Talk Show Pernikahan Katolik

27 Maret 2019
  • Bagikan ke:
Talk Show Pernikahan Katolik
Romo Lamma sebagai pembicara pertama talk show.

Pernikahan itu indah. Barangkali banyak suami-isteri yang mencibir dan tersenyum maklum. “Maklum, baru mau menikah, jadi terbayang indahnya saja!” “Maklum, pengantin baru, jadi tahunya yang indah-indah…”

Bagaimana dengan pernikahan Katolik yang tidak bisa diceraikan, satu untuk seumur hidup? Tentu, banyak aspek yang terlibat dalam sebuah perkawinan Katolik. Salah satunya relasi seksualitas dalam pernikahan Katolik. Hal inilah yang diangkat dalam talk show bertema serupa oleh Seksi Kerasulan Keluarga Santa Bernadet Paroki Ciledug, Minggu, 24 Maret 2019 lalu.

SKK4-B_2

Dokter Dyana Safitri Valies

Yohanes Bosco Randi Pusponegoro, Ketua Panitia Talk Show, menjelaskan bahwa tema ini dipilih karena seksualitas, lazimnya, tabu untuk dibahas dalam keluarga.

“Maka, kami mencoba membuat acara ini, agar setiap pasangan suami-isteri mampu memahami dan menyegarkan kembali janji setia mereka kepada Tuhan,” ujar pria yang akrab dipanggil Bosco ini. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk membantu Ketua Lingkungan mengatasi konflik keluarga dari sudut pandang seksualitas.

SKK5-c_1

Ngakak girang dengar pasutri sharing cara dan gaya berintim.

Acara yang dihadiri oleh 50 pasang suami-isteri itu dimulai dengan refleksi oleh Steven Madyo Sukarto, dari Sie Kerasulan Keluarga. Ia menyodorkan topik,mengapa setelah lima, sepuluh, lima belas tahun menjalani hidup berkeluarga, ungkapan-ungkapan kasih itu lemah lembut dan memaafkan jadi tidak berarti. Satu penyebab yang banyak dijumpai ternyata adalah memudarnya hubungan intim suami-isteri. Hubungan ini tidak lagi indah, intim, dan kudus seperti layaknya waktu awal menikah dulu.

Romo Lamma Sihombing CICM sebagai pembicara pertama mengingatkan lagi tentang Spiritualitas Perkawinan Katolik. Hubungan suami-isteri dalam pernikahan Katolik disebut sebagai bentuk komunikasi terdalam antar manusia.

Bagus wid

Tak satupun peserta beranjak pulang sampai akhir.

Selanjutnya, dokter Dyana Safitri Valies SPOG (K), Mkes memaparkan seksualitas dari segi medis. Dosen di Fakultas Kedokteran UPH sekaligus dokter di Siloam Karawaci ini memberikan penjelasan gamblang mengenai aspek seksualitas dan kondisi medis yang menghalanginya.

Sedangkan pembicara ketiga, yakni pasangan suami isteri Jeffry Yamin dan Fonny memaparkan bagaimana menjaga agar kehidupan rumahtangga tetap harmonis, yakni dengan lebih mengenal kebutuhan pasangan serta berkomunikasi secara terbuka.

Sebelum memasuki ruangan, peserta diberi kertas kecil yang bisa diisi dengan pertanyaan, seandaikan yang bersangkutan malu untuk menyatakannya di dalam forum. Namun, karena paparan para pemateri yang sangat menarik, banyak peserta berebut mengajukan pertanyaan.

SKK1

Beragam topik mulai dari kontrasepsi alami hingga aturan gereja Katolik tentang bayi tabung dilontarkan kepada para pembicara.

Acara yang dipandu MC Aristo Pratama ini diwarnai gelak tawa karena masalah seksualitas yang lazimnya dianggap tabu itu dibahas secara terbuka  nyaris vulgar meskipun diusahakan tetap berada dalam bingkai kehidupan orang beriman. Namun ada seorang peserta yang sambil tertawa mengaku kaget karena ternyata seks  boleh dibicarakan begitu terbuka di lngkungan gereja. 

Bosco1

Yohanes Bosco Randi Pusponegoro.

Rata-rata peserta merasa puas dan terbantu dengan acara ini. Seorang peserta mengaku mendapat pengetahuan baru bahwa aktivitas seksualitas termasuk dalam kategori doa sejauh terbangun komunikasi dan keterbukaan di semua titik perjalanan hidup suami-isteri.

Pasutri David dan Dian yang baru setahun menikah mengaku beruntung bisa ikut talk show ini, karena mereka jadi punya bekal untuk menjalani kehidupan pernikahan mendatang.

SKK3-E_2

Semua peserta talk show bisa tertawa lepas karena puas.

Inneke, peserta dari Wilayah Paulus juga menyatakan puas. “Acaranya oke, meski singkat tapi mengena pada intinya,” ujarnya. Pasutri Sigit dan Maria pun mengamini hal itu. “Acaranya bermanfaat. Ibarat hape, jadi seperti di-charge ulang, sehingga kami lebih bersemangat dalam menjalani hidup bersama,” kata dia.

Teks: Bambang Gunadi, Arum P / Foto-foto: Bambang Gunadi-Komsos

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna