Mazmur itu penting untuk memuliakan Tuhan yang sudah menjadi tradisi sejak perjanjian lama. Ketika saya diseminari mazmur itu wajib dinyanyikan tiap hari. Maka kehadiran anda hari ini manfaatkan dengan baik untuk menimba ilmu dan menambah pengetahuan untuk memuji dan memuliakan Tuhan , terlebih untuk pelayanan Misa Kudus. Hal itu disampaikan Romo Lamma Sihombing CICM Pastor Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet dalam sambutannya pada Workshop Pemazmur , Dirigen dan Pelatih Paduan Suara pada hari Minggu 12 November 2017 di Balai Metro Permata.

Romo Lamma Sihombing, CICM dan seluruh peserta workshop mendengarkan dengan seksama.
Workshop yang diselenggarakan oleh Komunitas Pemazmur yang didukung oleh Seksi Liturgi Paroki Ciledug ini dengan nara sumber Bp.Joseph Kristanto Pantioso yang biasa disapa Mas Akis. Beliau adalah warga Paroki Mangga Besar Gereja Petrsus Paulus masih di Keuskupan Agung Jakarta. Mas Akis menyelesaikan pendidikan musik klasik dan olah vokal di Sekolah Tinggi Musik Hochshule Freiburg , Jerman.
Selain itu selama di Jerman Mas Akis juga belajar musik liturgi. Beliau juga salah satu pendiri Sanggar dan Studio Musicasa di daerah Harmoni Jakarta Pusat dan aktif sebagai pembicara dan narasumber olah vokal dan musik gereja.alam paparannya Mas Akis mengungkapkan betapa dasyat dan hebatnya lagu lagu dan musik Gereja Katolik , Lagu lagu gereja katolik adalah lagu lagu yang kaya dan mahal.
Maka menurut saya kalau ada yang bilang lagu lagu kita membosankan itu karena kita tidak sanggup mempelajari dan membawakan dengan baik. Maka kita yang dengan kemampuan seadanya ini tetapi mau melayani untuk menyanyi di gereja harus terus belajar dan memperbaiki diri. Kita harus berusaha menyanyikan sebagus mungkin lagu dan nada yang sudah disiapkan bukan malah disesuaikan dengan selerakita.

Panitia bergembira karena sukses untuk melaksanakan workshop pemazmur.
Kalau kebiasaan itu kita ikuti pasti tidak ada habisnya dan semakin jauh dari musik dan lagu yang seharusnya.engan gaya pemaparan yang santai dan suara yang lantang tapi nyaman untuk didengarkan membuat 70 peserta workshop hari itu tampak antusias. Apalagi semua dilakukan dengan praktek langsung seperti olah napas dan menyanyikan mazmur , maka ketika ada kesalahan langsung dikoreksi. Dari waktu yang direncanakan pukul 10.00 – 15.00 baru berakir pukul 16.00 itupun peserta masih merasa kurang.
Keseriusan peserta terbukti di akir sesi, 10 pertanyaan yang disiapkan Mas Akis dari materi workshop mampu dijawab semua . Dan tentunya ada hadiah menarik yang sudah disiapkan oleh panitia.