Setelah Ngamen, Didatangi Pengamen…

30 Juni 2023
  • Bagikan ke:
Setelah Ngamen, Didatangi Pengamen…

Cantus Caelestis dan Romo Boedirahardjo di Gereja Don Bosco.

Penggalangan dana pembangunan Gereja Santa Bernadet dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya ngamen, yaitu melayani koor dalam misa di salah satu gereja.

Wilayah-wilayah yang koornya kuat diberi kepercayaan penuh untuk ngamen. Contohnya Wilayah Loyola, Yohanes, Elisabet, Paulus, Yoseph, Fabiola, Petrus, Anna, Agustinus. Pernah juga koor OMK-KKMK.

Foto bareng di gereja kristus raja (2) PAKAI

Cantus Caelestis dan Romo Matius di Gereja Kristus Raja.

Salah satu kelompok koor dengan anggota lintas wilayah yang juga dipercaya untuk ngamen adalah Cantus Caelestis (Nyanyian Surgawi) yang beranggotakan campuran pria-wanita, dan Voce Maschille, koor lintas wilayah khusus pria.

Voce Maschille lahir tahun 2019 untuk mengikuti Pesparani tahun itu. Sedang Cantus Caelestis dibentuk tahun ini semata-mata atas dasar kegemaran bernyanyi/koor para anggotanya dan selalu terbuka bagi yang berminat gabung.

usai tugas senag-senang sja (2)PAKAI

Usai tugas di Gereja Santo Don Bosco senang-senang saja.

Tidak seperti kelompok koor-koor wilayah, selama tahun ini Cantus Caelestis juga diberi kepercayaan untuk ngamen dalam misa berbahasa Inggris (English Mass).

English Mass pertama di Paroki Danau Sunter Gereja Santo Don Bosco, Minggu 28 Mei, sore hari. Pembagi amplop sumbangan Wilayah Maria. Misa dipersembahkan oleh pastor setempat Romo Y. Boedirahardjo, SDB. Hadir Pak Johan Wijaya dari bagian penggalangan dana eksternal yang menjelaskan maksud kedatangan umat Bernadet.

Pak Johan di gereja Kristus Raja (2)PAKAI

Pak Johan Wijaya di Gereja Kristus Raja Pejompongan.

Kesempatan kedua melayani English Mass di Paroki Pejompongan Gereja Kristus Raja, Minggu, 25 Juni 2023, siang hari. Pembagi amplop Wilayah FX. Misa dipersembahkan oleh Pastor Matius Pawai, CICM dan Pastor Thomas Hidya Tjaya, SJ. Dari tim dana selain Pak Johan Wijaya tampak Pak Ivan Gunawan, Pak Edo, dan yang lain.

Roma dan Dirigen Nayoko di gereja kristus raaja_1

Romo Matius dan A Nayoko (dirigen) di Gereja Pejompongan.

Kesulitan dobel

Berlatih lagu-lagu misa berbahasa Inggris kesulitannya dobel. Pertama, notasinya tidak sefamiliar notasi lagu-lagu dalam Puji Syukur. Kedua, ada masalah pengucapan (pronunciation) karena bukan bahasa ibu.

Mejeng sebelum ngamen PAKAI_1

Mejeng di taman sebelum ngamen.

Ketika latihan, kalau notasi sudah benar belum tentu pengucapannya benar. Jika fokus ke pengucapan, notasi masih bisa salah. Untuk mengatasi masalah ini, anggota yang fasih berbahasa Inggris memberi contoh membacanya agar pengucapan tidak salah. Tapi itu pun tidak selalu mudah. “Maklumlah…biasa makan singkong,” celetuk salah satu anggota koor bikin tertawa.

Tentu merasa bangga ketika selesai tugas dalam misa berbahasa Inggris, Cantus Caelestis mendapat tepuk tangan umat. Tak jelas benar, itu karena koornya bagus atau sekadar apresiasi basa-basi.

makan di taman 1 PAKAI

Makan siang di taman dekat Gereja Kristus Raja.

Obrolan yang berkembang di antara anggota Cantus Caelestis mengarah ke dua pendapat. Yang satu mengatakan, koornya memang bagus sehingga mendapat tepuk tangan.

Tapi yang lain berpendapat, English Mass yang sudah dijadwalkan rutin di suatu paroki belum tentu ada koornya karena koor berbahasa Inggris tidak mudah; begitu ada koornya terasa istimewa dan karena itu umat bertepuk tangan.

makan di pinggir jaln PAKAI_1

Makan siang nasi kotak di pinggir jalan Pejompongan.

Mana yang benar dari dua pendapat itu, wallahu a'lam. Yang jelas anggota Cantus Caelestis selalu merasa senang-senang saja usai ngamen, karena tujuannya memang bukan mencari tepuk tangan melainkan melayani.

Ketika ngamen di Paroki Pejompongan sudah selesai, anggota Cantus Caelestis makan siang nasi kotak di pinggir jalan dan di taman dekat gereja. Baru asyik-asyiknya makan, datanglah dua pengamen dengan gitar mereka. Salah satu anggota koor yang melihat nyeletuk, “Ngamen kok di depan pengamen…”

Setelah klik segi tiga, klik Youtube untuk mendapatkan gambar lebih bagus.


Teks: ps, Arum/ Foto-foto: Arum, Nayoko/ Video kompilasi digital: Maria MS

Tags
Koor
Pinang

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna