Pohon Natal dari rangkaian buah pinus.
“Beautiful,” komentar Pak Yulianus Sunaryo, ketika foto kreasi pohon Natal dari rangkaian buah-buah pinus yang digagas Romo Matius CICM itu diunggah di grup WA Sie Liturgi St Bernadet beberapa hari lalu.
Bagaimana ide itu muncul? Begini ceritanya. Sewaktu mendampingi Romo Steve Ramli CICM rekoleksi, yang kala itu masih Diakon, di Puncak, Romo Matius melihat banyak buah pinus yang berserakan di jalanan di seputar villa tempatnya menginap.

Pohon Natal itu kini ada di lantai 2 Pastoran Pinang.
Dengan semangatnya Romo Matius memunguti buah-buah pinus tersebut hingga terkumpul beberapa karung dan dibawa ke Pinang. Di benaknya terbersit ide, buah-buah pinus tersebut bisa dirangkai untuk membuat pohon Natal.

Lebih dari 2 meter tingginya.
Seiring berjalannya waktu, ternyata buah-buah pinus itu “dipinjam” terlebih dulu untuk membuat rangkaian lilin corona adven yang dijual dalam ragka pencarian dana pembangunan Gereja St Bernadet, hingga buah pinusnya pun habis...

Buah-buah pinus dicari lagi dari Puncak untuk pohon Natal.
Karena itu kemudian, dengan dibantu oleh beberapa ibu-ibu buah-buah pinus dicari lagi untuk dirangkai menjadi pohon Natal. Pergilah ke villa di Puncak lagi pada 29 November 2021. Kali ini bukan untuk rekoleksi tetapi untuk mengambil buah-buah pinus. Sempat diadakan misa lebih dulu di sana, sehingga menambah semangat dalam mencari buah-buah pinus.

Romo Matius yang tekun dan penuh semangat.
Buah-buah yang diambil adalah yang belum mekar, kemudian oleh Romo Matius dijemur sampai buah-buah pinus tersebut mekar. Barulah buah-buah yang sudah mekar itu satu demi satu dirangkai menjadi pohon Natal.

Mengambil buah pinus di Puncak.
Rangkaian pohon Natal dari buah-buah pinus tersebut dikerjakan oleh lima orang, yaitu Romo Matius, pak Tri, pak Didi, mbak Titik, dan bu Yuni. Mereka bersama-sama mengerjakannya selama tiga hari, Selasa-Kamis (14-16 Desember 2021). Merangkainya yang cukup lama karena perlu ketekunan dan kehati-hatian.
Dan akhirnya pohon Natal cantik dari rangkaian buah-buah pinus itu pun selesai dibuat dan sekarang diletakkan di lantai 2 Pastoran Pinang. Apapun bahan yang kita gunakan, ternyata jika dibuat dengan hati suka cita hasilnya luar biasa.
Selamat menyambut kedatangan Immanuel dengan gembira.
Teks: Khatarina Wahyuni/ Foto-foto: tim perangkai pohon Natal