Ziaheal Yohanes 1 ke Baturraden: "Siji sing diarah"

30 Agustus 2024
  • Bagikan ke:
Ziaheal Yohanes 1 ke Baturraden:

Rombongan sedang menikmati panorama lokawisata Baturraden.

Berawal dari sekedar obrolan sekilas soal kumpul-kumpul umat pada saat acara Rosario Lingkungan Yohanes 1 di Wilayah Yohanes area Japos dan sekitarnya sekitar bulan Mei lalu, muncul mendadak sebuah inspirasi untuk menyambangi tujuan peziarahan di daerah Baturraden Purwokerto bersama umat selingkungan. Ziarah sekalian healing tipis-tipis untuk melepas kepenatan dari kesibukan kota. Inspirasi itu timbul dari salah satu umat lingkungan yang memang lahir dan besar di Purwokerto, Pak Yosep Teguh S. “Ayo, saya tak jadi tuan rumahnya di sana, itu kota kelahiran saya,” ajak Pak Teguh. Ajakan itu lalu disambut dengan antusias oleh Ketua Lingkungan Yohanes 1 FX Sudarno yang langsung mengajak koordinasi beberapa orang tokoh lingkungan dan segera ancang-ancang membentuk kepanitiaan yang akhirnya diketuai oleh Ibu Susi Aris. Walaupun awalnya ada beberapa umat yang pesimistis karena anggaran yang besar, tetapi rupanya justru dari situlah semangat terpompa, apa yang tadinya sekedar wacana lalu dicoba untuk diwujudkan bersama-sama dengan sepenuh hati dan segenap upaya. Menyala bosku!

Karena sebuah kegiatan tidak akan berjalan tanpa pendanaan, maka fokus pertama panitia adalah bagaimana caranya menutup anggaran biaya yang ternyata memang lumayan besar untuk perjalanan dua setengah hari ke sana membawa enam puluhan orang umat. Panitia bekerja keras dengan semangat berkobar, melakukan pengumpulan dana dengan berjualan apa saja di lingkungan sendiri karena komitmen panitia adalah mendanai sendiri kegiatan ini. Jualannya berupa makanan, minuman, bantal, kaos, dan sebagainya. Ditambah dengan mengumpulkan iuran peserta dan mencari donatur potensial. Puji Tuhan, berkat dukungan seluruh umat lingkungan dan terutama karena kebaikan hati para donatur yang mendukung, maka acara tersebut akhirnya dapat dilaksanakan dengan lancar dan relatif tanpa kendala karena seluruh yang ikut serta berkeinginan kuat dan berdoa memohon kekuatan dari Roh Kudus dan penyertaan Yesus Kristus.

Di dalam gerbong berangkat menguasai 1 gerbong PAKAI saja

Di dalam gerbong berangkat menguasai 1 gerbong.

Rombongan umat sebanyak enam puluh orang dari berbagai usia diberangkatkan dari Japos dengan menggunakan dua unit bus kecil ke Stasiun Senen pada hari Jumat selepas magrib tanggal 23 Agustus 2024 karena akan menuju ke Purwokerto menggunakan kereta ekonomi premium Mataram pada pukul 22.05 wib. Perjalanan lancar dan tidak ada kendala macet sehingga semua peserta sudah stand by di Stasiun Senen sekitar jam 20.00 wib. Seksi konsumsi segera membagikan snack box dan seksi transportasi membagikan tiket kereta pada masing-masing peserta dengan pesan untuk menyiapkan KTP atau fotokopi KK bagi anak di bawah usia 17 tahun. Tidak lama kemudian waktu keberangkatan pun tiba. Setelah dilakukan pengecekan tiket, akhirnya semua peserta bisa duduk manis di kursi masing-masing dengan sukacita. Maka jugijagijugijagijug-lah kita ke Purwokerto!

mirip rombongan TKI pulkam saat lebaran tiba PAKAI SAJA

Mirip rombongan TKI pulkam saat lebaran tiba...

Sekitar pukul 03.00 wib di hari Sabtu tanggal 24 Agustus 2024, dijemput dengan kendaraan hiace dari Stasiun Purwokerto, rombongan pun tiba di Hotel Grand Kanaya Baturraden. Semua peserta langsung mendapatkan kunci kamar masing-masing dan segera beristirahat lagi untuk persiapan acara paginya, berziarah ke Goa Maria Melung dan Goa Maria Kaliori sementara beberapa panitia inti masih rembugan beberapa hal mengenai ini dan itu. Maklum, membawa rombongan yang cukup besar jumlahnya dengan berbagai tingkat usia dan latar belakang itu sungguh sebuah kerja keras terutama untuk menyatukan visi dan tujuan. Prinsip utama panitia adalah sebuah komitmen untuk menjadi pamong bagi seluruh kalangan umat karena memang tidak mudah ngemong orang banyak di banyak tempat. Bunyi lonceng jam lima pagi menyadarkan panitia untuk beristirahat dulu sebelum berkegiatan lagi… Tidur dulu ya.

pose ngeyup di Baturraden PAKAI

Pose ngeyup di Baturraden.

Pagi hari Sabtu sekitar jam 07.30 wib, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama nasi yangku khas Purwokerto, sebuah kolaborasi antara nasi hangat bersama lauk ayam goreng, telur dadar, ikan wader crispy dengan rebusan pakis kecombrang ditemani sambal trasi dan terbungkus daun yangku, sejenis daun palem lebar. Semua peserta segera asyik menikmati ransum paginya dengan lahap ditemani teh manis panas atau kopi serta obrolan hangat seputar kejadian sehari-hari. Udara sejuk dan cuaca cerah di lembah membuat suasana makin nyaman untuk dirasakan bersama-sama. Nikmat apa lagi yang kau dustakan kawan!

sarapan nasi yangku khas purwokerto PAKAI

Sarapan nasi yangku khas Purwokerto.

Kelar sarapan, rombongan langsung menuju Goa Maria Melung dengan menggunakan enam unit kendaraan kecll karena lokasinya terletak di lereng Gunung Slamet yang jalannya sempit dan berkelok naik turun sehingga sulit ditempuh dengan bus walaupun yang berukuran kecil. Di Gua Maria Melung para peserta yang bersemangat ini disambut dengan ramah oleh Romo Agustinus Agung Pralebda Pr selaku “operational manager” Rumah Singgah Maria Melung (dulu disebut sebagai Pertapaan Awam OSK) yang langsung menjelaskan latar belakang berdirinya area tersebut dan menyuguhkan minuman serta gorengan hangat berupa: mendoan! Di rumah singgah itu semua makanan minuman tersedia dengan bayaran kolekte sukarela seikhlasnya kecuali beberapa jenis kaos dan benda rohani yang memang dijual pada sebuah sudut.

Romo Agung menyambut rombongan di GM Melung dan menyuguhkan mendoan hangat PAKAI

Romo Agung menyambut rombongan di Gua Maria Melung dan menyuguhkan mendoan hangat.

Pemandangan latar belakang Gunung Slamet PAKAI

Pemandangan latar belakang Gunung Slamet.

Setelah sejenak melepas lelah selepas menyusuri anak tangga yang menanjak, semua peserta langsung berjalan lagi ke atas bukit untuk melakukan ibadah Jalan Salib yang diakhiri dengan berdoa bersama di Gua Maria dan mengambil air dari mata air di dasar gua tersebut dengan botol. “Ini nanti langsung mohon berkat pada romo ya,” pesan seorang bapak pengelola kawasan itu. Alam sekitar yang indah dengan udara sejuk yang menemani kami sepanjang waktu benar-benar menyegarkan paru-paru walau panas matahari kadang tajam mengiris kulit. Sungguh suatu tempat kontemplasi yang sangat layak dikunjungi dan dicoba sendiri kemistisan lokasinya saat berada di sekitar Purwokerto Banyumas.

Jalan menanjak mengawali menuju lokasi jalan salib di GM Melung

Jalan menanjak mengawali menuju lokasi jalan salib di Gua Maria Melung.

istirahat sejenak sebelum nanjak lagi  utk melakukan ibadat jalan salib PAKAI

Istirahat sejenak sebelum nanjak lagi untuk melakukan ibadat jalan salib.

Ras terkuat di bumi ini pasti hepi dimanapun mereka berada bersama gank-nya PAKAI SAJA_1

Ras terkuat di bumi ini pasti hepi dimanapun mereka berada bersama gank-nya.

di bawah naungan berkat Bunda Maria di GM Melung PAKAI_1Di bawah naungan berkat Bunda Maria di GM Melung.

Siang itu rombongan melanjutkan perjalanan dan makan siang di sebuah restoran di kawan dekat situ sembari merancang perjalanan ke Goa Mari Kaliori. Panitia yang mendapat info bahwa sedang ada lomba gerak jalan yang menutup jalan masuk ke Kaliori, sehingga diputuskan hanya satu unit mobil yang akan berangkat ke sana sementara yang lain memilih untuk kembali ke hotel dan beristirahat. “Prinsip dari ziaheal ini (ziarah healing) ya harus dapat menyenangkan dan memuaskan semua pilihan peserta, yang mau ke Kaliori kita fasilitasi, yang mau balik hotel ayo kita temani, everybody happy!” ungkap Bu Susi selaku ketua pelaksana sembari tertawa. Sekembalinya ke hotel, para peserta OMK langsung berenang sementara yang ibu-ibu ngobrol di restoran hotel dan beberapa orang bapak-bapak malah membuka konsultasi dadakan sekaligus curhat soal perkawinan bagi para OMK yang punya rencana untuk menikah. Semua bersukacita dengan pilihan masing-masing tanpa merasa dipaksa dan diharuskan mengikuti acara patokan panitia. Everybody happy!

di GM Kaliori menyempatkan diri berfoto PAKAI

Gua Maria Kaliori menyempatkan diri berfoto.

Karena hari itu Sabtu dan kekawatiran akan waktu yang sempit untuk mengikuti perayaan Ekaristi mingguan di Katedral Purwokerto, maka aula hotel segera disiapkan untuk melakukan perayaan ekaristi yang akan dipimpin oleh Pastor Kepala Katedral Puwokerto RD Martinus Ngarlan yang sering memberikan renungan di channel Youtube-nya: Mendoan. Pada misa sore itu, kotbah romo dimulai dengan pertanyaan: apakah itu ziarah? Menurut Romo Ngarlan, ziarah itu artinya siji sing diarah (satu yang disasar/dituju) yakni kehendak Tuhan. Apa itu kehendak Tuhan? “Ya yang pertama tentu mengasihi Tuhan Allahmu lalu kedua  saling mengasihi sebagai sesama manusia umat Tuhan. Mengasihi Tuhan itu bagaimana? Dengan menjadi pelayanNya yang setia dengan melayani umat. Ojo dadi pengurus tapi gampang tersinggung, jadi aktivis gereja tapi mudah marah dan kaku, wis ora bakal payu! Jadilah pelayan Tuhan yang mengasihi sepenuh hati, memaafkan seluas pemikiran, dan mengayomi semua insan illahi. Itu baru namanya umat yang beriman pada Tuhan dan sesuai kehendakNya,” jelas Romo Ngarlan dengan lugas sembari tersenyum. Beberapa umat juga tersenyum-senyum sendiri entah apa yang berada di pikiran mereka.

RD Martinus Ngarlan sedang memberikan homili saat misa berlangsung PAKAI

RD Martinus Ngarlan sedang memberikan homili saat misa berlangsung.

Foto bersama RD Martinus Ngarlan Pastor Paroki Katedral Purwokerto seusai misa di aula PAKAI_1

Foto bersama RD Martinus Ngarlan Pastor Paroki Katedral Purwokerto seusai misa di aula.

Acara makan malam yang ditemani organ tunggal dari Purbalingga dengan seorang penyanyi sudah menanti selepas misa sore itu. Doorprize berupa 10 voucher belanja senilai satu juta rupiah dibagikan kepada 10 peserta yang beruntung. Juga beberapa barang doorprize yang bisa diambil saat sudah kembali ke Tangerang nanti. Acara bernyanyi dan berjoget bersama selalu menjadi acara yang dinanti-nanti oleh semua peserta. Bahkan Romo Ngarlan ikut tertawa terbahak-bahak memeriahkan suasana dan mengikuti keseruan acara malam itu sampai hampir selesai. Beberapa “raja sawer” bahkan mengeluarkan ajiannya yang segera diperebutkan oleh semua yang hadir. Ya, malam itu menimbulkan sebuah kesadaran bahwa keceriaan dan kesukacitaan akan dapat diraih dengan dilandasi oleh kekompakan dan kesatuan jiwa raga. Inilah salah satu nilai dari prinsip everybody happy!

agar kesehatan terjaga, senam pagi tetap dilakukan PAKAI

Agar kesehatan terjaga, senam pagi tetap dilakukan.

Hari terakhir, Minggu tanggal 25 Agustus 2024, diawali dengan senam pagi bersama dilanjutkan sarapan nasi berkat, kemudian rombongan dengan rasa enggan harus check out dari hotel karena akan langsung ke Lokawisata Baturraden dan makan siang sebelum kembali ke Japos dengan kereta api. Setelah kurang lebih satu jam berada di Baturraden, makan siang dilakukan di Starview Café and Resto, sebuah restoran yang berada di dekat situ dengan fasilitas karaoke. Selesai makan sembari menunggu waktu untuk turun ke kota Purwokerto, acara digelar dadakan dengan mata acara karaoke dan joget bersama diselingi kesan dan pesan perwakilan peserta serta curhat ala bapak-bapak sebagai suami-suami siaga. Semua peristiwa diumbar tanpa rahasia oleh beberapa bapak-bapak yang disambut dengan gelak tawa semuanya. Keterbukaan hati untuk menerima kondisi yang disertai dengan kesabaran tanpa batas adalah kesimpulan kunci bagaimana para bapak-bapak sebagai suami menjalani sebuah pilihan setelah janji perkawinan didaraskan. Sabar lan ngalah sak lawase.

OMK Yohanes 1 yang enerjik dan penuh semangat PAKAI_2

OMK Yohanes 1 yang enerjik dan penuh semangat.

Semua peserta lalu menuju ke Stasiun Purwokerto dan mampir sejenak di pusat oleh-oleh di sebelah stasiun. Kereta Purwojaya eksekutif-lah yang kemudian mengantarkan semua peserta dengan segenap kenangan indah, rasa hangat persaudaraan umat seiman, dan oleh-oleh bagi sanak saudara. Walau hanya sejenak, namun disadari sebagai manusia perlu meluangkan waktu untuk sekedar bercengkrama dan berbagi perhatian dengan sesama, apalagi ditambah dengan kegiatan kerohanian sebagai bekal hidup sesuai iman kita. Ziaheal ini hanya sebagai sarana sukacitanya, alasan mendasarnya adalah sebab kita semua bersaudara sebagai manusia seiman. Ziaheal Yohanes 1, let’s everybody happy! (tots-sie acara ziaheal)


Untuk menikmati video rangkuman Ziaheal Yohanes 1 ke Baturraden klik link di bawah ini:

https://youtube.com/shorts/uk611IJtO20?si=QT4hK1wHZJQGkEy3


Foto-foto: dok peserta/Video: Elis, Tea, dok panitia

Tags
Ziarah

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna