Dekorasi Natal Gereja Bernadet: Kecil itu Indah

29 Desember 2022
  • Bagikan ke:
Dekorasi Natal Gereja Bernadet: Kecil itu Indah

Dekorasi Natal Altar mungil di Gereja Bernadet.  

Gereja Santa Bernadet dengan interior yang luas dan megah membuat Altar di Panti Imam terkesan mungil. Kondisi itu bagi tim dekorasi menjadi tantangan tersendiri bagaimana dalam perayaan Natal bisa menyajikan kreasi rangkaian bunga yang mewakili ungkapan rasa syukur penuh sukacita atas kedatangan Sang Penyelamat.

yesus maria dul--- (2) PAKAI

Ungkapan syukur dan sukacita dengan bunga.

Tim dekorasi harus mampu mengubah tantangan tersebut menjadi peluang untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya dengan sumber daya yang ada, baik tenaga, waktu, maupun dana, sekaligus di dua tempat misa, yaitu Pinang dan Balai Metro Permata.

kecil itu indah 3-PAKAI

Rangkaian indah tidak harus dengan bunga mahal. 

Rasa syukur pertama tentulah cukupnya tenaga yang tersedia, yaitu kolaborasi tim dekorasi paroki dengan tenaga dari Panitia Natal Tuluss22. Jika biasanya dekorasi Altar untuk misa-misa reguler di Gereja Pinang dikerjakan oleh 10-12 orang, untuk Natal tahun ini tersedia sedikitnya 17 orang, 5 di antaranya fokus ke Metro Permata.

kecil itu indah 2a (2) PAKAI

Kreasi yang didasari semangat melayani.

Memang mayoritas tenaga tersebut adalah ibu-ibu, termasuk 2 Suster, tetapi cukup menggembirakan bahwa Panitia mengirimkan juga dua pria muda bujangan dari Wilayah Petrus yang sangat membantu dengan keterlibatan mereka.

alang-alang---pakai (2)

Alang-alang panjang untuk memberi kesan meriah.

Baik di Pinang maupun Metro, tim dekorasi mulai bekerja hari Sabtu 24 Desember pagi jam 08.00 dan jam 11.00 harus sudah kelar karena gereja harus steril. Akan tetapi sejak hari Jumat tim sudah harus mulai nyicil, seperti menyiapkan bunga dan perlengkapan yang akan dipakai Sabtu. Oasis harus mulai direndam, standing dll harus disiapkan, supaya Sabtunya langsung bisa action. Dua orang ibu Jumat sudah mulai nyicil mematut-matut Balai Metro.

gladber jumat-PAKAI

Jumat malam sudah nyicil merangkai bunga untuk gua natal.

Keterbatasan dana hampir selalu menjadi tantangan yang memacu adrenalin. Tetapi untuk menghasilkan rangkaian bunga yang bagus, artinya mewakili perasaan yang ingin diungkapkan, tidak harus dengan bunga-bunga mahal. Hanya saja, kreativitas kita ditantang di situ.

yuni-titik-PAKAIi (2)

Dekorasi membutuhkan konsentrasi tinggi.

Dengan keterbatasan dana yang ada untuk dua tempat misa, tim dekorasi membeli bunga-bunga yang terjangkau—untuk tidak mengatakan murah—seperti antorium, garbera, krisan, aster, dan pikok. Dedaunannya pakis, pillow, ruskus. Dan untuk mengakali agar bisa ada kesan kelihatan meriah dibelilah daun alang-alang yang panjang. Kalau di Metro ada bunga kastuba dan bunga-bunga potong, itu kemurahan hati donatur. 

hanya ini di metro

Tim dekorasi Natal untuk Balai Metro Permata.

Di Pinang, dekorasi Natal Altar dan Panti Imam terkesan kecil di sebuah gereja yang besar dan megah, mengingatkan sebuah ungkapan, Small is Beautiful, Kecil itu Indah. Semoga karya kecil tim dekorasi ini berkenan di hadapan Sang Bayi Kecil di palungan.

di pinang (2)PAKAI

Berpose di depan hasil karya bersama.

dibantu 2 cowok gondrong (2) PAKAi

Dua pria muda yang membantu tim dekorasi.


Teks: ps, berdasarkan cerita Maria MS/ Foto-foto: Tim Dekorasi Natal

Tags
Altar
natal

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna