Webinar: Clingy with Jesus, Tuhan Jangan Tinggalkan Aku!

13 Agustus 2022
  • Bagikan ke:
Webinar: Clingy with Jesus, Tuhan Jangan Tinggalkan Aku!

Romo Eko: Pada usia paroki ke-33 kita bisa menikmati gedung baru, sama dengan usia Yesus saat disalib. Sungguh mujizat!


Pernah merasa jadi orang yang selalu merasa serba salah, menderita, tidak diperhatikan dan tidak didengar Tuhan? Ataukah Anda adalah orang yang merasa selalu dijamah dan diberkati Tuhan dengan karunia-karunia Roh Kudus yang luar biasa indah dalam kehidupan?

romeko rolam romat (2)

Pastor Kepala Paroki Pinang Romo Lamma menyalami Romo Eko, disaksikan Romo Matius.


Kedua hal mendasar itulah yang menjadi tema utama dalam Webinar Hybrid Clingy with Jesus yang menghadirkan pembicara tunggal Romo Eko Wahyu, OSC, di GKP Santa Helena Paroki Curug, Sabtu 30 Juli lalu. Webinar hybrid ini dilaksanakan dalam rangka pengumpulan donasi dana pembangunan Gedung Gereja Santa Bernadet di Paroki Pinang.

johan wijaya (2)pakai_1

Ketua Umum Pak Johan menyampaikan tujuan acara Clingy with Jesus: penggalangan dana.


Dalam acara tersebut Pak Johan Wijaya mendapat mandat sebagai Ketua Umum, Pak Stevanus Pristy Ketua Bidang Bisnis, dan Ketua Bidang Acara Totot Herwinoto.

“Kami dari Tim Dana PPRI (Panitia Pembangungan Rumat Ibadah) melakukan banyak kegiatan untuk medukung pengumpulan dana pembangunan gereja, webinar ini salah satunya,” kata Pak Johan Ketua Tim Dana Eksternal mewakili PPRI.

meriah (2)_1

Peserta offline di GKP St Helena larut dalam sukacita meriah Clingy with Jesus.


“Ada lagi penjualan langsung bermacam benda seperti liontin Sanberna dan juga pengumpulan susu alias sumbangan sukarela dari umat yang masuk sampai ke umat di lingkungan-lingkungan. Kami mohon pertisipasi umat di seluruh KAJ agar proses pembangunan gedung gereja kami yang telah 32 tahun dinanti ini lekas selesai dan dapat dinikmati semua umat,” ajak pak Johan.

love (2)_1

Menunjukkan cinta untuk Gereja Bernadet. Kata orang Korea, saranghaeyo... luv...luv...luv...  


Romo Lammarudut Sihombing, CICM, pada sambutannya mengundang semua umat yang hadir untuk ikut bersyukur dan hadir pada saat peresmian gereja nanti. “Ini gereja kita semua, mari hadir bersyukur,” ajaknya.

Hari Sabtu itu, semua yang hadir di lokasi acara maupun yang mengikuti lewat zoom, termasuk para panitia, terlihat sangat bahagia dengan materi yang dibawakan secara kocak tapi tajam menyentuh oleh Romo Eko dengan gaya khasnya. Tidak henti-hentinya pastor yang satu ini membuat tawa membahana, bahkan saat itu Romo Matius Pawai, CICM, yang ikut hadir di situ sampai memerah wajahnya karena menjadi bahan ledekan pembicara.

umatnya (2)

Sekitar 500 orang dari berbagai paroki KAJ ikut secara offline, dan 400 akun lain online.


“Kita harus keluar dari kehidupan kita di bukit tengkorak yang penuh dengan kekhawatiran dan ketakutan. Apa-apa dipikir negatif, overthinking, persoalan tidak selesai. Jangan jadi people of fear lagi, tapi jadilah people of faith yang selau optimis, terus begerak, positif dan bersyukur,” papar Romo Eko dengan tegas.

“Janji Yesus itu pasti dan nyata. Dia-lah jalan kebenaran dan hidup, untuk itulah melekatlah pada Yesus, cling, melekat erat, ketergantungan pada Yesus, clingy with Jesus!” tambahnya kemudian.

jejer-jejer (2)

Pak Benny Fenas (DPH), Romo Matius, Pak Edo (Koordinator Tim Penggalangan Dana), Lisa A Riyanto, dan Romo Lamma.


Pengalaman iman umat Sanberna dalam berdoa dan berharap pada Yesus menjadikan Romo Eko merasa tersentuh hatinya. “Dapat IMB saat 31 tahun, lalu setahun kemudian mulai membangun, dan pada usia paroki ke-33 tahun nanti kita bisa menikmati gedung yang baru, sama dengan usia Yesus saat disalib. Sungguh suatu mukjizat. Ini menandakan umat Sanberna sudah Clingy with Jesus!” paparnya.

Ajakan Lisa A Riyanto

Dalam kesempatan itu, hadir pula Lisa A Riyanto menemani umat dengan suara merdunya membawakan beberapa lagu pujian. Lisa juga mengajak umat untuk terus bersyukur dengan ikut mendukung pembangunan Gereja Santa Bernadet. “Mari kita sama-sama bersyukur bapak ibu dan saudara sekalian. Ini gedung gereja kita, gedung gereja seluruh umat, milik kita bersama, mari kita dukung,” imbau Lisa.

bu endang (2)

Bu Endang Andre, MC senior yang penuh gaya dan daya.


Webinar hybrid ini dihadiri oleh 500 umat secara offline yang berasal dari paroki-paroki di KAJ dan 400 akun yang menikmati dari rumah lewat zoom. Acara dimeriahkan dengan persembahan tari “I Will Follow Him” oleh anak-anak BIA Sanberna dan suster-suster PIJ, lagu-lagu pujian dari Tim Pujian PDKK Sanberna, dengan MC senior Sanberna, Bu Endang Andre yang membawakannya dengan penuh gaya dan daya.

Sang Timur (2)

BIA St Bernadet dan Suster PIJ mempersembahkan tari I Will Follow Him.


Acara berjalan selama tiga jam dari pukul 09.00 hingga 12.00 dengan amat meriah sehingga semua yang hadir sama sekali tidak mengantuk dan pulang dengan rasa bahagia.

pdpkk o (2)

Persembahan lagu-lagu pujian oleh Tim PDKK St Bernadet.


“Terima kasih sudah menghadirkan pembicara Romo Eko yang sangat bermanfaat materinya sehigga kami dapat menyerap apa yang disampaikan dan merasa bahagia karena dapat turut berpartisipasi menyumbang gereja Sanberna. Semoga lekas selesai pembangunannya,” jawab seorang peserta saat ditanya pendapatnya mengenai acara ini. Beberapa pendapat senada juga disampaikan pada panitia usai acara.

Lisa A Riyanto (2)_1

Lisa A Riyanto bersama Romo Matius dan Romo Lamma menyanyikan lagu Hidup Ini Adalah Kesempatan.


Terima kasih para sponsor

Dalam acara itu, panitia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para sponsor: PT Nutra Sehat Indonesia, PT Indovickers, PT Purinusa Jayakusuma, Tri Megah Teknik, PT Indomop Multi Makmur, Bakso dan Mie Ayam Samino, Toko Baju Aomi, Apotek Whisnu, Apotek Ben Sehat, juga kepada para pengisi stand bazaar, Komunitas EcoEnzyme Sanberna dan WKRI Cabang Santa Bernadet.

tim komsos st berna (2)_1

Tim Komsos St Bernadet menyiarkan jalannya acara Clingy with Jesus dan mendokumentasikannya.


“Memang masih banyak yang harus dilakukan agar dana pembangunan gereja tercapai. Oleh karena itu dukungan dan perhatian dari seluruh umat di KAJ tetap diperlukan hingga gereja selesai dibangun dan dapat dipergunakan bersama,” harap Romo Matius Pawai, CICM, Pastor Rekan Paroki Pinang.

Maka melekatlah pada Yesus karena perjuangan kita bersama membangun gereja dapat menjadi kenyataan indah karena keterlekatan umat Sanberna pada kasih Yesus Kristus! (tots)

Persembahan BIA St Bernadet dan Suster PIJ.


Foto-foto: Carolus Wahyuntoro Aji/ Album: Jassen/ Video: Nusadia

Album foto-foto Wibinar Clingy with Jesus karya Carolus Wahyuntoro Aji, klik di sini.

Tags
PPRI

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna