Misa daring Sri Paus di Gereja Santa Bernadet.
“Sepanjang Misa saya sudah menahan tangis haru bisa mengikuti Misa bersama Paus. Sekarang saya ditanya-tanya jadi nangis beneran,” ungkap Ibu Kun yang duduk di kursi roda saat ditemui seusai Misa daring di Gereja Santa Bernadet Pinang. “Saya sungguh merasakan Bapa Paus hadir di sini meskipun hanya melihat dari layar tv. Saya duduk paling depan, jadi bisa melihat dengan jelas wajah Bapa Paus,” terang umat dari Lingkungan Isidorus 3 itu.

Ibu Kun menangis mengikuti misa bersama Paus.
Seperti sudah diwartakan berbagai media dalam kunjungannya ke Indonesia tanggal 3-6 September 2024 Bapa Paus Fransiskus akan mengadakan Misa akbar di Gelora Bung Karno Jakarta. Misa akbar dilaksanakan Kamis 5 September 2024 Jam 17.00.

Umat memadati gereja Santa Bernadet Pinang.
Umat yang dapat mengikuti Misa langsung di Gelora Bung Karno hanya mereka yang sudah terdaftar dan memiliki tiket atau Qrcode. Karena dihadiri oleh umat dari seluruh Keuskupan di Indonesia maka jumlah umat dari setiap Paroki yang mendapatkan tiket sangat minim.

Umat bisa mengikuti misa daring live dari gereja masing-masing.
Beruntung Keuskupan Agung Jakarta dalam suratnya No.497/3.5.1.4/2024 tertanggal 2 Agustus 2024 menghimbau agar Gereja-Gereja di Keusupan Agung Jakarta mengadakan Misa daring live dari Gelora Bung Karno Jakarta. Dalam Misa daring di gereja tersebut umat dapat menerima Komuni Kudus.

Umat melihat Sri Paus dari dekat di aula bawah.
Maka sore itu, Kamis 5 September 2024, sebelum jam 4 sore antrean kendaraan yang memasuki area parkir baik roda dua ataupun roda empat terus mengalir. “Kok parkiran motornya kayak Paskahan ya?” celetuk umat yang kesulitan memarkirkan kendaraannya.

Peserta misa di aula bawah.
Pak Kasdana dari Seksi Liturgi Sub. Seksi Tatalaksana menginformasikan jumlah umatnya hampir 2.000an. “Ini belum setengah lima gereja sudah tidak muat jadi kita harus membuka aula bawah,” demikian instruksi Pak Dana—sapaan akrabnya—kepada teman-teman PIC Tatalaksana yang sore itu bertugas. “Beruntung kemarin hari Rabu kita sudah persiapan, jadi kursi dan lain-lain sudah disiapkan,” tambahnya.

Sebanyak 22 orang Prodiakon melayani misa daring Sri Paus.
Tak kalah sigap Pak Kristanto dari Seksi Liturgi Sub. Seksi Prodiakon dengan melihat jumlah umat yang hadir segera menambah petugas pembagi komuni. Dari 20 Prodiakon yang terjadwal ditambah lagi 2 orang, sehingga menjadi 22 Prodiakon. “Kebetulan ada Romo Hieronimus CICM yang tidak ikut ke GBK, jadi nanti ada 23 pembagi komuni,” terang Pak Kris sapaan akrabnya. Kecuali itu, Sie Komsos juga menambahkan beberapa monitor di depan Altar.

Pasangan Mas Sindu dan Mbak Sekar.
“Ini Misa daring tetapi sejak awal sampai selesai Misa saya dapat mengikuti dengan khusuk dan nyaman. Meskipun kita jauh rasanya kita menyatu dengan yang ada di Gelora Bung Karno,” ungkap Mas Sindu. “Terima kasih juga berkat kemajuan teknologi dan sarana prasarana di gereja ini dapat mendekatkan yang jauh. Bahkan saya merasa lebih dekat dan menyentuh hati karena dapat melihat dengan jelas dan detail Bapa Paus Fransiskus dalam memimpin Misa. Bersyukur banget saya hadir di sini,” ungkap Mbak Sekar yang duduk di sebelahnya, keduanya umat Wilayah Maria Goreti.

Bu Risda dari Wilayah Isidorus.
Sementara Ibu Risda dari Wilayah Isidorus mengatakan, dengan mengikuti Misa daring di Gereja ini ia sungguh merasakan sukacita yang amat dalam. “Saya merinding sepanjang Misa Bapa Suci Paus Fransiskus yang sungguh saya rasakan hadir di sini dan membawa sukacita. Pokoknya hari ini seneng banget,” katanya.

Pak Budi Isnanto dari Wilayah Maria.
“Wah ini beda. Gimana ya? Ada hubungan dengan Sri Paus rasanya nyes gitu, karena di Vatikan Sri Paus kan jauh tapi ini tadi bisa lebih dekat,” kata Pak Budi Isnanto dari Wilayah Maria yang juga katekis Sekolah Persink itu. Meta, menantu Pak Budi menambahkan, “Merasa terberkati, senang bisa melihat Paus.”

Meta (kanan) menantu Pak Budi Isnanto.
Dalam perkembangan terkait, Dubes RI untuk Vatikan Trias Kuncahyono dalam sebuah pertemuan di kawasan Senayan usai mengantar Paus Fransiskus ke Bandara Soekarno-Hatta terbang ke Papua Nugini dan Timor Leste Jumat sore mengatakan bahwa Sri Paus sangat senang, terkesan, dan terharu dengan keramahan orang Indonesia.

Dubes RI untuk Vatikan Michael Trias Kuncahyono (kanan).
“Beliau pasti akan minta driver berhenti ketika ada ibu-ibu yang membawa anaknya untuk diberkati, lalu memberikan sesuatu seperti rosario atau permen. Sedetail itu. Beliau terharu melihat ibu-ibu yang menggendong anaknya untuk minta berkat karena kalau di Eropa ibu-ibu biasanya menggendong binatang piaraan,” cerita Dubes Trias.
Teks: Bambang Gunadi, ps/ Foto-foto: Hari Kristanto, ps