Misa Pembukaan EJ Angkatan VII, dalam Pelayanan Harus Rendah Hati

15 Juli 2019
  • Bagikan ke:
Misa Pembukaan EJ Angkatan VII, dalam Pelayanan Harus Rendah Hati
Panitia dan fasilitator Emmaus Journey St Bernadet.

Pada hari Sabtu pagi, 13 Juli 2019, Emmaus Journey menyambut anggota baru sebanyak 164 peserta dengan menyanyikan lagu Mars EJ di Balai Metro Permata. Dengan semangat peserta menyanyikannya, dan tempo lagu membuat suasana semakin penuh semangat dan suka cita.

Wati2_1

Pendaftaran peserta misa pembukaan EJ Angkatan VII.

Seusai lagu Mars EJ acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Emmaus Journey Angkatan VII, Bp Fransiscus Sales Sartono, dan juga sambutan dari Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS) St Bernadet Ibu Veronika Etty Iswanti.

Sesudah itu ada pengenalan EJ kepada peserta baru oleh Bp Karel Wunardi selaku pembina fasilitator EJ St Bernadet.

WhatsApp Image 2019-07-15 at 08.44.56(1)-ok

Kesibukan para peserta Misa Pembukaan EJ di Balai Metro Permata.

termos-ok

Untuk peserta disediakan minum dan snack untuk sarapan..

Sesudah sambutan-sambutan beberapa orang dari panitia, acara berikutnya adalah Misa Kudus yang dipimpin oleh Romo Lammarudut Sihombing, CICM. Petugas liturgi semuanya dari Emmaus Journey.

Romo Kamma

Romo Lamma tengah memberikan homili.

Dalam homilinya, Romo Lamma berbicara tentang pelayanan kepada orang lain. Ia mengatakan bahwa banyak orang merasa dirinya penting. “Masalah yang dihadapi diri sendiri lebih penting dari orang lain. Ada orang yang pintar berbicara sehingga meyakinkan. Ada juga orang yang tidak pandai berbicara tapi apa yang dia maksud dapat dimengerti dengan baik.”

WhatsApp Image 2019-07-15 at 08.44.58-ok

Anggota EJ siap melayani.

“Ada orang yang pandai melakukan, bekerja, tapi tidak pandai berkata-kata. Kebanyakan pastor yang memimpin rapat itu pandai berbicara, suka menggunakan bahasa asing agar keren," ujar Romo Lamma disambut gelak tawa para peserta.

woke

Emmauser harus penuh suka cita.

Ada bermacam-macam orang yang memberikan pelayanan. Tetapi Romo Lamma menekankan bahwa dalam memberi pelayanan orang harus tetap rendah hati.

misbuk-ok

Peserta yang juga anggota  komunitas Simeon-Hanna St Bernadet.

Teks: Gabriela Laraswati/ Foto-foto: Budi Mandiro

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna