Adegan Perkawinan di Kana (Yoh 1:1-12) oleh Fasilitator EJ.
Suasana di aula gereja sudah ramai sekali sebelum Pak Margo Yuwono mengawali festival lomba Bible Talent Show dengan doa pembukaan, disusul sambutan Ketua BKSN Pak Budi Prabowo, Minggu 1 September 2024.
Berbeda dengan lomba-lomba sebelumnya, peserta lomba Bible Talent Show bukan lagi individu tetapi kelompok. Penontonnya banyak, dari semua umur. Anak-anak kadang lari berseliweran ke sana kemari tetapi tidak terasa mengganggu jalannya acara, malah menambah keceriaan.

Visualisasi kisah Orang Samaria yang baik hati (Luk 10: 25-37).
Kreativitas kostum atau dandanan peserta yang bernuansa etnis maupun modern menyebar di area tempat duduk penonton dan sejak awal beberapa di antaranya sudah memancing senyum sehingga menciptakan kehangatan suasana.
Seorang penonton tertawa setelah diberi tahu bahwa pemeran korban perampokan penyamun dalam kisah Orang Samaria yang baik hati (Luk 10: 25-37) yang di-make-up dengan kumis dan jenggot tebal adalah perempuan. “Nggak nyangka,” katanya.
Adegan-adegan yang ditampilkan pun sempat bikin penonton tergelak. Misalnya dalam adegan Perkawinan di Kana (Yoh 1:1-12) pemeran Maria memanggil Yesus waktu kehabisan anggur mirip ibu-ibu yang panik mencari anaknya, “Yes…Yes… Yes… Yesus… Yes…Yesus?!”

Yesus menulis di tanah dalam Perempuan berzinah (Yoh 7:53-8:11).
Dalam adegan lain, Perempuan berzinah (Yoh 7:53-8:11), usai menulis dengan jariNya di tanah dan menasihati perempuan itu agar tidak berbuat dosa lagi, Yesus bertanya, “Lalu mau bekerja apa?” Jawab perempuan itu, “Jualan sayur.” Karena lirih suaranya, Yesus bertanya lagi untuk penegasan, “Jualan wedus?” Spontan sebagian penonton tertawa.
Musik yang mengiringi penampilan peserta pun membentang dari yang bernuansa Timur Tengah, pop rohani, sampai Ondel-ondel khas Betawi. Kutipan Yoh 1:20 membawa anak-anak Wilayah Paulus asuhan Ignatius Bimo—alumnus ISI Yogya jurusan musik—menampilkan lagu Halleluia bagi Anak Domba bergaya pop modern.

Kelompok Paulus Musik latihan sebelum tampil live.
Dari awal sampai akhir tak ada satu pun mata acara yang tidak bersentuhan dengan Kitab Suci. Bahkan ketika mengisi waktu luang, Pemandu Acara Egi Fergio membuat kuis spontan ke anak-anak kecil dengan pertanyaan, “Apa bahasa Inggrisnya Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?”
Korwil Paulus Tri Haryanto yang hadir sejak awal sampai akhir, dalam percakapan di sela-sela lomba mengatakan, acara seperti Bible Talent Show itu amat bagus. “Artinya, mereka yang punya talent dan menampilkannya berdasarkan ayat-ayat Kitab Suci itu perlu ditindaklanjuti ke depannya, karena ada banyak talent yang mungkin tersembunyi, entah anak-anak, BIR, atau OMK,” jelasnya.
“Selain menjadi hiburan,” imbuh Pak Tri, “penampilan talent-talent seperti ini bisa memvisualisasikan ayat-ayat Kitab Suci dalam tindakan nyata.” September sebagai Bulan Kitab Suci Nasional merupakan waktu paling mungkin untuk melaksanakannya. “Kapan lagi, coba? Natal atau Paskah waktunya sulit,” katanya.

Cornelius Tri Haryanto, Korwil Paulus.
Romo Lammarudut Sihombing CICM yang datang ketika acara sudah berlangsung beberapa saat “ditembak” oleh MC untuk memberi sambutan. “Makin menarik dari tahun ke tahun. Semoga kita semakin mencintai Kitab Suci dan berpedoman pada Sabda Tuhan,” harap Romo Lamma yang masih berbicara selaku Pastor Paroki Pinang.

Paling depan: Kelompok Agustinus BIR, Juara 1.
Sementara itu Pastor Rekan Romo Hieronimus Jemantur CICM dalam sambutannya mengucapkan selamat untuk panitia (yang dibentuk oleh SKKS Santa Bernadet). “Saya senang karena Paroki ini sudah menggiatkan kita untuk bisa membaca Kitab Suci setiap saat,” kata Romo Hieron, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut Romo Hieron mengatakan, bulan kitab suci sebenarnya tidak hanya bersifat nasional karena pada bulan September ini Gereja memperingati Santo Hieronimus.

Pastor Rekan Romo Hieronimus Jemantur CICM.
Santo Hieronimus, menurut berbagai sumber, adalah seorang Imam dan Pujangga Gereja yang hidup pada abad ke-4 M. Perayaan wajibnya jatuh pada 30 September.
Selama 40-an tahun Santo Hieronimus mengabdikan diri kepada Tuhan dengan menerjemahkan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani dan bahasa Aram ke bahasa Latin; dan Perjanjian Baru dari bahasa Yunani ke bahasa Latin. Kitab Suci terjemahannya itu disebut Vulgata, yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia.
“Santo Hieronimus berjasa menerjemahkan seluruh Kitab Suci yang sekarang diakui sah oleh Gereja, sehingga kita bisa membacanya agar semakin dekat dengan Yesus Kristus,” jelas Romo Hieron yang efektif bertugas di Paroki Pinang sejak 30 Agustus 2024 itu.
Teks: Rani Kristanto, ps/ Foto-foto: Margaretha Sylvia, ps