Sulap Pun Menjadi Sarana Pewartaan

30 April 2019
  • Bagikan ke:
Sulap Pun Menjadi Sarana Pewartaan
Bing Rahardja memanfaatkan sulap untuk pewartaan.

Minggu (28/4) menjadi puncak pesta Kerahiman Ilahi. Rangkaian kegiatan acara tersebut diawali dengan misa lalu dilanjutkan dengan pesta kerahiman anak. Acara dilakukan di gereja Santa Bernadet, Pinang. Sebanyak 211 anak bina iman mengikuti acara ini.

Demi suksesnya acara ini panitia telah melakukan persiapan sejak 2 bulan yang lalu. Persiapan tersebut mulai dari pencarian dana sampai mencetak spanduk dan pamflet untuk menyebarkan informasi acara. Selama 9 hari bertutut-turut juga diadakan Novena Kerahiman sebelum puncak acara dilaksanakan.

KICar6-ok

Terpukau permainan sulap.

Di acara puncak pesta kerahiman, komunitas Kerahiman Ilahi yang merupakan gabungan dari wilayah Metro dan Kunciran (Petrus) bekerja sama dengan Bina Iman Anak (BIA) St Bernadet. Pesta kerahiman anak dilakukan di tenda bawah setelah misa kedua selesai.

KI1

Banyak yang ikut serta acara pesta kerahiman anak.

“Alasan praktisnya, anak-anak dari kecil kalau sudah ditanamkan apa itu kerahiman maka mudah-mudahan sampai besar punya bekal ‘Aku ini anak kerahiman’. Bapaku rahim artinya Bapaku punya belas kasih, maka aku harus punya belas kasih seperti Bapaku,” kata Ibu Meiny selaku koordinator acara.

senang

Antusias menikmati sulap dan cerita kerahiman.

Sarana pewartaan

Acara bertema “Aku Anak Kerahiman” ini dikemas dengan menarik dengan menampilkan atraksi sulap.  Sulap tersebut dibawakan oleh Bing Rahardja (59), master sulap terkemuka Indonesia yang juga guru ekstrakurikuler sulap di Jakarta International School (JIS) dan sudah mengarang banyak buku sulap. Beliau berasal dari Gereja St Helena, Paroki Curug.

KICar5-ok

Hiburan kakak-kakak pembina BIA.

Hal unik lainnya adalah atraksi sulap tersebut dilakukannya sambil bercerita tentang sesuatu yang berhubungan dengan kerahiman sesuai dengan tema acara. Anak-anak terlihat antusias sambil beberapa kali bertepuk tangan dan tertawa. Bing Rahardja memanfaatkan sulap sebagai sarana pewartaan.

KI3-ok
Gembira bernyanyi bersama.

Majalah sulap Indonesia Black Jade dalam salah satu edisi online pernah mengutip kata-kata Bing Rahardja yang bernama asli  Basoeki Gandarahardja itu, “… di luar negeri sulap sudah banyak dimanfaatkan sebagai satu sarana penyampai kebenaran firman Tuhan.”

Sesudah menyaksikan atraksi sulap, anak-anak juga semangat mengikuti gerak dan lagu yang dibawakan oleh kakak-kakak Pembina BIA. Sekitar pukul 12.00 acara berakhir.

KI4-ok

Bernyanyi bersama sebisanya.

Ibu Meiny mengatakan, “Supaya pewartaan kerahiman kepada semua umat semakin hari semakin bisa menjangkau umat lebih banyak lagi, kita harus jadi anak yang rahim, jangan cuma di slogan Yesus Kau andalanku tapi di kehidupan tidak. Karena kerahiman itu harus mengikuti seperti pola salib yang tidak hanya vertikal memuji kepada Tuhan, tetapi secara horizontal juga harus kepada sesama mengasihi, mengampuni.”

Teks: Margaretha Elsa, ps.

Foto-foto: Carolus WA, Arum P.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna