“ Kebhinnekaan Berawal dari Rumah,” adalah tema yang diusung dalam bulan keluarga 2017. Menilik kata kebhinnekaan kita merujuk pada makna keragaman atau bermacam-macam. Keragaman pun ada dalam keluarga. Setiap pribadi diciptakan unik seturut gambar dan rupa Allah. Ada ayah yang pendiam, ibu yang komunikatif, anak-anak yang bertalenta dan keragaman sifat serta pribadi masing-masing yang semuanya ada dalam kesatuan Gereja kecil yaitu keluarga.
Keragaman dan keunikan ini tidak jarang menimpulkan gesekan dan selisih paham. Namun, kita yakin akan sabda Tuhan yang terdapat dalam 1 Korintus 12:12 yang mengatakan , “ tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.”

Tampak suasana acara yang berlangsung meriah.
Pertemuan bulan keluarga ini dikemas secara apik oleh KOMKK KAJ. Inti dari setiap pertemuan yang dimulai pada masa Adven, mengajak seluruh umat di keluarga, lingkungan, dan wilayah untuk bersukacita menyambut Sang Immanuel dan merasakan kasih Allah yang menyatukan. Paroki St. Bernadet Ciledug, melalui Seksi Kerasulan Keluarga telah melakukan sosialisasi bulan keluarga ini kepada para Kaling dan Pamong Sabda pada 5 November 2017. Kegembiraan dan kasih Allah sangat dirasakan oleh semua hadirin yang ada. Gerak dan lagu dicontohkan sesuai dengan materi dalam setiap pertemuan.
.jpg?1510745074275)
Indahnya kebersamaan.
Pertemuan pertama mengajak kita sebagai umat beriman untuk hidup damai dan bertoleransi dengan menunjukkan kecintaan dan kebanggaan akan Tanah Air kita sebagai anugerah Allah. Selanjutnya, pada pertemuan kedua kita diajak untuk merasakan cinta kasih Allah dalam keluarga dan belajar menyayangi serta menghargai sesama. Pada pertemuan ketiga kita diajak untuk terus menumbuhkan sikap adil kepada orang-orang di sekitar kita karena kita telah merasakan keadilan Allah. Pertemuan terakhir menyemangati kita untuk mewujudkan kebhinekaan sebagai cermin keadaban. Demikian kiranya, kita mempersiapkan diri menyambut kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus dengan sukacita dan rasa syukur yang tulus. Amin.
Text & Foto : Johanes Widjajanto