Pemberkatan Gua Maria Sudimara

10 Agustus 2024
  • Bagikan ke:
Pemberkatan Gua Maria Sudimara

Pemberkatan Gua Maria oleh Romo Lamma Sihombing CICM.

“Hari ini  adalah Peringatan Wajib Santo Dominikus. Selain itu hari ini juga menjadi hari yang istimewa karena setelah Misa nanti  kita akan meresmikan Gua Maria. Tanggal 8 dipilih karena menjadi tanggal yang bersejarah dimana kalau Bapak Ibu masih ingat pada tanggal 8 Agustus 2021 kita melakukan peletakan batu pertama gereja kita ini dan hari ini 8 Agustus 2024 kita akan meresmikan Gua Maria.” Demikian Romo Lamma Sihombing CICM mengawali Misa pagi jam 06.00 di Gereja Santa Bernadet Pinang.

Misa jam 06.00 sebelum pemberkatan PAKAI

Misa jam 06.00 sebelum pemberkatan.

Misa pagi itu  dihadiri oleh sekitar 100-an umat yang sebagian besar  warga senior yang memang rutin mengikuti Misa harian pagi. Dalam homilinya Romo Lamm mengambil inspirasi bacaan Injil hari itu ketika Yesus bertanya kepada para muridnya, siapakah Aku ini? Simon Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup. Maka kalau pertanyaan Yesus yang sama diajukan kepada kita yang pagi ini akan memberkati Gua Maria maka mari kita jawab, ‘Engkau Putra Maria’.”

Doa Pemberkatan PAKAI

Doa Pemberkatan.

“Bagi kita umat Katolik Bunda Maria memiliki tempat yang amat sangat istimewa. Maka begitu banyak umat yang rajin berziarah ke Gua Maria atau berdevosi dan berdoa melalui perantaraan Bunda Maria. Maka kita bersyukur hari ini kita akan memiliki Gua Maria yang baru. Kalau Bapak Ibu nanti melihat Gua Maria yang akan diberkati nanti berdekatan dengan ruang Adorasi Sakramen Maha Kudus, ini ada connecting-nya atau nyambung. Kenapa? Karena Maria tanpa Yesus itu bukan siapa-siapa. Ingat Bunda Maria, harus ingat Yesus,” terang Romo Lamm.

Umat yg hadir PAKAI

Umat yang hadir.

“Ada ungkapan dalam bahasa latin Ad Jesum per Mariam yang artinya menuju Yesus melalui Maria. Maka jelaslah yang menjadi tujuan utama kita adalah Yesus. Maka nanti kalau Bapak Ibu lihat di depan pintu ruang adorasi tertulis ‘Marilah kepada-Ku’ yang merupakan sabda Yesus sendiri. Lalu kalau Bapak Ibu masuk ke dalam ruangan itu, kalau kita perhatikan dengan seksama, plafonnya seperti piala dan hosti.  Dan plafonnya sangat pendek. Ini ingin menggambarkan bahwa kita ini begitu dekat dengan Tuhan. Maka mari kita manfaatkan sarana-sarana yang ada di gereja ini yang semakin lengkap untuk berdoa dan makin mendekatkan diri kepada Tuhan,” ajak Romo Lamm.

Romo memberkati benda benda rohani milik umat yg hadir PAKAI

Romo memberkati benda-benda rohani milik umat yang hadir.

“Gua Maria ini akan kita beri nama Gua Maria Sudimara. Nama ini sesuai dengan tempat lokasi gereja kita ini berada. Gereja kita masuk wilayah Kecamatan Pinang maka disebut Paroki Pinang, dan berada di Kelurahan Sudimara Pinang. Maka Gua Marianya kita beri nama Gua Maria Sudimara agar lebih membumi,” jelas Romo Lamm lagi.

Rung adorasi PAKAI

Ruang Adorasi.

“Sudimara sendiri terdiri dari dua kata, ‘sudi’ dan ‘mara’. Ini juga ada dua pengertian. Dalam bahasa Jawa sudi mara berarti berkenan hadir atau mau datang. Sedangkan dalam bahasa Betawi ‘sudi’ berarti kesanggupan dan ‘mara’ berarti keberanian. Nah tentu ini sejalan dengan kesanggupan dan keberanian umat Santa Bernadet untuk berjuang mewujudkan gedung gereja ini,” rinci Romo Lamm.

Romo Matius mendapat Rosario St. Bernadet dari Romo Lamm PAKAI

Romo Matius mendapat Rosario St. Bernadet dari Romo Lamm. Bentuk estafet.

Sebelum memberkati Gua Maria Romo Lamm menunjukkan sebuah untaian Rosario. “Ini beda. Ini oleh-oleh saya dari Lourdes waktu berkunjung ke rumah Santa Bernadet. Kalau Rasario biasa manik-maniknya ada 10 x 5, nah ini beda 10 x 6. Gua Maria ini juga beda, ada patung Santa Bernadet di luarnya, jadi jangan dipindah ke dalam ya, nanti maknanya menjadi beda,” pesan Romo Lamm.

Lalu Romo Lamm mengatakan, “Rosario istimewa ini hanya ada satu, dan akan saya serahkan kepada mereka yang mau merawat Gua Maria ini.” Umat yang hadir serempak menjawab, “Untuk Romo Matius saja!” Romo Matius yang duduk di barisan depan langsung bangkit menerima Rosario dari Romo Lamm. “Anggap ini sebagai bentuk estafet, ya,” pesan Romo Lamm.

Foto bersama PAKAI_2

Foto bersama.

Lebih lanjut Romo Lamm menjelaskan, batu-batuan untuk membangun Gua itu juga istimewa. “Ini batu alami, bukan batu buatan. Batu-batu ini berasal dari dalam perut bumi yang merupakan muntahan dari letusan gunung berapi. Batu-batu ini khusus kita datangkan dari Wonosobo Jawa Tengah,” terang Romo Lamm.

Menjelang potong tumpeng PAKAI

Romo Matius menerima potongan tumpeng.

Romo Matius menerima potongan tumpeng PAKAI_2

Dua gembala Paroki Pinang.

Seusai pemberkatan Gua Maria sebagai bentuk ucapan syukur atas rahmat Tuhan yang boleh dirasakan dan dialami oleh umat Santa Bernadet, maka diadakan potong tumpeng. Hal ini dimaksudkan sebagai lambang atau simbol pencapaian-pencapaian seperti hari itu, yaitu pemberkatan Gua Maria. Potong tumpeng dilakukan oleh Romo Lamm dan diserahkan kepada Romo Matius.

Untuk mendapatkan gambar yang bagus, klik segitiga putih dalam kotak merah, lalu klik Youtube.

Teks: Bambang Gunadi/ Foto & Video: Ruli

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna