Gereja Santa Bernadet Pinang “Diserbu” Para Pencari Dana

14 Juli 2019
  • Bagikan ke:
Gereja Santa Bernadet Pinang “Diserbu” Para Pencari Dana
Margareta Sylvia (kiri) tengah menawarkan jualan OMK Isidorus.

Minggu, 14 Juli 2019, usai misa kedua, Gereja Santa Bernadet Pinang “diserbu” para pencari dana. Mereka tidak hanya datang dari Paroki Ciledug, tetapi juga dari paroki tetangga, Alam Sutera.

Sedikitnya ada 6 komunitas yang memanfaatkan keramaian umat usai misa kedua itu untuk menghimpun dana dengan cara berjualan, yaitu Emmaus Journey (EJ), Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP), OMK Isidorus, Sie Kepemudaan (SieKep) Paroki, Panitia Natal Paskah 2019-2020 FX-Elisabet (FELIS), dan Panitia Pembangunan Gereja Santa Maria Benteng Gading dari Gereja Laurensius Paroki Alam Sutera.

DSC_0209-ok

Anak-anak SieKep Bernadet menawarkan kripik aneka rasa.

Mengambil tempat di pinggir jalan-jalan menuju area parkir, dengan kreativitas masing-masing para pencari dana itu berusaha menarik perhatian umat yang baru saja selesai mengikuti misa agar mau membeli dagangan yang mereka jual.

“Ayo, Om… ayo, Tante… kripiknya…” kata anak-anak dari Sie Kep menawarkan dagangannya dengan suara lantang. Sementara penjaga stan yang sudah ibu-ibu dan bapak-bapak dari komunitas lain lebih banyak menunggu, baru menawarkan dagangan ketika ada orang lewat di depan stan mereka. Atau bahkan ada yang diam saja, duduk dengan pasang muka senyum tanpa berusaha menawarkan jualannya.

DSC_0216-ok_1

Stan KEP menjual aneka minuman dan makanan kemasan.

Orang-orang muda lebih agresif dalam menawarkan dagangan dibanding bapak-bapak dan ibu-ibu,  walaupun tidak ada jaminan bahwa yang teriaknya lebih keras dagangannya juga lebih laku keras.

Emmaus Journey

Dari Emmaus Journey yang turun cari dana di Pinang adalah Panitia EJ Angkatan VII. Mereka menjual berbagai macam sayuran  yang ditaruh di atas meja. Ada juga bandeng presto. Semacam banner berbentuk bendera segi tiga warna merah bertuliskan "Emmaus Journey" dipasang mencolok di atas meja lapak.

DSC_0213-ok_1

Stan Emmaus Journey menawarkan aneka sayur.

“Kami mencari dana untuk Emmaus Journey Angkatan VII,” kata Ibu Sulardi, salah seorang anggota Panitia EJ Angkatan VII. Seperti diberitakan, EJ Angkatan VI barusan selesai Rekoleksi Penutupan 16 Juni lalu, dan langsung ada serah terima kepanitiaan ke Angkatan VII.

Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP)

KEP mencari dana untuk Angkatan VII 2019. Ketua, bendahara, dan pengurus lainnya menggelar dagangannya di saung bawah. Umumnya yang dijual adalah makanan kemasan, meskipun ada juga siomay dan minuman dingin, bahkan jamu tradisional macam kunyit asam dan beras kencur.

20190714_102553-ok

Pak Tugimin, KEP Angkatan VII.

Ketua KEP Angkatan VIII, Bp Edi Sri Widodo dari wilayah Petrus, ikut aktif melayani orang-orang yang mau membeli. Retret KEP akan diadakan 23 November 2019 di Sukabumi. Koordinator Seksi Dana Ibu Klaudia Maria Trisnyo mengatakan, biaya keseluruhan KEP cukup besar.

20190714_101941-siomay

Ada siomay di stan KEP.

Pak Tugimin, anggota KEP Angkatan VII di depan lapak saung bawah menjelaskan bahwa pembekalan KEP berlangsung selama 4 bulan sebelum acara di Sukabumi tersebut. “Guru-gurunya dari Sekinah, termasuk Pak Trisno Kambali,” katanya.

OMK Isidorus

OMK Isidorus membuka lapak minuman-minuman dingin dan makanan seperti bakpao. Menurut Margaretha Sylvia Calista, salah satu anggotanya,  upaya pencarian dana itu masih melanjutkan usaha sebelum-sebelumnya, yaitu untuk mencari tambahan biaya retret yang rencananya akan diadakan bulan Juli ini.

DSC_0207-ok

Stan OMK Isidorus cari dana untuk rekoleksi.

Sie Kepemudaan

Lima anak dari Sie Kep Paroki Ciledug Minggu pagi itu menjual keripik singkong aneka rasa. Mereka adalah Anggit, Galih, Adi, Bella, dan Ira. "Enak, Om, ayo beli dong," kata salah seorang di antara mereka sambil menawarkan keripik kemasan yang dibanderol Rp 15.000 per kemasan itu kepada seorang lelaki yang lewat.

DSC_0205-ok

Anggit, Galih, Adi, Ira, Bela, demi PORSENI...

Sie Kep Paroki Ciledug berperan serta dalam acara PORSENI Dekenat Tangerang 1 GLASS yang akan diselenggarakan September mendatang. Ditanya mendapat target perolehan dana berapa, Adi menjawab, "Ya pokoknya semua keripik ini harus habis, 6  dus kali 12 kali Rp 15.000 atau Rp 1.080.000."

Panitia Natal-Paskah FELIS

Sementara itu, Panitia Natal-Paskah 2019-2020 dari Wilayah FX dan Elisabet (FELIS) juga membuka lapak makanan untuk mencari dana. Menempati lokasi di sebelah stan EJ, Panitia FELIS menjajakan makanan-makanan kering kemasan.

DSC_0214-ok_1

Stan Panitia Natal-Paskah 2019/2020 FELIS, tanpa tanda...

Berbeda dengan panitia-panitia Natal-Paskah sebelumnya, FELIS  tidak memasang tanda apapun. Orang baru tahu bahwa itu stan FELIS setelah bertanya pada ibu-ibu yang menjaga dagangan itu.

Gereja St Maria Benteng Gading

Pencari dana dari Paroki Alam Sutera untuk pembangunan Gereja Santa Maria Benteng Gading Serpong menempuh cara yang tidak konvensional. Mereka tidak jualan makanan tetapi menawarkan tiket untuk nonton "Charity Music Festival & Stand Up Commedy" dengan  para artis terkenal, seperti Glenn Fredly, Barry Likumahuwa, Citra Skolastika, dan Bams. 

DSC_0203-ok

Mencari dana dengan cara berbeda, tidak konvensional.

Acara yang akan diselenggarakan Sabtu 12 Oktober sore di Basile Convention Center Gading Serpong itu mematok harga tiket dari Class 1 Rp 200.000 sampai Signature Class seharga Rp 1.500.000. 

Pak Zaldy yang menjaga stan itu mengatakan bahwa Gereja Santa Maria Benteng Gading yang akan dibangun di Gading Serpong adalah anak dari Paroki Alam Sutera. Ia katakan, nasibnya kurang lebih  sama dengan Gereja Bernadet, permohonan IMB baru akan diajukan. "Masih berjuang," katanya.

DSC_0202-ok

Pak Zaldy dari Paroki Alsut menawarkan tiket konser amal.

Ditanya izin lewat siapa bisa mencari dana di Gereja Bernadet, Pak Zaldy menjawab, "Dua minggu lalu kami mendapat izin lewat Sekretariat Paroki Ciledug." Katanya, meski harga tiket tidak tergolong murah, di Gereja Bernadet ternyata ada yang beli juga. 

Semoga bukan karena "serbuan" para pencari dana tersebut, jika Minggu 14 Juli setelah misa kedua itu konter koperasi kelihatan sepi pengunjung.

Teks & Foto-foto: ps/KOMSOS

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna