berani mengatakan kebenaran,” kata Boni Hargens dalam pesan tertulisnya, Sabtu, 5 Agustus 2017.
SUMBER: HIDUP KATOLIK