Workshop Bunga Altar Liturgia Wanita Katolik RI Santa Bernadet

3 September 2023
  • Bagikan ke:
Workshop Bunga Altar Liturgia Wanita Katolik RI Santa Bernadet

Beberapa peserta workshop dengan bunga hasil rangkaian mereka.

Bunga, sebagai dekorasi dan hiasan di altar, acapkali tidak mendapatkan banyak perhatian dari umat saat mengikuti perayaan Ekaristi di gereja. Namun, coba bayangkan jika altar tampil tanpa kehadiran bunga dan tanaman. Pastilah akan lebih sepi dan tidak semarak. Tata bunga yang baik akan menambah semarak perayaan misa, sekaligus sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam hidup masing-masing umat.

Selama ini, tidak sembarang orang bisa dan boleh menyusun bunga maupun dekorasi altar. Pengaturan menghias altar untuk gereja Santa Bernadet Pinang dilakukan oleh tim dekor dari paroki. Menyusun bunga buat altar pun membutuhkan pengetahuan, sehingga orang mampu membuat bunga altar liturgia yang mendukung suasana doa di dalam gereja.

COver--

Beberapa peserta workshop dengan karya rangkaian mereka.

Faktor itulah, salah satu pendorong Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet mengadakan workshop Bunga Altar Liturgia, pada hari Sabtu, 26 Agustus 2023 lalu di aula atas, Pinang.  “Tujuannya agar umat juga terpanggil untuk merangkai bunga altar/panti imam,” jelas Anastasia Atie, Anggota Bidang Pendidikan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang juga koordinator workshop ini.

Selain itu, workshop merangkai bunga altar liturgia ini juga dimaksudkan agar lebih banyak orang bisa mempersiapkan panti imam dengan baik, sekaligus memberi pengetahuan, wawasan, dan keterampilan anggota ranting di cakupan Wanita Katolik RI Santa Bernadet Pinang, dalam merangkai bunga. Dengan begitu, dapat menambah kepercayaan diri dalam merangkai bunga altar.

Tercatat 65 orang peserta mengikuti workshop ini dengan antusias.  Workshop diawali dengan pemaparan oleh Maria Magdalena Sriwidiastuti, Koordinator Tim Dekor dari Paroki Pinang sebagai pemberi materi dan fasilitator dalam acara tersebut.

Para pemberi materi dari tim dekorasi paroki sedang memperagakan cara merangkai daun palma==

Para pemberi materi dari tim dekorasi paroki sedang memperagakan cara merangkai daun palma.

“Luarbiasa melihat antusiasme peserta hari ini,” jelas Maria. Lebih lanjut, ia mengatakan, merangkai bunga altar tidak boleh dilakukan sembarangan. “Ada ketentuan liturginya,” sambung Maria.

Selain bunga, seringkali tim dekorasi menggunakan daun-daunan, seperti daun palma. Dalam kesempatan ini, para fasilitator juga mengajarkan kreasi dari daun. Misalnya saja, dari daun palma bisa dibentuk udang dan anyaman tikar. Kreasi tersebut langsung dipraktikkan oleh para peserta.

Sophia Cross, peserta dari ranting Petrus 4 mengatakan acara seperti ini sangat bermanfaat. Lebih lagi bagi dirinya yang memang penggemar bunga dekorasi dan bunga susun. “Saya selalu memperhatikan setiap ada rangkaian bunga,” tutur Sophia, yang menyukai gaya rangkaian ala Eropa dan kurang suka ikebana yang menurut dia, terlalu simpel.

Kesibukan para peserta workshop Merangkai Bunga Liturgia---

Kesibukan para peserta workshop Merangkai Bunga Liturgia.

Senada, Ninik Yudi, peserta dari ranting Paulus 2, tertarik ikut workshop ini karena ingin  berkontribusi merangkai bunga altar. “Selain itu, kalau misalnya di lingkungan ada yang meninggal, kan saya bisa membantu merangkai bunga,” ujarnya.

Pasalnya, menurut Ninik, ada teknik tersendiri untuk merangkai bunga. “Bergantung kebutuhannya, untuk apa,” kata dia. Terutama bunga untuk keperluan liturgi, juga ada tekniknya. Ia mengaku mendapat banyak manfaat dari workshop kali ini.

Teks & Foto: Ika & Lukita Mira

Tags
WKRI

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna