Ibadat Go-Kil Juli 2023 yang berlangsung secara virtual.
Ibadat Go-Kitab Suci Lingkungan (Go-Kil) di Paroki Pinang - Gereja St. Bernadet kembali diselenggarakan secara virtual pada Sabtu, 9 Juli 2023 pukul 19.00 – 20.30 WIB, dihadiri 45 peserta dari 12 Wilayah.

Ketua SKKS Ibu Lita Noviana.
Acara dibuka dengan kata sambutan dari Ketua SKKS, Ibu Lita Noviana dan Korwil Isidorus, Bapak Sri Maryadi. Ibadat dipimpin oleh Ibu Yeanne Passat. Lagu pembuka dan penutup serta doa umat dibawakan oleh BIA & BIR Wilayah Isidorus. Materi Go-Kil dari Komisi Kerasulan Kitab Suci KAJ. Renungan atas Injil Matius 13:1-13: “Perumpamaan Tentang Seorang Penabur” dipaparkan oleh Bapak Trisno Kambali.
Bapak Trisno mengawali renungan ini dengan pertama-tama mengajak kita mencari tahu, kita ini tanah yang seperti apa? Apakah kita si tanah yang ada di pinggir jalan; yang hanya mendengarkan firman Tuhan lalu lupa apa yang baru saja kita dengarkan? Apakah kita si tanah berbatu; yang mendengarkan firman Tuhan yang ingin merealisasikannya tapi hati kita masih saja ada rasa gengsi, kesombongan yang mendominasi atau takut dijauhi orang/teman kita? Apakah kita si tanah semak berduri; yang saat mendengarkan firman Tuhan berusaha meresapinya, tetapi karena lingkungan sekitar kita tidak mendukung sehingga tidak jadi melaksanakan firman-Nya? Atau kita si tanah yang subur; yang mendengarkan firman Tuhan, meresapinya dalam hati, melaksanakannya dalam keseharian kita dan menghasilkan buah-buah Roh?

Siapa itu si penabur? Kenapa si penabur tidak tahu kondisi tanah yang akan dia taburi benih? Si penabur adalah orang-orang yang menyebarkan firman Tuhan. Si penabur bekerja menabur benih ke segala penjuru dengan harapan semakin banyak buah yang akan tumbuh dengan subur. Dalam perjalanannya, segala halangan pasti akan ada. Demikianlah dalam kehidupan kita sehari-hari; firman Tuhan selalu kita dengar dari mana saja, tetapi tidak setiap hari kita melakukannya. Karena kadang kita menjadi si tanah yang berbatu; ego yang tinggi masih mendominasi. Atau kadang kita menjadi si tanah yang bersemak duri; takut akan sekitar kita yang tidak mendukung.
.jpg?1690262360307)
Ibu Jeanne Passat, pemimpin ibadat.
Semua itu adalah perjalanan iman; jatuh-bangun, tetapi Tuhan melihat kita berproses menjadi si tanah yang subur yang akan menghasilkan buah yang berlimpah-limpah.

Peserta dari berbagai wilayah.
Bahan Refleksi

Keterlibatan BIA dan BIR.
Tanya (T): Apakah yang dimaksud dalam Matius 13:12, “Sebab siapa saja yang mempunyai, kepadanya akan diberikan dan dia akan dibuat berkelimpahan, tetapi siapa saja yang tidak mempunyai, bahkan apa yang ia punyai, akan diambil dari padanya. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan ditambahkan, sehingga ia mempunyainya berlimpah-limpah.”
Jawab (J): Ayat 12 menerangkan mengenai karunia yang Tuhan berikan pada kita. Setiap orang diberi karunia oleh Tuhan tetapi tidak semua orang dapat menggunakan karunia itu dengan semestinya. Bagi kita yang dapat menggunakan karunia itu maka buah-buah Roh akan selalu berlimpah-limpah.

Korwil Thomas Pak Budi Mandiro dan Bu Wati.
T: Bagaimana contoh perumpamaan seorang penabur dalam kehidupan sehari-hari?
J: Seperti saat kita ke gereja setiap minggunya, apakah saat kita pulang kita masih ingat tidak dengan Injil yang tadi dibacakan Romo? Masih ingat tidak dengan khotbah Romo? Bila kita mau meresapi dan melaksanakannya, maka kita adalah si tanah subur dan karunia yang diberikan oleh Allah akan berlimpah-limpah banyaknya.

Sebagian wajah peserta Go-Kil Juli 2023.
T: Mana yang lebih baik: tidak mendengarkan tetapi berbuat baik atau mendengarkan tetapi tidak berbuat baik?
J: Bila kita mendengarkan firman Tuhan tetapi kita tidak berbuat seturut firman itu maka kita tidak akan berbuah. Kita tidak akan merasakan karunia yang berlimpah dari Tuhan. Kita seperti si tanah di pinggir jalan, tanah berbatu atau tanah bersemak duri. Tetapi bila kita berbuat baik tanpa pernah mendengarkan firman Tuhan bisa jadi perbuatan baik kita tidak tepat sasaran; tujuannya baik tapi hasilnya belum tentu menjadi buah-buah berkat bagi kita maupun orang di sekitar kita.

Lagu penutup oleh BIA dan BIR Wil. Isidorus.
Sebelum mengakhiri pertemuan ibadat, Ketua SKKS mengumumkan dua hal: 1. Petugas Go-Kil berikutnya adalah WIlayah Ignatius Loyola. 2. Bulan Kitab Suci Nasional mendatang mempunyai dua agenda utama, yaitu Festival Kitab Suci (sosialisasi pada 30 Juli 2023) serta Pertemuan Lingkungan (sosialisasi pada pertengahan Agustus 2023).
Teks: Sri Maryadi / Foto screenshot: Rafael Pramono