Pemberkatan para pengurus baru oleh Romo Matius Pawai CICM.
Misa Minggu Sore, 4 Mei 2025 lalu terasa agak berbeda di Gereja Santa Bernadet Pinang. Perbedaan tampak dari para petugas tata laksana dan koor, yang memakai kebaya dan berkain. Corak rupa kain dan kebaya yang beragam, menambah warna gereja pada sore yang cerah saat itu. Di altar, tampak pula vandel lambang Wanita Katolik Republik Indonesia, serta puluhan wanita dengan seragam lengkap Wanita Katolik RI di antara umat.
Dalam misa sore itu, diadakan pelantikan Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik RI Santa Bernadet tahun 2025-2028. Periode kepengurusan organisasi Wanita Katolik RI berjalan selama 3 tahun. Petugas koor dan petugas tata laksana, adalah para anggota ranting di wilayah kerja Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.

Theresia Maya E, Ketua Dewan Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet 2025-2028.
Sebelumnya, pada Sabtu, 8 Maret 2025, Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, telah menggelar Konferensi Cabang, untuk memilih pimpinan yang baru. Dalam konfercab yang diadakan di Aula Gereja Santa Bernadet Pinang tersebut, telah terpilih tiga pimpinan dengan suara terbanyak, yakni Theresia Maya Estiningrum, Carolina Lukita Mira Akirima, dan Theresia Heni Mariana. Mereka lantas membentuk dewan pengurus baru, yang akan bekerja selama periode 2025-2028 mendatang. Total ada 33 orang dalam kepengurusan organisasi periode ini.
Dalam homili di misa tersebut, Romo Matius Pawai, CICM mengingatkan dinamika berorganisasi, dari bacaan-bacaan sore itu. Pasalnya, kata Romo Matius, lika-liku dalam perjuangan dan berorganisasi itu tidak gampang.
”Mereka (para wanita) ini sudah mengerjakan banyak hal : mendampingi anak-anak dan keluarga, dan kehadirannya di paroki menyejukkan. Ini tidak gampang dan harus dilakukan perempuan, karena membutuhkan family touch,” ujar Romo.

Petugas persembahan berkebaya.
Romo mengingatkan, dari Bacaan I Kisah Para Rasul, bagaimana setelah Yesus disalib, para rasul ditangkap dan dilarang oleh Imam Agung untuk mengajar. Tapi, Petrus dan para rasul bersikeras. ”Kita harus lebih taat kepada Allah, daripada kepada manusia,” Romo mengutip kitab suci. ”Kita harus lebih taat pada Allah untuk mendapatkan rahmat,” sambung Romo Matius.
Romo melanjutkan dengan pemaparan dari Injil Yohanes. Ketika para rasul kembali pada pekerjaannya sebagai nelayan di Danau Tiberias. Mereka menjala sepanjang malam, tapi tak dapat apa-apa. Lalu ketika hari mulai siang, Yesus datang dan menyuruh mereka menebar jala di sebelah kanan perahu. Mereka lantas mendapat 153 ekor ikan besar, tapi jalanya tidak koyak. Yang bisa kita dapat dari bacaan ini, adalah saat orang kecewa dan frustrasi, Tuhan hadir. Tapi, kita perlu rendah hati untuk mematuhi dan menerimaNya. Seperti para rasul, ketika semalaman berusaha menjala ikan, dan tidak mendapatkan apapun. ”Banyak orang gagal karena hanya mengandalkan diri sendiri,” kata Romo.

Petugas koor, anggota ranting di wilayah Wanita Katolik RI Santa Bernadet.
Sebagai organisasi, kata Romo, Wanita Katolik RI akan melakukan banyak hal di gereja dan masyarakat. Tidak semua orang suka, dan kegiatannya pun, mungkin juga, tidak menyenangkan semua orang. ”Tapi kita harus tunduk pada Allah, jangan pernah putus asa dalam tugas dan pengabdian. Selamat mengabdi, meski kecil di mata manusia, di mata Tuhan semua berarti,” kata Romo menutup kotbah.
Setelah misa pelantikan selesai, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah yang dihadiri para mantan pimpinan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet, pengurus baru, ketua serta anggota ranting di wilayah kerja Wanita Katolik RI Santa Bernadet.

Foto bersama para mantan ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.
Para mantan pimpinan Dewan Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang hadir, yakni Lucia A. Langelo, Anastasia Syanne D. Passat, MA Endang Widiyanti yang masih aktif dalam kepengurusan terbaru dan berperan menjadi MC malam itu, Fransisca Sri Rejeki, Ida Ambarwati, Corens, Rida Yulina, serta Stefany Nathalia Soetedjo, masing-masing membagikan dinamika berorganisasi. Beragam kisah, dari awal pendirian organisasi ini, aktivitas di bedeng karena belum punya gereja, serta lika liku organisasi selama pandemi, dibagikan untuk menambah semangat para pengurus dan anggota Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet.
Salah satu pendiri dan Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet periode 1990-1993, Lucia A. Langelo mengaku senang dan bangga melihat regenerasi dan aktivitas Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet yang terus berjalan selama lebih dari tiga dekade ini. ”Semoga para pengurus baru selalu bersemangat dalam berkarya,” ujarnya. ***
Teks: Hendrika Yunapritta
Foto-foto: Komsos/Walter Arya