Festival Paduan Suara Paroki Pinang 2024. Romo Matius: Keren…!

22 Februari 2024
  • Bagikan ke:
Festival Paduan Suara Paroki Pinang 2024. Romo Matius: Keren…!

Aksi koreografis Wilayah Anna.

Festival Paduan Suara Paroki Pinang 18 Februari 2024 di Gereja Santa Bernadet Pinang diikuti oleh ke-21 Wilayah paroki. Festival ini mengundang antusiasme peserta. Dari sisi penampilan, mereka kaya kreativitas dengan beragam kostum dan variasi koreografis yang menyesuaikan diri dengan tema festival, yaitu lagu inkulturasi. Dari sisi umat sebagai penonton/suporter seluruh rangkaian acara festival pada umumnya diikuti dari awal sampai akhir.

dresscode unik PAKAI2

Kostum etnik Wilayah Theresia.

Panitia dari Wilayah Anna rupanya mempersiapkannya dengan matang, terbukti dalam festival tersebut hampir tak ada jeda untuk tidak mengungkapkan kegembiraan dan antusiasme. Rangkaian acara mengalir lancar. Setiap kali selesai penampilan peserta, tepuk tangan penonton membahana. Dan ketika tiba saatnya pengumuman siapa-siapa pemenangnya, tak terhindarkan umat larut dalam suasana gegap gempita dengan teriakan-teriakan nyaris histeris.

gegap gempita kemenangan PAKAI

Gegap gempita sambut kemenangan Wilayah Fabiola.

Romo Matius Pawai CICM yang menunggui festival ini dari awal sampai akhir tak menyembunyikan rasa gembira, bangga, dan bahagianya setiap kali tampil untuk foto bersama peserta yang baru saja selesai tampil. Di bagian akhir festival, dengan suara lantang Romo Matius mengatakan, “Hari ini semua peserta menjadi pemenang. Ketika Anda sudah berdiri di sini, Anda sudah menjadi pemenang! Keren…!”

thomas usia bukan halangan bergoyang PAKAI

Wilayah Thomas, usia bukan halangan bergoyang.

Festival, festive atau selebrasi penuh kegembiraan dan antusiasme memang merupakan pesta yang ingin mengajak semua orang untuk ikut serta di dalamnya, bukan pertama-tama bersaing untuk berebut jadi juara, namun bergembira bersama. Di sini Festival Paduan Suara Paroki Pinang 2024 tampaknya berhasil mewujudkannya.

Menunggu giliran tampil di selasar gereja PAKAI

Menunggu giliran tampil di selasar gereja.

Walaupun demikian tentu saja ada apresiasi bagi mereka yang dengan kerja keras telah mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti festival. Panitia berdasarkan keputusan dewan juri memberikan apresiasi kepada kelompok paduan suara, bukan dengan predikat juara tetapi kategori.

Romat dan MC PAKAI

Romo Matius dan MC Ibu Olive.

Bagi paduan suara dengan nilai-nilai tinggi menurut keputusan dewan juri diberikan kategori Gold, dan selanjutnya Silver. Tahun ini festival menghasilkan dua kategori saja: Gold dan Silver. Dewan juri tidak menemukan kategori Bronze (perunggu). Ini berarti terjadi peningkatan kualitatif paduan-paduan suara Paroki Pinang dibandingkan Festival  tahun sebelumnya yang cukup banyak predikat perunggunya.

sang juara PAKAI

Para peraih kategori Gold foto bersama Romo Lamma, Romo Matius, dan Ketua Panitia Pak Fan Fan Sofian Gunawan.

Di samping itu juga ada apresiasi bagi dirigen-dirigen terbaik dan kostum terbaik, dan iringan musik terbaik. Bahkan salah satu dirigen terbaik baru untuk pertama kalinya tampil dalam festival kali ini, yaitu dirigen dari Wilayah Thomas.

Sebagai peraih Gold 1 Fabiola (Nomor undian 4), Gold 2 Yohanes (21), Gold 3 Maria (5). Dirigen terbaik 1 Thomas (16), Dirigen terbaik 2 Yohanes (21), Dirigen terbaik 3 Fabiola (4), Iringan musik terbaik Anna (12), Kostum terbaik Albertus (19).

dirigen terbaik dan kostum terbaik PAKAI

Apresiasi untuk dirigen-dirigen terbaik dan kostum terbaik: Anastasia Ary Noviyanti (Thomas), Yulius Contantinus Sai (Yohanes), Elisabet P. Kristanti (Fabiola), Mira  (Albertus) untuk kostum terbaik.

Catatan penting Tim Juri

Meskipun sudah banyak beredar, beberapa poin catatan Tim Juri untuk Festival Paduan Suara Paroki Pinang 2024 berikut ini menarik disimak.

dewan juri PAKAI

Ketiga anggota Tim Juri bersama Romo Lamma, Romo Matius, dan Pak Fan Fan Gunawan.

1. Tim Juri memberi apresiasi dan salut kepada Paroki Pinang sebagai Paroki yang memiliki peserta terbanyak (21 ) sepanjang mereka, para juri, menjadi juri-juri  dalam festival yang sama di Paroki lain.

2. Dari sisi jumlah di tiap tim koornya, Tim Juri juga memberikan apresiasi karena jumlahnya banyak-banyak (paling sedikit 24 dan paling banyak 58 orang). Di Paroki lain rata-rata biasanya paling hanya 10-20 orang.

koreografi 1 PAKAI

Gerak koreografis salah satu paduan suara.

3. Dari sisi kemampuan dan nilai hampir merata, tidak ada yang jomplang sekali (boleh dilihat dari data nilai yang sudah beredar. Tidak ada yang masuk kategori perunggu (bronze). Terendah perak, dan ini membahagiakan.

4. Nilai yang saling berdekatan terutama di posisi Gold juga selisihnya amat tipis. Dan ini melambangkan secara teknik dan kemampuan hampir sama. Hanya beberapa detail seperti pembawaan lagu, pengucapan kata dan kesesuaian dengan musik menjadi faktor pembeda nilai yang sangat tipis itu.

romat rolam PAKAI

Romo Lamma dan Romo Matius melantunkan lagu Hidup Ini Adalah Kesempatan.

Menurut Tim Juri, pemilihan Lagu Pilihan memegang peranan sangat krusial di nilai, karena secara umum untuk Lagu Wajib hampir di semua tim masih belum benar membawakannya. Artinya kita semua masih perlu belajar lagi.

Kesan dan Harapan

Bagaimanapun, Festival Paduan Suara Paroki Pinang 2024 telah meninggalkan kesan membanggakan dan membersitkan harapan baru bagi masa depan pelayanan liturgi lewat paduan suara di Gereja Santa Bernadet. Untuk itu mari kita simak video berikut ini.

Klik SEGITIGA PUTIH dan segera klik tulisan Youtube di bagian kanan bawah untuk mendapatkan gambar lebih baik.


Teks: Arum, ps/ Foto-foto: Arya, Chintya Vieni/ Video: Steven Andika

Tags
Koor
Pinang

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna