Paus akan Hadiri Pertemuan Lintas Agama di Masjid Istiqlal Jakarta

7 Juli 2024
  • Bagikan ke:
Paus akan Hadiri Pertemuan Lintas Agama di Masjid Istiqlal Jakarta

Paus Fransiskus dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Takhta Suci (Vatikan) Michael Trias Kuncahyono yang menyerahkan surat kepercayaan (kredensial) kepada Bapa Suci, 8 Desember 2023. Foto: Ilustrasi/KBRI Takhta Suci.

Salah satu agenda dari Paus Fransiskus saat berada di Indonesia adalah menghadiri pertemuan lintas agama (interreligious meeting) di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam pertemuan yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 5 September 2024, pukul 09.00 WIB itu, Paus Fransiskus akan menyampaikan pidato.

Demikian pernyataan dari Kantor Pers Takhta Suci, hari Jumat (5/7) siang. Dalam keterangan persnya, dijelaskan tentang agenda Paus Fransiskus yang akan mengawali kunjungannya ke Indonesia pada tanggal 3 September 2024.

Paus Fransiskus merupakan Paus ketiga yang akan mengunjungi Indonesia. Sebelumnya, Paus Santo Paulus VI mengunjungi Indonesia pada  3 Desember 1970, dan Paus Santo Yohanes Paulus II pada 8 - 12 Oktober 1989.

Paus Fransiskus akan meninggalkan Roma, Italia, pada hari Senin (1/9) pukul 17.15 waktu Roma dan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, pada hari Selasa (3/9), pukul 11.30 WIB.

Bertemu Presiden Joko Widodo

Kunjungan resmi sebagai pemimpin tertinggi Katolik Roma dan Kepala Negara Takhta Suci akan dimulai hari Rabu (4/9). Hari itu, pukul 09.30 WIB, Paus asal Argentina ini akan tiba di Istana Merdeka, Jakarta, dan bertemu Presiden RI Joko Widodo, pada pukul 10.00 WIB.

Setelah bertemu Presiden Joko Widodo, Paus Fransiskus dijadwalkan akan bertemu dengan Korps Diplomatik, Masyarakat Sipil, tokoh masyarakat dan para pejabat, pada pukul 10.35 WIB. Pertemuan akan dilangsungkan di Istana Negara. Dalam kesempatan ini, Paus akan berpidato.

Bertemu Anggota Serikat Yesus, Para Uskup, dan Orang Muda

Dari Istana Negara, Paus pertama dari Ordo Serikat Yesus ini akan bertemu dengan para anggota Serikat Yesus di Indonesia. Pertemuan pada pukul 11.30 WIB ini akan dilakukan di Apostolic Nunciature, Kedutaan Besar Vatikan, Jl Medan Merdeka Timur 18 Jakarta.

Sore harinya, sebagai pemimpin tertinggi agama Katolik, pukul 16 30 WIB, Paus dijadwalkan akan bertemu dengan para Uskup, Imam, Diakon, Biarawan-biarawati, Seminaris dan Katekis. Pertemuan khusus ini akan diselenggarakan di Gereja Maria Diangkat ke Surga, Katedral, Jakarta.

Setelah pertemuan di Katedral, pada petang harinya, pukul 17.35 WIB, Paus yang memberikan perhatian besar kepada kaum muda ini, akan bertemu dengan kaum muda dari Scholas Occurrentes di Youth Center Grha Pemuda, Kompleks Katedral.

Scholas Occurrentes adalah organisasi internasional yang bergerak di lima benua melalui jaringan pendidikan ekstensif. Misinya adalah menciptakan Culture of Encounter dengan menyatukan generasi muda dari berbagai latar belakang dalam pengalaman pendidikan yang menghasilkan pemahaman di seluruh dunia. Intinya, membangun persaudaraan.

Medali dari Paus Cover

Paus Fransiskus memberikan medali kepada Dubes Trias Kuncahyono usai penyerahan kredensial. Foto: Ilustrasi/KBRI Takhta Suci.

Menghadiri Pertemuan Antar Agama di Masjid Istiqlal

Pada hari ketiga di Indonesia, Kamis (5/9) Paus yang berusia 87 tahun ini, akan menghadiri interreligious meeting, pertemuan antara para tokoh agama di Masjid Istiqlal Jakarta. Bagi Paus yang pada 4 Februari 2019 bersama Imam Agung Masjid Al-Azhar Mesir Sheik Ahmed el-Tayeb menandatangani Dokumen Abu Dhabi (Document of Human Fraternity), pertemuan di Masjid Istiqlal itu sangat penting.

Dalam dokumen itu (Human Fraternity for World Peace and Living Together) kedua pemimpin agama tersebut menegaskan bahwa "kita semua bersaudara." Dokumen ini memiliki tujuan untuk membangun perdamaian di tengah maraknya intoleransi agama.

Paus mengatakan bahwa "Iman kepada Allah mempersatukan dan tidak memecah-belah. Iman itu mendekatkan kita kendatipun ada berbagai macam perbedaan, dan menjauhkan kita dari permusuhan serta kebencian."

Dokumen Abu Dhabi menjadi peta jalan yang sangat berharga untuk membangun perdamaian dan menciptakan hidup harmonis, rukun, di antara umat beragama. Maka itu, dokumen tersebut penting untuk disebar-luaskan. Dan pertemuan di Masjid Istqlal nanti kiranya juga dalam semangat Dokumen Abu Dhabi.

Setelah menghadiri acara di Masjid Istiqlal, Paus akan ke kantor KWI untuk bertemu dengan para penerima manfaat dari organisasi-organisasi amal di Indonesia.

Misa di GBK

Puncak dari kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia adalah perayaan Misa Suci di Gelora Bung Karno (GBK). Misa Agung yang akan dipimpin Paus ini akan diikuti  ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah Indonesia dan akan dimulai pada pukul 17.00 WIB.

Tidak seperti Paus Santo Yohanes Paulus II yang mengunjungi Jakarta, Yogyakarta, Maumere, Medan, dan Dili (Timor Timur), Paus Fransiskus hanya akan mengunjungi Jakarta.

Pagi harinya, hari Jumat (6/9) pukul 09.45 WIB Paus Fransiskus mengakhiri kunjungan apostolik dan kenegaraan ini serta terbang ke Port Moresby, Papua Nugini.  (Sumber: KBRI Takhta Suci)

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna