Sebuah peristiwa sederhana namun menjadi peristiwa luar biasa di jagat maya ketika sekitar 150 siswa/siswi & 10 guru MI Muhamadiyah kota Probolinggo datang berkunjung ke Gereja Katolik Maria Bunda Karmel Probolinggo, untuk pelajaran praktek hidup bertoleransi sejak dini. Mereka diterima dengan hangat oleh pastor paroki, Rm. Hugo Susdianto O’Carm. Di saat-saat situasi kebangsaan yang prihatin akibat adanya politik identitas (yang mengusung isu SARA) yang mengobrak-abrik sendi kerukunan umat beragama, maka peristiwa ini patut dipuji dan disebarluaskan oleh kita semua.
Anak-anak SD tersebut beserta guru-gurunya sempat melihat-lihat, masuk dan duduk di dalam Gereja. Mereka banyak bertanya terdorong oleh keingintahuan mereka. Tidak banyak anak-anak sekolah Muhammadiyah mendapat kesempatan untuk dapat berkunjung, melihat dan mengenal agama lain secara dekat khususnya, Gereja Katolik.
Kisah pertanyaan ini disebarkan oleh akun facebook Lee Naa dan langsung viral dan mendapat komentar dari Netizen.
“Semoga semakin memupuk rasa kebangsaan dalam NKRI ini”, ungkap status Lee Naa.
(Sumber: SuaraIslam.Com)