Bible Challenge, tantangan untuk membaca Kitab Suci setiap hari.
“Ini pertama kali diadakan dan hanya ada di paroki kita, di paroki lain tidak ada,” jelas Bu Wati penuh semangat, di depan salah satu konter Bible Challenge, kepada seorang bapak yang dicegatnya saat berjalan di selasar gereja untuk mengikuti Misa Pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2024 di Gereja Bernadet, Minggu, 1 September 2024.
Sementara prosesi Imam dan para petugas liturgi sudah mulai menyusuri selasar samping gereja menjelang misa pukul 08.30, aktivis senior Emmaus Journey itu terus nyerocos, menerangkan apa itu Bible Challenge, bagaimana aturan mainnya, menunjukkan hadiah-hadiahnya, serta mempersilakan bapak itu mencobanya.

Konter Bible Challenge, Kitab Suci, kertas undian, dan hadiahnya.
Untuk mengikuti Bible Challenge, lebih dulu orang mengambil gulungan kertas putih kecil di dalam toples, seperti ambil nomor undian. Terus dia diminta membuka kertas yang bertuliskan salah satu ayat Kitab Suci. Kemudian dia harus mencari kutipan ayat tersebut di dalam Kitab Suci. Setelah menemukannya, dia diminta membaca ayat itu dan menyalinnya di atas kertas yang disediakan panitia. Hadiah diberikan dan kertas dibawa pulang. “Untuk kenang-kenangan dan renungan di rumah,” jelas Bu Wati. “Dari pagi ramai lho, banyak peminat, anak-anak dan dewasa, nggak nyangka,” imbuhnya dengan belalak mata heran.

Peserta Bible Challenge ambil kertas dulu di toples.
Lantas di mana challenge atau tantangan Bible Challenge? Yaitu dalam membuka Kitab Suci untuk segera menemukan kutipan ayat itu, bisa dari dari PL atau PB. Orang yang terbiasa membuka dan membaca Kitab Suci tentu lebih cepat menemukannya daripada yang jarang membuka dan membacanya. Beberapa peserta terlihat membolak-balik halaman-halaman Kitab Suci tetapi tidak segera menemukan ayat yang dicari, sedikit agak tegang, meski akhirnya bisa menemukannya juga. Dan di situlah sensasi challenge-nya…

Peserta membolak-balik Kitab Suci untuk menemukan ayat.
Sementara itu di konter lainnya Debora Hapsari, PIC Bible Challenge dan Misa Pembukaan BKSN 2024, membenarkan bahwa Bible Challenge hanya ada di Gereja Bernadet dan tidak ada di paroki lain. “Kalau sesuai arahan KAJ kan ada festival lomba Bible and Me, Menghafal Kitab Suci, Narasi Kitab Suci, dan Bible Talent. Nah Bible Challenge ini merupakan kreativitas panitia BKSN Gereja Bernadet,” jelas Bu Deby, sapaan akrabnya, di sela-sela melayani ramainya peminat konter itu.
Bu Deby juga mengatakan, hadiah-hadiah seperti cairan eco enzyme, biskuit, balon, berbagai tanaman dalam pot, dll, diusahakan sendiri oleh panitia, khususnya SKKS. Seperti dikatakan oleh Ketua SKKS Ibu Lita di sela-sela lomba Narasi Kitab Suci seminggu sebelumnya, festival Lomba Kitab Suci, juga Bible Challenge, menjadi upaya penting dalam menggairahkan umat untuk membaca Kitab Suci agar mengenal lebih dalam Yesus Kristus.

Margareta dan anaknya asyik mengikuti Bible Challenge.
Usai misa, di salah satu konter Margareta dari Buana Gardenia terlihat asyik mengikuti Bible Challenge dengan membuka-buka halaman Kitab Suci bersama kedua anaknya. “Anak saya tadi mendapat hadiah biskuit,” kata ibu muda itu sambil tersenyum ketika ditanya.
Terlihat juga Ibu Widi Astuti, Wakil Ketua II DPH, yang ikut nimbrung di salah satu konter Bible Challenge dan akhirnya menerima hadiah juga sambil menebar senyum. Bahkan Romo Hieronimus pun menerima challenge dan sambil tersenyum-senyum mencari-cari ayat di dalam Kitab Suci.

Bu Widi Astuti dari DPH menerima hadiah.

Contoh penulisan ayat di kertas dari panitia. Dibawa pulang...
Bible Challenge memeriahkan Misa Pembukaan BKSN 2024. Ada 5 meja atau konter di selasar samping dan depan gereja. Peminatnya memang cukup banyak, bahkan ketika berlangsung lomba Bible Talent di Aula Gereja sesudah misa, konter ini masih dibuka di sana dan masih juga didatangi peminat.

Sementara itu Misa Pembukaan BKSN 2024 dipersembahkan secara konselebrasi oleh Romo Lammarudut Sihombing CICM (konselebran utama) dan Romo Hieronimus Jemantur CICM, pastor rekan Paroki Pinang yang efektif bertugas di Gereja Bernadet sejak 30 Agustus 2024.

12 anak BIA, BIR, dan OMK dalam prosesi Imam dan petugas liturgi.
Salah satu yang membedakan misa pagi itu dengan misa-misa lain adalah keikutsertaan 12 anak dari BIA, BIR, dan OMK dalam prosesi (arak-arakan) Imam dan para petugas liturgi. Mereka mengenakan pakaian serba putih dan masing-masing membawa Kitab Suci, serta diberi tempat duduk di deretan paling depan dalam gereja selama misa berlangsung.
Juga luar biasa koor yang bertugas pagi itu. Menurut Bu Deby, petugas koornya dari Sekolah Persink. Jumlahnya 117 orang termasuk para pendamping, sehingga panti koor yang berkapasitas 50-an orang itu harus ditambah tempat duduknya.

Anak pertama yang berani maju untuk menjawab kuis.
Dalam homilinya, Romo Lamma mengawalinya dengan memberikan kuis berhadiah, seperti beberapa kali dilakukan belakangan ini. Kali ini kuisnya berkaitan dengan BKSN. Siapa yang bisa menjawab dengan benar akan mendapat hadiah sebuah salib dari Yerusalem.
Salah seorang anak laki-laki usia 9 tahunan maju ke mimbar. “Apa tema BKSN tahun ini?” tanya Romo Lamma. Karena anak itu tidak memakai mic, Romo membungkuk untuk mendengar jawabannya. Lalu Romo berdiri sambil berkata kepada umat, “Jawaban dia temanya ‘Yesus Disalibkan’.” Umat tertawa kecil karena jawaban yang benar adalah “Allah Sumber Keadilan”. Tetapi anak itu tetap mendapatkan hadiah lain sebelum kembali ke tempat duduk.

Anak kedua maju dan mendapat hadiah salib dari Yerusalem.
Romo Lamma mengundang umat lagi untuk menjawab kuis. Seorang anak laki-laki sekitar 9 tahunan juga maju. “Berapa kali pertemuan BKSN dilakukan dalam sebulan?” tanya Romo Lamma? “Empat kali,” jawab anak itu. “Dalam Kitab Suci ada dua kitab, sebutkan,” lanjut Romo Lamma. “Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru,” jawab anak itu lagi. Sebagian umat bertepuk tangan kecil dan anak itu kembali ke tempat duduknya dengan membawa hadiah salib dari Yerusalem.
Di bagian akhir misa sebelum berkat, Ketua SKKS Ibu Lita Noviana menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan kegiatan BKSN 2024, termasuk festival Lomba Bible Talent setelah misa di Aula Gereja Santa Bernadet. SKKS telah membentuk panitia pelaksana Festival Lomba Kitab Suci Nasional 2024 yang digawangi orang-orang muda.
Untuk HP: klik segitiga dalam kotak merah, lalu klik Youtube untuk mendapatkan gambar lebih baik.
Teks: ps/Foto-foto: Komsos Sanberna, panitia/Flyer: Panitia/Video: Tim SKKS