Simeon-Hanna Bernadet Ziarek ke Cirebon dan Tegal

28 April 2019
  • Bagikan ke:
Simeon-Hanna Bernadet Ziarek ke Cirebon dan Tegal
Taman Doa Maria Regina Cirebon.

Tanggal 23 dan 24 April 2019 keluarga besar Paguyuban Simeon-Hanna St Bernadet melakukan ziarah dan rekreasi yang diikuti 50 orang. Berangkat dari Pinang jam 06.00 menuju Taman Doa Maria Regina Cirebon.

Di tempat ini kami melakukan ibadat untuk memohon kerukunan, keharmonisan, dan kesehatan keluarga besar Simeon-Hanna dan juga para pengurus Gereja serta utk pembangunan gereja. Setelah foto bersama perjalanan dilanjutkan menuju ke Taman Doa Jati Segara Wening Tegal.

ziarah6-ok

Kami mendaraskan doa Rosario dengan ujud doa yang didaraskan di Maria Regina. Tempat ini cukup tenang utk berdoa apalagi saat itu saatnya matahari terbenam. Jadi doa dapat berjalan khidmat. Banyak permohonan yang disampaikan oleh peserta.

Di kedua taman doa tersebut, Cirebon dan Tegal, rombongan lansia Santa Bernadet  memberikan tali kasih berupa kolekte mapun donasi  berwujud baju batik untuk masing-masing tempat sebanyak 1 kodi atau 20 potong.

Perjalanan dilanjutkan ke Taman Wisata Guci. Jam 20.00 kami sampai penginapan. Setelah makan malam diadakan acara games, dan ngobrol santai hingga malam.

ziarah5-ok

Taman Doa Jati Segara Wening Tegal.

Kamis pagi kami mengawali kegiatan dengan Ibadat Sabda dan merenungkan Sabda Tuhan.

Sesuai dengan kalender liturgi, Lukas 24: 13-35 tentang perjalanan 2 murid Yesus yang pulang ke Emmaus, Sabda Tuhan ini sungguh menarik. Ada 4 pesan utama yang bisa ditarik dari permenungan itu.

1). Dua murid Yesus yang sudah 3 tahun bersama Yesus tidak dapat mengenali orang yang berjalan bersamanya. Hal ini karena hati mereka telah tertutup oleh rasa kecewanya, Yesus mati disalib, tidak sesuai harapannya.

Kita pun sering lupa dan bahkan meninggalkan Tuhan bila harapan dan doa kita tidak terkabulkan, kita juga lari dari persekutuan, menyendiri.

ziarah7-ok_1

2). Kedua murid menyadari bahwa orang itu adalah Yesus setelah Ia memecahkan roti. Ekaristi sungguh memiliki daya yang kuat untuk menggugah dan meneguhkan iman, serta selalu menimbulkan harapan. Maka janganlah mengikuti Ekaristi hanya karena kewajiban, tetapi jadikan Ekaristi sebagai kebutuhan.

3). Hati kedua murid berkobar saat Yesus bicara tentang kitab suci. Maka buatlah hati kita juga selalu berkobar-kobar dengan membaca kitab suci setiap hari. Landasi hidup kita dengan Sabda Tuhan.

4). Kedua murid kembali ke Yerusalem dan menceritakan apa yang dialaminya kepada para rasul. Ini juga mengingatkan kita agar kembali dalam persekutuan umat beriman dan terus memberikan kesaksian tentang Yesus Sang Penyelamat melalui kehidupan kita sehari-hari. Menjadi orang katolik sejati.

Berdoaok

Khusuk berdoa.

ziarah2-ok

Setelah mendapat santapan rohani, kami sarapan dan seperti biasa joget bersama, bersuka ria dipandu Bu Yetta yang selalu penuh semangat, total.

Acara dilanjutkan rekreasi, mandi air panas alami, selfi dan lain-lain.

Meskipun peserta umurnya sudah lanjut, banyak di atas 70 tahun (sesuai namanya lansia), tetap selalu semangat, seperti anak-anak TK, bernyanyi dan bermain layaknya anak-anak, karena ada mantan guru TK yang penuh semangat. Dari Guci kami kembali ke Pinang. Karena kemacetan yang parah kami tiba di Pinang jam 22.30.

ziarah8-ok

Kami ucapkan terimakasih kepada Romo dan segenap pengurus Dewan Paroki yang selalu men-support dan mendampingi Keluarga Paguyuban Simeon-Hanna ini.

Berkah Dalem.

Teks: T. Sihono

Foto-foto: Komunitas Simeon-Hanna St Bernadet

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna