Lautan puluhan ribu orang menunggu misa dimulai.
Pada hari Kamis, 5 September 2024, ratusan umat Paroki Pinang Gereja Santa Bernadet berkesempatan menghadiri Misa Akbar bersama Bapak Paus Fransiskus di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Menurut Sekretaris I DPH Lutfina Andreasari, jumlahnya 364 peserta, dengan pembagian 290 peserta di Stadion Utama GBK dan 74 peserta di Stadion Madya. Berangkat dengan menggunakan 6 bus dan 1 elf.

Fergio Dwijayanto (Egi) mengumpulkan barisan bis 1 untuk body check.
Para peserta dijadwalkan berangkat pada pukul 09.30, namun karena ada sedikit keterlambatan akhirnya baru jalan dari Gereja Bernadet pada pukul 10.00 dan tiba di kompleks GBK pada pukul 11.15. Setiba di sana suasananya sangat ramai, sehingga rombongan harus selalu bersama agar tidak terpecah-pecah dengan anggota lainnya.

Rombongan umat Bernadet waktu mau body check.
Saat umat memasuki Stadion GBK, terdapat beberapa kali pengecekan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kebetulan umat Paroki Pinang terbagi menjadi 2 tempat duduk, ada yang di area RED B di tribun lantai 2 dan umat lainnya di area PINK yang berada di lantai 4. Saat menunggu misa dimulai, terdapat beberapa rangkaian acara, salah satunya adalah doa rosario.

Umat St Bernadet bersama umat lain memasuki GBK.
Sejak sekitar pukul 11.30 langit GBK tampak mendung. Saat sebelum mulai, kondisi langit Jakarta khususnya di atas GBK sempat mendung dan gerimis. Dari ekspresi wajah umat, banyak yang panik. Namun ada pengalaman unik, yaitu berkat doa 10 x Salam Maria atas ajakan seorang pastor dari tim MC, semua dapat terkendali. Seperti disulap langit langsung cerah kembali sekitar pukul 15.30.

Pas Paus lewat, umat St Bernadet siap dengan kamera ponselnya.
Ada pemandangan-pemandangan menakjubkan dan menggetarkan dalam misa akbar ini. Terlibat puluhan uskup, baik dari negara-negara Asia dan Australia, dan Indonesia, lebih dari 700 imam konselebran, lebih dari 700 imam untuk membagi komuni, lebih dari 1.000 misdinar, 600 petugas Koor dengan dirigen Romo Eko Wahyu OSC, serta dihadiri hampir 90.000 umat (banyak diberitakan media 86.000-87.000).

Menjelang menuju Altar Paus berkeliling menyapa umat di Stadion Madya dan Stadion Utama.
Lalu Paus Fransiskus menggunakan Bahasa Indonesia ketika memasuki Ritus Tobat, “Saya Mengaku...” Saat bacaan Sabda lektornya seorang tunanetra yang membacakan sabda dengan huruf Braille, namanya Bernadus Dustin. Lalu Kardinal Ignatius memimpin prefasi dengan bahasa latin dan ada pula doa umat dalam Bahasa Jawa, Toraja, Manggarai (NTT), Batak Toba, Dayak Kanayatn, serta Malind (Merauke, Papua). Di saat misa selesai, pihak securiti mengucapkan salam perpisahan kepada umat yang hendak kembali ke bis. Mereka memberikan salam perpisahan yang sangat hangat dengan senyuman dan kebahagiaan.

GBK. Foto diambil dari Tribun Lt 2.

Altar Misa bersama Paus Fransiskus.
Yang pantas digarisbawahi dari Misa Akbar ini adalah bagaimana panitia dan keamanan bekerjasama dengan sangat rapi dalam menjalankan tugasnya. Hal ini tergambar dari crowd control yang sangat baik, mulai dari pencatatan peserta, kedatangan ke stadion GBK, selama acara, hingga kembali ke paroki masing-masing.

Atap GBK yang melindungi tribun dari matahari dan hujan.
Misa bersama Paus Fransiskus ini menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan seumur hidup.
Teks dan Foto: Walter Arya (Fotografer), peserta mewakili Sie Komsos St Bernadet