Penyerahan tanda tanda kasih secara simbolis oleh Theresia Maya kepada Yuliana Inna, pengurus panti.
Suasana hangat dan penuh sukacita terasa di Panti Jompo Kidung Salomo Agape saat Panitia Bulan Maria 2026 Gereja Santa Bernadet mengadakan kunjungan kasih kepada para penghuni panti. Kegiatan ini dilakukan Panitia Bulan Maria Santa Bernadet 2026 yang merupakan gabungan Wanita Katolik RI Cabang Santa Bernadet dan komunitas warga senior Paroki Pinang Simeon Hana.
Kunjungan tersebut menjadi momen penuh kebersamaan bagi para penghuni panti, pendamping, serta panitia. Saat ini, panti dihuni oleh 14 lansia dengan didampingi oleh 8 pendamping. Menurut Indinah, salah satu pengurus panti, tempat ini telah berdiri selama 19 tahun sebagai rumah pelayanan bagi para lanjut usia. “Pendeta datang dua kali dalam sebulan, begitu juga dokter datang dua kali dalam sebulan,” ujar Indinah.
Panti Jompo Kidung Salomo Agape berlokasi di Pondok Aren, Bintaro, Tangerang Selatan. Panti ini berada di bawah naungan Yayasan Kidung Salomo Agape dan melayani para lansia yang membutuhkan pendampingan serta perhatian sehari-hari. Panti di Tangerang Selatan ini memiliki fasilitas 17 kamar dengan penghuni yang berusia 65 hingga 80 tahun.

Theodora Hartati, perwakilan dari Panitia Bulan Maria Gereja Santa Bernadet Pinang 2026 memberikan sambutan dalam kunjungan ke Panti Jompo Kidung Salomo.
Menurut Yuliana Inna, pengurus di situ, Panti Jompo Kidung Salomo menerima warga senior yang mandiri. Mereka harus dapat makan sendiri, mandi sendiri, berjalan sendiri, meski dengan bantuan tongkat.
Kegiatan harian para penghuni disusun secara teratur agar tetap aktif dan bersemangat. Hari dimulai sejak pukul 05.30 dengan sarapan havermut, dilanjutkan doa pagi dan senam ringan pukul 07.00. Setelah sarapan pukul 08.00, para penghuni biasanya berkumpul di aula sekitar pukul 10.00 untuk mengikuti berbagai aktivitas bersama, seperti mewarnai dan mengisi TTS. Menjelang siang mereka makan bersama, kemudian beristirahat sebelum menikmati snack sore dan makan sore.
Ketua Simeon Hana, Theodora Hartati, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian aksi sosial Bulan Maria 2026. “Kami memang ingin berkunjung di sini. Sudah lama direncanakan, bahkan sejak tahun 2025,” kata Theodora.

TTS - Tebak Tebak Santai dari warga panti, dalam acara yang dipandu oleh Dwiratnani.
Dalam kunjungan Panitia Bulan Maria 2026, acara yang dipandu Dwiratnani, berlangsung meriah dan penuh keakraban. Oma Widi, warga panti, mengajak semua yang hadir bermain TTS alias tebak-tebakan santai. Salah satu tebakan dari oma berusia 81 tahun ini adalah, "Gajah itu besar, kalau kecil namanya jadi apa?" Ketika Siti Maryam dari Simeon Hana menjawab dengan tepat, Oma Widi yang pensiunan dari Siemens ini pun bertepuk tangan dengan semangat.
Suasana haru hadir ketika giliran Oma Lena membacakan puisi. “Setiap hari aku merasa ini berkat dari Tuhan,” ungkap Oma Lena dengan penuh syukur. Tak hanya itu, Oma Lanita menyampaikan Mazmur 23, sementara Opa Apo mempersembahkan lagu pujian yang disambut tepuk tangan meriah.

Senam jari dan tangan, bersama Beatres Yetta.
Sementara itu, kelompok Wanita Katolik RI Santa Bernadet dan Simeon Hana mengisi acara dengan berbagai kegiatan interaktif yang melibatkan seluruh warga panti dan pendamping. Beatres Yeta, aktivis Simeon Hana, dengan penuh semangat memimpin senam jari yang berlangsung seru dan mengundang tawa. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyi dan berjoget bersama yang membuat suasana semakin akrab. Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama sebagai simbol kebersamaan dan perhatian kepada para oma dan opa penghuni panti.
Melalui kunjungan ini, Panitia Bulan Maria 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga kasih dan kepedulian bagi para lansia di Panti Jompo Kidung Salomo Agape. Kehangatan sederhana yang tercipta menjadi pengingat bahwa perhatian dan kebersamaan adalah hadiah paling berharga bagi mereka di usia senja. ***

Panitia Bulan Maria bersama pengurus panti.
Teks: Ika/ Foto-foto: Maya