Komunitas Kerahiman Ilahi (KI) Lingkungan Petrus 2, Kunciran dan Paulus, Paroki Ciledug, melakukan ziarah ke 7 lokasi peziarahan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Ziarah dilaksanakan selama 4 hari dan 4 malam. Berangkat Rabu Abu (6/3), malam Kamis jam 00.00, dari Kunciran dan kembali pada hari Minggu malam (10/3) dengan menggunakan bus. Total peserta seluruhnya 25 orang (21 orang Petrus 2, 2 orang Petrus 3 dan 2 orang Paulus 1).

Dalam Ziarah ini kami melakukan jalan salib, doa Rosario, dan perenungan. Ada 3 inti ujud doa yang selalu kami daraskan, yaitu: 1) Pembangunan gedung Gereja St Bernadet; 2) Persekutuan Komunitas Kerahiman Ilahi; dan 3) Intensi pribadi/keluarga.
Ziarah dilaksanakan di Gua Maria dan Taman Doa sbb: 1. Taman Doa Nrawoh Sragen; 2. Gua Maria Rosalia, Ngijo Wonosari; 3. Taman Doa Maria Ratuning Karahayon Gantang Ketep, Magelang; 4. Sumur Kitiran Mas Pakem: 5. Gua Maria Watu Blencong, Borosuci, Nanggulan Yogya; 6. Gua Maria Kaliori Banyumas; dan 7. Taman Doa, Maria Regina Cirebon.

Ziarah ini sungguh-sungguh mengesankan, karena kami bisa merasakan betapa kecilnya kita dan betapa Agungnya Tuhan. Tuhan yang penuh kasih dan melindungi umatnya.

Dalam perjalanan awal menuju Ngrawoh Sragen kami dihadapkan pada kemacetan luar biasa dari Cawang hingga Cikampek, dan 2 ban bus yang kami tumpangi meletus sekaligus di Tol Boyolali.
Dijadwalkan tiba di Ngrawoh sekitar jam 11 siang. Karena macet dan ban meletus, tiba di Ngrawoh baru jam 16.00. Tempat nyaman. Kami mulai dengan rangkaian doa Rosario dan doa pembangunan gereja. Perjalanan lanjut ke Wonosari, tiba di penginapan jam 21.00. Dari penginapan menuju Gua Maria di Ngijo.

Perjalanan selanjutnya menuju Taman Doa Maria Gantang, Ketep, Magelang, dilanjutkan ke Sumur Kitiran Mas, Pakem. Sumur terletak di dalam gereja di samping Altar. Airnya pH-nya tinggi. Seger sekali dan ada banyak kesaksian, orang sembuh dari sakitnya berkat air dr sini.

Menuju Gua Maria Watu Blencong, Boro, medan sangat berat, berbahaya. Perlu keahlian khusus melintas jalur ini, naik ke gunung, jalan sempit, tanjakan berat. Utk mencapai gua jalan kaki lumayan 300 meter mananjak terus!

Waktu menuju Gantang jalannya kecil berliku dan nanjak. Tetapi ternyata menuju Watu Blencong, jalannya sempit lagi, lebih jauh dan nanjaknya lebih mengerikan, kanan kiri jurang.

Sebenarnya perjalanan ke Watu Blencong ini tidak direncanakan. Kami menemukannya dalam perjalanan menuju air terjun yang jalannya mengerikan. Nah dalam perjalanan itulah kami temukan sebuah gua yang dibangun masyarakat sekitar secara swadaya. Akhirnya kami batalkan berekreasi ke air terjun dan menuju ke Gua Maria.

Dari Boro kami menuju Kaliori, mengkuti misa yang dipimpin Romo Damianus, OMI. Dari Kaliori menuju Taman Doa Maria Regina Cirebon. Kami mengakhiri ziarah kami di sini, kemudian kembali ke Kunciran.

Puji Tuhan dalam perjalanan yang melelahkan dan mengerikan, kami merasa sangat dekat dengan Tuhan.

Foto-foto: T. Sihono