Uskup KAJ Ign. Kardinal Suharyo memberkati pintu utama.
Bukanlah perjalanan singkat umat Paroki Pinang mendambakan Gereja Santa Bernadet Paroki Pinang berdiri.
Butuh waktu 33 tahun, umat Paroki Pinang bersama para Romo Paroki Pinang berjuang yang diawali pada tahun 1990, ketika Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Mgr Leo Soekoto SJ meresmikan Paroki Ciledug sebagai Paroki ke-41 KAJ, pemekaran dari Paroki Tangerang Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda.

Ketua PPRI Ig Sahat Manalu menjelang serah terima gereja.
Kemudian dilanjut mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB), dan diwarnai dengan pertentangan berupa penolakan pembangunan hingga pintu gerbang disegel.

Kunci pintu utama dan gunting untuk menggunting pita.
Langkah perjalanan selama 33 tahun itu dapat dilalui dengan penuh doa, yang akhirnya semua itu terkabul pada Minggu, 11 Juni 2023.
Pada 11 Juni 2023, Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Ignatius Kardinal Suharyo meresmikan sekaligus melakukan pemberkatan Gereja Santa Bernadet Paroki Pinang.

Uskup menandatangani prasasti.
“Terima kasih atas keterlibatan seluruh umat Paroki Pinang dan semua saja yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam pembangunan gereja ini. Dengan ini saya akan memberkati dan meresmikan penggunaannya,” kata Uskup Ignatius Kardinal Suharyo.

Uskup Kardinal Ignatius Suharyo menggunting pita.
Sebelum misa dan masuk ke dalam Gereja Santa Bernadet, Ketua Tim PPRI Gereja Santa Bernadet Ignatius Sahat Manalu menyerahkan kunci Gereja Santa Bernadet kepada Uskup Ignatius Kardinal Suharyo.

Uskup mendupai pintu utama sebelum dibuka.
Kemudian kunci Gereja Santa Bernadet itu dari Uskup Ignatius Kardinal Suharyo diserahkan kepada Pastor Kepala Gereja Santa Bernadet Paroki Pinang, Romo Lammarudut Hot Paian Hariono Chaeli Sihombing CICM, sebagai simbol penyerahan Gereja Santa Bernadet dari Keuskupan Agung Jakarta kepada Paroki Pinang.

Romo Lamma dan Romo Matius membuka pintu utama.
Sebelum pintu Gereja Santa Bernadet dibuka, Uskup Ignatius Kardinal Suharyo menandatangi prasasti dan memberkati pintu Gereja Santa Bernadet.
“Marilah dengan rendah hati kita mohon kepada Tuhan agar semua orang yang memasuki gereja melalui pintu ini untuk mendengarkan Sabda Allah dan merayakan ibadah dengan ikhlas menurut suara Kristus,” kata Uskup usai memberkati pintu Gereja Santa Bernadet.

Sesudah pintu dibuka masuklah ke gereja baru.
Uskup mengatakan, “Pintu ini boleh menghadap Dikau melalui Yesus Kristus putraMu dan bersatu dalam Roh Kudus. Semoga yang berkumpul dalam gerejaMu ini setia dalam iman akan Yesus Kristus.”

Berkumandanglah lagu Sungguhlah Indah RumahMu Tuhan.
Sementara itu, Ketua Tim PPRI Gereja Santa Bernadet Ignatius Sahat Manalu, mengatakan, sejak berburu IMB sampai Salib terpasang di atas Altar Gereja Santa Bernadet, Salib itu menjadi penanda penting.

Ibu Rauvy memandu momen historis serah terima gereja.
Pak Sahat dalam sambutannya di dalam gereja baru mengatakan, penanda pertama adalah tanda fisik bahwa proses pembangunan gereja selesai, dan kedua adalah sesunguhnya bahwa Santa Bernadet baru mulai tahapan baru.
“Maka, SALIB kami pandang sebagai tanda, Saya Akan Loyal Ikut Bernadet dalam layanan lanjut,” kata Pak Sahat.
Peliput: Al Sunu Dirgantoro/ Foto-foto: Walter Arya/Kevin Meydio