Ibu There, Pak Budi Isnianto, dan Pak Maryana dalam pertemuan Persink di Balai Metro.
Persink adalah kependekan dari Persaudaraan Siswa-siswi Negeri Katolik. Pada Minggu, 16 Juli 2023, di Balai Metro Permata diadakan pertemuan Seksi Katekese dan khususnya Sekolah Persink Paroki Pinang dengan para orang tua/wali murid Sekolah Persink.
Ini pertemuan penting karena berkaitan dengan terjaminnya anak-anak kita yang bersekolah di sekolah negeri dan swasta non-Katolik untuk mendapatkan pendampingan iman lewat Pelajaran Agama Katolik. Karena itu Paroki Pinang sangat berkepentingan untuk memberikan perhatian khusus.

Pak Maryana di depan para Wali Murid Sekolah Persink.
Siswa-siswi Sekolah Persink Paroki Pinang memulai tahun ajaran baru tahun 2023-2024 pada tanggal 23 Juli 2023. Jumlah anak-anak di Sekolah Persink paroki kita sebanyak 80 siswa-siswi, dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Hadir dalam acara tersebut para guru agama sekolah Persink, Bp Petrus Maryana (DPH Korbid Pewartaan 1) dan Ibu Theresia Eka Murti (Ibu There), Ketua Katekese Paroki Pinang.

Guru-guru Sekolah Persink.
Tujuan pertemuan tersebut adalah menjembatani pihak Sekolah Persink dan para orang tua murid berkaitan dengan kebutuhan peserta didik, di antaranya kebutuhan pokok seperti proses belajar-mengajar maupun kebutuhan pendukung lain demi kelancaran proses belajar-mengajar.
Ada banyak agenda bahasan, yaitu: Visi dan Misi Sekolah; Perkenalan Wali Kelas; Program Sekolah; Pemakaian Kurikulum Merdeka; Beban Belajar Peserta Didik; Penilai; Ketuntasan Belajar Peserta Didik; Syarat kenaikan kelas; dan Tata Tertib Sekolah.

Guru-guru Sekolah Persink.
Dalam penjelasannya Ibu There mengatakan bahwa pertemuan itu adalah yang pertama kali diadakan untuk memulai tahun ajaran baru 2023-2024. Tahun-tahun berikutnya pertemuan semacam itu direncanakan untuk diadakan rutin.

Bu There memperkenalkan para guru Persink.
Bu There memperkenalkan para guru/wali kelas Sekolah Persink yang mengajar Pendidikan Agama Katolik sebagai berikut:
Kepala Sekolah Persink: Bp FX Budi Prasetya
guru/wali kelas 1 Ibu Monika Sarmini
guru/wali kelas 2 Ibu Valentina Triyeti
guru/wali kelas 3 Ibu Christina Sulastri P
guru/wali kelas 4 Ibu Maria Hartinah
guru/wali kelas 5 Ibu Katarina Dwi Warniati
guru/wali kelas 6 Ibu Theresia Kuntri
guru/wali kelas 7 Ibu Angela Tantiana W
guru/wali kelas 8 Bp Albertus Meinaryo H
guru/wali kelas 9 Bp Ignatius Budi Isnianto
guru/wali kelas 10 Bp FX Budi Prasetiya
guru/wali kelas 11 Bp Salisius Sutikno,
guru/wali kelas 12 Ibu Maria Fatima
Ibu There menekankan, tugas dan tanggung jawab guru agama Katolik itu tidak mudah. Karena itu diucapkan terima kasih kepada para guru Sekolah Persink yang telah dengan setia melayani pengajaran pelajaran agama Katolik kepada siswa-siswi sekolah negeri maupun swasta non-Katolik di Paroki Pinang.
Guru agama bertugas memastikan iman siswa tetap bertumbuh meski dihimpit aneka tantangan. Keteguhan iman dapat ditimba dari pelajaran agama, juga hidup sebagai satu komunitas seiman. (HIDUPKATOLIK.com, 10/8/2014)

Para guru dan Buku Kurikulum Merdeka keluaran Komisi Kateketik KWI.
Buku pegangan yang dipakai dalam tahun ajaran baru 2023-2024 adalah Kurikulum Merdeka keluaran Komisi Kateketik KWI. Para orang tua dapat mendukung putra-putrinya dengan memiliki buku pegangan pembelajaran agama agar mereka dapat belajar dengan tekun, rajin, dan berbuah baik.
Dijelaskan juga program-program kegiatan di sekolah Persink, yaitu pertemuan orang tua murid, perayaan Natal Sekolah Persink, proses belajar-mengajar di Sekolah Amore (setiap hari Minggu), rekoleksi siswa-siswi sekolah Persink, Retret siswa-siswi, Kreasi Kurmer (projek penguatan profil pelajar Pancasila), Program Cetar atau Cerita sebentar, dll.
Bp Petrus Maryana dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah mendukung anak-anak mereka belajar agama di Sekolah Persink Paroki Pinang.
Ia menjelaskan, siswa-siswi selalu siap mengikuti penilaian formatif tanpa ada pemberitahuan dan mereka di akhir semester diberi penilaian sumatif. Ia juga menjelaskan Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi atas permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi.
.jpg?1691495687886)
Pak Petrus Maryana memberikan berbagai penjelasan.
Sementara itu Bp Budi Prasetya memberikan penjelasan tentang tata tertib sekolah Persink agar orang tua dapat menerima informasi dengan jelas.
Tata tertib yang dilaksanakan dalam Sekolah Persink adalah: Peserta didik datang ke Sekolah Amore tepat waktu dan menggunakan Nametag serta wajib melapor ke guru kelas masing-masing, wajib berpakaian sopan, mempunyai etika yang baik, estetika dan sopan santun. Mereka harus menjunjung tinggi nama baik Sekolah Persink, wajib mengerjakan dan membawa semua tugas yang ditentukan oleh guru.
Guru Sekolah Persink juga harus berada di sekolah paling lambat 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Guru yang berhalangan hadir wajib memberi tahu secara lisan maupun tertulis kepada kepala sekolah. Setiap guru wajib menjaga nama baik sekolah, baik di dalam maupun di luar lingkup sekolah.
Umat Paroki, khususnya anak-anak Paroki Pinang yang bersekolah di sekolah negeri dan swasta non-Katolik jika belum menerima Pelajaran Agama Katolik di sekolahnya, dapat segera mendaftar untuk mendapatkannya di Sekolah Persink. Tempat pendaftaran: Sekolah Amore Karang Tengah, setiap Minggu jam 09.30-10,30. Ini penting agar nilai Agama Katolik di rapor sekolah terisi.
1.Bp FX Prasetya No HP +62 895-3281-80827
2.Bp Ignatius Budi Isnanto No HP +62 878-7834-9034
Teks: Theresia EM (Ketua Sie Katekese)/ Foto-foto: Panitia