“Lagu-lagunya Membawa Kita ke Awang-awang…”

24 Februari 2025
  • Bagikan ke:
“Lagu-lagunya Membawa Kita ke Awang-awang…”

Koor Prodiakon usai tugas di Gereja Pinang, Minggu petang (23/2).

Judul di atas adalah komentar Romo Ignas terhadap penampilan koor Prodiakon untuk  mengungkapkan bahwa cara mereka membawakan lagu-lagu “membuat kita terbuai”. Umat spontan tertawa dan tepuk tangan mendengar gaya pujian itu.

sebelas PAKAI

Pak Poerwanto dirigen dan Pak Felix organis (keduanya Prodiakon).

Dalam misa Minggu petang, 23 Februari 2025, di Gereja Santa Bernadet yang dipimpin Romo Ignatius Sudaryanto CICM itu koor Prodiakon tampil dengan kekuatan 43 peserta. Full power. Duduk berdempet-dempetan, mereka hanya menyisakan tempat duduk kosong di baris paling belakang. Inilah tugas koor kedua mereka setelah tugas pertama pada 17 November 2024.

sepuluh PAKAI

Panti koor penuh dengan 43 orang.

Lagu-lagu yang mereka bawakan umumnya sudah familiar di telinga umat. Aba-aba dirigen cukup jelas sesuai tafsirannya atas dinamika lagu dan komunikasinya dengan umat cukup terjaga. Paduan antar-jenis suara (Sopran, Alto, Tenor, Bas) relatif kompak sehingga memudahkan umat ikut menyanyikan lagu.

duabelas PAKAI

Paduan antar-jenis suara relatif kompak.

Bagaimana awalnya muncul gagasan membentuk koor Prodiakon?

Mantan koordinator Pasdior Arum Pranastuti yang ditemui usai misa, sambil duduk di bangku misa dekat panti koor menceritakan bahwa koor Prodiakon dibentuk sesudah ia membidani lahirnya koor Misdinar dan koor Lektor.  “Sesudah Misdinar, Lektor kepengin. Nah, lalu Pak Kris ini yang minta dibentuk juga koor Prodiakon,” kenang Mbak Arum sambil menunjuk Pak Kristanto, koordinator Prodiakon, yang ikut nimbrung di situ.

tujuh PAKAI

Mbak Arum, mantan koordinator Pasdior ikut mendampingi.

Pak Kris mengatakan, koor Prodiakon dibentuk menjelang berakhirnya masa tugas Mbak Arum sebagai koordinator Sub Seksi Pasdior. “Tugas pertama saya tidak sempat mendampingi karena kesibukan lain,” kata Mbak Arum.

delapan PAKAI dul

Pak Kristanto (ke-2 dari kiri), koordinator Prodiakon.

Menurut Pak Kris jumlah Prodiakon Santa Bernadet sekarang 114 orang. Sumber daya manusianya cukup gemuk untuk membuat sebuah kelompok koor, apalagi banyak di antara mereka yang biasa bernyanyi di panti koor, dan ada yang suka rela mendampingi. Namun karena tugas utamanya, Prodiakon tentu tidak mungkin dijadwal rutin seperti kelompok-kelompok koor lainnya.

empat PAKAI

Menyanyikan lagu Komuni.

“Tugas koornya 3 bulan sekali,” ujar Pak Kris. Ini sesuai dengan penjelasan koordinator Sub Seksi Pasdior, Elgi, ketika dihubungi, Senin.  “Kami menghindari tugas-tugas untuk hari besar. Ke depan ini fokus dulu persiapan prapaskah,” imbuh Pak Kris.

Jadi selain tugas pelayanan Liturgis rutin dan ibadat Adorasi tiap Kamis malam, Prodiakon masih meluangkan waktu untuk berlatih koor tiap Minggu malam.

Teks & Foto: ps

Berikut ini link album foto Koor Prodiakon:

https://drive.google.com/drive/folders/1-zxGptTdau2D5tBZ4_CROHhyOZ_Nvaz2

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna