Oleh Denny Suliawan
Apa itu sukacita? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sukacita berarti suka hati; girang hati; kegirangan; sedang arti yang lain adalah hasrat atau emosi yang digairahkan oleh perolehan atau pengharapan akan kebaikan.
Semua orang ingin bersukacita dan mencari sukacita dalam hidup mereka; apapun kondisi mereka, baik dalam hal ekonomi, status sosial, kesehatan, dll.
Ada beberapa hal tentang orang bersukacita, seperti sukacita di tengah-tengah dosa (obat terlarang, mabuk-mabukan, seks, pesta pora, dll); sukacita karena keberhasilan, dan sukacita dari Tuhan.

Supaya kita tidak keliru bersukacita karena dasar yang salah, maka saat ini kita mau membahas sukacita dalam Tuhan. Sukacita dalam Tuhan timbul dari dalam hati kita dan dalam situasi apapun.
Tuhan sangat mengasihi kita dan mau kita selalu bersukacita. Dalam Perjanjian Baru saja kata sukacita disebut banyak sekali. Sukacita adalah salah satu dari senjata paling ampuh yang kita miliki untuk melawan iblis. Iblis cenderung mencuri sukacita daripada harta atau yg lain.

"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" (Filipi 4:8)
Bagaimanakah caranya agar kita dapat senantiasa bersukacita? Kata kunci di sini adalah "dalam Tuhan”. Di luar Tuhan mustahil kita dapat senantiasa bersukacita.
Didalam Filipi 4:4-8, kita bisa belajar untuk bersukacita dengan melakukan hal-hal berikut: 1. melakukan kebaikan; 2. jangan kuatir; 3. jaga hati dan pikiran yg baik.
Orang yg bersukacita dalam Tuhan tidak berarti tidak punya masalah/tantangan dalam hidup mereka. Masa-masa kesedihan dan depresi dapat melanda kehidupan orang Kristen yang paling saleh sekalipun. Kita melihat banyak contoh semacam ini dalam Alkitab.

Kehendak Tuhan bagi orang percaya adalah bersukacita senantiasa. Bukan saja dalam waktu enak dan senang saja, tetapi juga dalam waktu yang sulit dan susah sekalipun. Berada dalam penjara dengan kaki terpasung bukan alasan bagi Paulus dan Silas untuk tidak bersukacita, bahkan di tengah malam keduanya menyanyikan pujian bagi Tuhan (baca Kisah 16:25).
Manfaat dari Bersukacita
Manfaat dari bersukacita adalah (1) berkat bagi kita; (2) sukacita bagi orang-orang sekitar kita; (3) kesehatan yang lebih baik.
Kita juga perlu waspada terhadap si jahat yang selalu mencoba mencuri sukacita kita di mana dan dalam kondisi apapun.
Salah satu cara paling ampuh untuk menjaga sukacita kita adalah mengizinkan Roh Kudus memimpin hidup kita! Dengan dipimpin oleh Roh Kudus, maka Ia akan memberi kita ”kuasa” untuk melakukan segala pekerjaan kita dengan senang hati.

Kesimpulannya, sukacita menghasilkan banyak hal yang luar biasa, oleh sebab itu jangan biarkan iblis merampas sukacita dari diri kita. Dengan sukacita kita akan mampu melakuan perkara-perkara yang gagah perkasa bersama Tuhan!
*) Ringkasan renungan dalam pertemuan PDPKK di Gereja Santa Bernadet, Rabu 13 Maret 2019.
Foto-foto: Kevin Meydio
Info: di paroki kita ada 2 PDPKK, di Pinang PDPKK St Bernadet dan di Metro PDPKK Yoselina. Diadakan setiap Rabu minggu ke-2 dan ke-4 pukul 19.30.