Uskup KAJ Ignatius Kardinal Suharyo memberikan sambutan.
Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Santa Bernadet 8 Agustus 2021 lalu telah menumbuhkan harapan akan kehidupan dalam keberagaman yang lebih baik di masa depan sebagaimana disampaikan sejumlah pemuka berikut ini:
Dalam sambutannya mengawali acara peletakan batu pertama, Romo Lamma Sihombing, CICM, selaku Pastor Kepala Paroki Ciledug mengucapkan terima kasih dan selamat datang atas kehadiran para tokoh masyarakat sekitar gereja. Terima kasih disampaikan juga kepada para pejabat daerah yang hadir.

Pastor Kepala Paroki Ciledug Rm Lamma Sihombing, CICM.
“Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Santa Bernadet ini sebagai wujud kerukunan antar umat beragama. Silaturahi antara masyarakat sekitar dan Gereja yang selama ini telah terbangun akan menjadi kunci kebersamaan kita sebagai anak-anak bangsa. Karena Gereja menjadi bagian dari masyarakat sekitar dan masyarakat sekitar pun juga menerima Gereja sebagai bagian dari masyarakat. Semoga ke depan kita selalu dapat bersilaturahmi dan bekerja sama,” harap Romo Lamma.
Kapolsek Pinang Iptu Tapril mengaku gembira karena hari itu ikut menyaksikan peletakan batu pertama Gereja Santa Bernadet. Sebagai sesama anak bangsa, katanya, kita diikat oleh Bhinneka Tunggal Ika yang salah satunya adalah keragaman dalam beragama.

Kapolsek Pinang Iptu Tapril.
“Maka saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya sebagai Kapolsek Pinang bersama Bapak Danramil siap mengawal kelancaran pembangunan Gereja Santa Bernadet. Maka saya berharap dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat Pinang untuk bersama sama menjaga ketertiban sehingga pembangunan gereja ini berjalan lancar,” harap Iptu Tapril.

Aparat siap mengawal kelancaran pembangunan gereja.
“Dalam suasana pandemi saat ini kita harus mengembangkan sikap optimistis bahwa pandemi ini akan kita atasi bersama dan pandemi akan segera berakhir. Seoptimistik sahabat-sahabat kita dari Gereja Santa Benadet yang telah berusaha sekian lama untuk membangun gereja dan hari ini melakukan peletakan batu pertama,” ungkap Mayor Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Didik Wahyudi Danramil 01 Tangerang.

Danramil 01 Kota Tangerang Mayor Arhanud Didik Wahyudi.
“Tahun 2009-2010 saya sudah sering ke tempat ini dan hari ini senang sekali dalam suasana kerukunan dan keakraban dapat kembali hadir di sini. Karena kerukunan umat beragama dan bahkan kerukunan antar suku dan masyarakat harus kita jaga dan itulah Indonesia. Dalam balutan Bhinneka Tunggal Ika, kita berbeda-beda tetapi tetap satu, ini yang tidak dipunyai negara lain. Maka mari kita merawat apa yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan dan para pendiri bangsa yakni kesatuan dan persatuan dalam masyarakat,” harap Mayor Didik.

Tamu undangan terbatas dengan prokes ketat.
“Bagi Ketua FKUB Kota Tangerang, ini momen istimewa dan luar biasa bahwa kita boleh menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Santa Bernadet. Ini sesuatu yang sudah lama kita idam-idamkan bersama, yakni IMB Pembangunan Gereja Santa Bernadet. Syukur kepada Tuhan Bapak Wali Kota Tangerang beberapa waktu yang lalu telah mengeluarkan IMB dan hari ini pembangunannya akan dimulai. Selamat dan sukses untuk panitia pembangunan Gereja Santa Bernadet,” ungkap Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bp Drs KH Amin Munawar, MA.

Ketua FKUB Kota Tangerang Drs KH Amin Munawar, MA.
“Maka kami dari FKUB Kota Tangerang mengajak seluruh umat beragama agar dapat menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing dengan khusuk. Dan terus menjaga kerukunan antar umat beragama, karena kerukunan umat beragama menjadi modal kerukunan nasional. Semoga kita selalu dapat bekerja sama dan bersinergi dalam berbagai kesempatan,” harapnya.

Perwakilan masyarakat setempat meletakkan batu pertama.
“IMB ini adalah rahmat yang luar biasa bagi umat Gereja Santa Bernadet,” demikian disampaikan oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo. “Maka saya mewakili Keuskupan Agung Jakarta dan seluruh umat Santa Bernadet menghaturkan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Bapak Wali Kota Tangerang bersama seluruh jajarannya. Juga kepada Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Tangerang bersama tokoh masyarakat sekitar yang turut membantu terwujudnya cita-cita umat Santa Bernadet untuk memiliki gedung gereja,” tambahnya.

Uskup memberkati material untuk peletakan batu pertama.
Bapak Uskup menjelaskan, pembangunan gereja bukanlah tujuan akhir tetapi pembangunan gereja adalah pembangunan sarana untuk pembinaan komunitas atau umat agar berjalan secara optimal.
“Ke depan pembinaan umat Keuskupan Agung Jakarta fokusnya ada dua. Yang pertama adalah cinta tanah air seperti tadi yang diungkapkan oleh Bapak Danramil (bahwa) kita mempunyai warisan luhur cinta tanah air.”
“Yang kedua adalah kepedulian. Tentang kepedulian sebagai bangsa Indonesia kita boleh berbangga, dalam sebuah penelitian internasional kerelaan berbagi bangsa kita nomor satu dari 148 negara. Maka itu yang harus kita rawat bersama-sama, sekaligus saya perkenalkan sedikit itulah yang kami bicarakan dan kotbahkan kepada umat. Semoga selesainya pembangunan Gereja Santa Bernadet ini dapat menjadi sarana pengembangan umat dalam dua hal tersebut,” harap Bapak Kardinal.

Uskup KAJ, Pastor Kepala/Rekan dan umat Paroki Ciledug.
Pada kesempatan itu, Uskup KAJ Ignatius Kardinal Suharyo juga meresmikan perubahan nama Paroki Ciledug menjadi Paroki Pinang sesuai dengan wilayah teritorial lokasi Gereja Santa Bernadet. Namun tentu saja perubahan nama ini tidak serta merta bisa diterapkan karena memerlukan langkah-langkah hukum/notariat lebih lanjut.
Teks: Bambang Gunadi, ps/ Foto-foto: Walter Arya