Bersama penghuni panti wreda.
Natal selalu kita rayakan dengan penuh sukacita. Banyak pula cara untuk berbagi sukacita Natal. Hal tersebut dilakukan oleh Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Bernadet, pada Natal 2023 lalu, dengan menyelenggarakan MSN di Panti Wredha Marfati, Tangerang.
”MSN diselenggarakan karena kami ingin berbagi sukacita Natal dengan orang-orang yang terpinggirkan yang kurang mampu, kurang diperhatikan sebagai bentuk solidaritas dan subsidiaritas,” ujar Fransiska Minna, Ketua Bidang Kesejahteraan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.
Panti Wredha Marfati Tangerang dipilih untuk lokasi MSN, menurut Minna, karena warga senior juga mesti merasakan sukacita Natal. ”Kami juga berharap bisa membawa suasana yang hangat bagi beliau-beliau, meski hanya sebentar,” sambungnya.

Warga senior menyumbangkan lagu saat kunjungan rombongan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.
Pelaksanaan MSN 2023 ini disambut dan didukung oleh ranting-ranting yang ada di wilayah Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet. Sebanyak 14 ranting turut ambil bagian dalam MSN, dengan memberikan bermacam donasi, seperti uang dan barang-barang.
Makan Siang Nusantara (MSN) Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet diselenggarakan pada Rabu, 20 Desember 2023, diwakili oleh sembilan orang. Rombongan MSN ini membawa kipas angin meja, pembersih lantai, diapers, underpad, setrika listrik, goodie bag, makanan, dan berbagai macam barang kebutuhan yang biasa digunakan di panti.
Diawali dengan doa bersama, acara berlangsung meriah. Para warga senior dengan semangat ikut menyanyi beragam lagu, dari lagu Natal hingga lagu nostalgia, seperti lagu-lagu Koes Plus dan Panbers. Beberapa warga senior juga menyumbangkan suara mereka dengan iringan karaoke.

Semangat ikut menyanyikan lagu-lagu Natal.
”Puji Tuhan, semua acara bisa berlangsung dengan lancar, berkat kerjasama teman-teman dan sambutan oma opa yang beragam,” tutur Minna. Ia memperhatikan, banyak respons dari para warga senior. Ada yang tampak gembira, ada yang diam-diam saja tapi mengucapkan terima kasih karena sudah ditengok.
”Semoga tahun-tahun yang akan datang, kita bisa terus berbagi sukacita,” ujarnya.
Saat ini, Panti Wredha Marfanti dihuni oleh 70 oma dan opa. ”Usia beliau-beliau mulai dari 60 tahun, yang tertua usia 90 tahun,” jelas Ronny Marentek, petugas administrasi kantor panti. Sekitar 90% penghuni panti dibawa oleh keluarga mereka ke sana. Sedang sisanya berada di panti karena kebijakan suster-suster FCJM yang mengelola panti.

Foto bersama sebelum menyanyikan lagu Kapan-Kapan.
Kegiatan di Panti Wredha Marfati ini juga cukup padat, menurut Ronny, dimulai dengan makan snack pada jam 5 pagi, lantas ada senam, kegiatan pribadi, dan doa bersama. ”Makan sore jam 18.00, lantas istirahat,” jelasnya. Masing-masing warga senior menempati satu kamar di panti ini. Ada pula pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan seminggu dua kali oleh dokter, kendati ada perawat yang selalu stand by di panti. Selain itu, ada misa yang diadakan satu bulan sekali.
Tidak semua warga senior yang tinggal di panti ini sehat secara fisik. Beberapa warga senior tampak menggunakan kursi roda untuk ikut berkegiatan di aula. Menurut Ronny, memang ada oma opa yang stroke. ”Di sini ada 20 pengasuh untuk oma opa,” kata Ronny yang menjelaskan bahwa panti wredha tersebut total dibantu oleh 46 karyawan.
Teks: Ika/ Foto-foto: Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet