Lomba Masak 17-an Bapak-bapak: Nasi Goreng Jadul Daun Mengkudu Juaranya!

25 Agustus 2024
  • Bagikan ke:
Lomba Masak 17-an Bapak-bapak: Nasi Goreng Jadul Daun Mengkudu Juaranya!

Nasi Goreng Dukun... Masaknya sambil joget...

Ketika nasi goreng itu difoto, ada yang komentar hasilnya kurang Instagrammable. Kurang menggoda selera. Tapi siapa sangka, ternyata tim juri memutuskan nasi goreng jadul daun mengkudu bikinan Suherman itu juara 1!

fotonya herman PAKAI

Kreasi nasgor Suherman Sang Juara 1. Ada wadah nasi dari batok berbentuk ikan mas koki..

Suherman sendiri tidak menduga akan menjadi pemenang pertama karena awalnya sempat merasa agak keder melihat para pesaingnya. “Saya pikir juara 3 atau harapan, karena kalau saya lihat bumbu-bumbu mereka (peserta lomba lain) lengkap,” kata Herman, sapaan akrabnya.

Ketika ditanya nasi goreng jadul daun mengkudu itu bumbunya apa saja, Herman langsung menyebut deretan bumbu selain nasi dan minyak goreng: garam, bumbu masak Sasa, cabe merah, bawang merah, bawang putih, daun mengkudu (pace). Biayanya sesuai ketentuan panitia: Rp 30.000 cukup.

ngulek gayana PAKAI

Tim mesti kompak kerjasama. Yang satu melayani yang lain.

“Tadinya ada pasangan Pak Agustinus Koten tapi gak bisa datang, jadi saya sendiri,” cerita Herman yang mewakili Wilayah Maria ini. Sebagai juara 1 ia berhak mengantongi hadiah Rp 1.000.000 (satu juta rupiah).

no 12 PAKAI

Gaya masak dengan konsentrasi penuh...

Bagi Herman memasak untuk keluarga di rumah sudah biasa. Namun setelah memenangkan lomba ini muncul niat barunya.  “Saya berencana buka ketering rumahan,” katanya.

Memberi ruang kreativitas

Walaupun bukan ide baru, lomba nasi goreng bapak-bapak yang digagas Wanita Katolik RI Cabang St Bernadet selaku panitia 17an ini tetap menarik minat, diikuti oleh 20 tim peserta (1 tim pasangan 2 orang bapak-bapak). Hampir semua Wilayah mengirimkan perwakilannya, meskipun ada 2 Wilayah yang hanya mengirim 1 orang, seperti Herman.

samodra ngulek PAKAI

Ekspresi bapak-bapak ketika memasak. Serius...

Dihubungi terpisah, Lukita Mira, Humas 17an dari Wanita Katolik RI Cabang St Bernadet mengatakan bahwa ide lomba masak nasi goreng ini adalah memberikan ruang kreativitas tanpa batas untuk rasa, cara penyajian (plating), maupun jenis nasi gorengnya.

totok4 PAKAI

Memasak nasi goreng dengan bahan-bahan cukup lengkap.

Ada beberapa jenis nasi goreng yang dilombakan, yaitu: Nasi Goreng Kambing, Nasi Goreng Kecombrang, Nasi Goreng Daun Pace (mengkudu), Nasi Goreng Komplit, dan Nasi Goreng Kampung. Lomba ini menghadirkan 3 juri: Sr Vera PIJ dan pasutri Marvin-Juliana Cecilia (Ana).

totok2 PAKAI

Suasana lomba ketika bapak-bapak asyik memasak...

“Serunya itu bapak-bapak memasak sambil bisa joget-joget. Semangat peserta luar biasa dalam persiapan lomba, kurang dari 1,5 jam sudah siap di tempat,” kata Mira tentang lomba yang diadakan di Aula Tarakanita, Sabtu 10 Agustus 2024, itu. Alat masak dan bahan harus dibawa sendiri oleh para peserta. Untuk penyajian 1 porsi, biaya yang diperbolehkan maksimal Rp 30.000 (termasuk garnis).

foto juara2 PAKAI

Juara 1  Maria: skor  87,2 hadiah: Rp 1.000.000; Juara 2 Loyola: skor 85,5 hadiah: Rp 750.000; Juara 3 Petrus:  skor 85,1 hadiah: Rp 500.000.

juara harapan 1 2 dan 3 PAKAI

Harapan 1 Anna: skor 84,4 hadiah Rp 400.000; Harapan 2 Yohanes: skor 83,6 hadiah Rp 300.000; Harapan 3 Albertus: skor 83,4 hadiah Rp 200.000.

Kriteria penilaian berdasarkan rasa, kebersihan, dan penampilan (plating). Lalu bagaimana hasil masakan bapak-bapak dengan kriteria penilaian itu? Nah ini yang menurut Mira seru. “Masih ada peserta yang rasa nasi gorengnya keasinan (ikan asin), rasa kecombrang di nasi goreng yang kurang karena kesalahan teknik memasak (perserta hanya memotong, tidak membakar terlebih dahulu kecombrangnya), ada peserta yang memasak nasi goreng buah bit, enak tapi kurang berasa rasa buah bitnya…” ceritanya.

sajiannya PAKAI

Kreativitas bapak-bapak untuk menyajikan nasi goreng semenarik mungkin.

Totok 1 PAKAI

Sajian nasi goreng masakan bapak-bapak. Tergoda...?

Ana, salah satu juri, bercerita lomba masak nasi goreng itu seru banget. “Bisa mencoba berbagai macam rasa nasi goreng. Ada yang masak pakai apel, daun mengkudu, kecombrang, dll. Ide-idenya pun kreatif. Ada yang nasinya diwarnai merah dengan menggunakan buah bit dan disajikan dengan nasi goreng putih sehingga menjadi nasi merah putih. Pokoknya seru kemarin he-he-he,” cerita Ana. Sebagai juri, Ana menggantikan Romo Lamma yang berhalangan hadir di menit-menit terakhir.

Rolam dan oeserta PAKAI

Romo Lamm mencicipi nasi goreng hasil masak bapak-bapak.

Lain lagi kesaksian juri Sr Vera PIJ. “Ada yang cuma manis doang, ada yang cuma rasa merica doangPlating bagus, rasa kurang. Plating biasa, tapi rasanya enak,” komentar Sr Vera yang memancing orang tersenyum.

peserta bareng romat PAKAI

Para peserta foto bareng Romo Matius, panitia, dan juri. Yang penting happy...

Apapun yang terjadi dengan nasi goreng hasil masakan bapak-bapak itu, kata Lukita Mira, “Yang penting semua happy dan selesai dengan baik…”

Teks: ps, Hari Kristanto, Dwi Ratnani (PIC Lomba)/ Foto-foto: Arya, Lukita Mira, Hari Kristanto, Suherman

Tags
17an
WKRI

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna