Emmaus Journey (EJ) di Lingkungan Fabiola 1, Kompleks Tarakanita, sudah berlangsung dua kali, tiap hari Selasa, yaitu 16 Juli dan 23 Juli 2019, pukul 10.00-13.00, di ruang PPRI.
Awal mula terbentuknya komunitas EJ Fabiola 1 ini, menurut salah seorang peserta, seorang bapak, seperti kebetulan. Dalam hati bapak ini terbersit keinginan untuk mengisi hari-hari tuanya dengan sesuatu yang bermakna. Ia pun lalu bertanya kiri kanan dengan bisik-bisik.
-ok.jpg?1563995454514)
“Saya kepo, apa bedanya Kursus Kitab Suci (KKS) dan Emmaus Journey,” kata bapak itu. Kebetulan, suatu hari, dia bertemu dengan seorang Emmauser senior, Pak Margo Yuwono yang, menurutnya, bisa menjawab kekepoan-nya secara memikat.
Singkat cerita, sesudah itu mulailah ia mengumpulkan peminat untuk pertemuan EJ pertama, Selasa 16 Juli 2019. Datang para Emmauser senior, Bp Stephanus Soegijatno Soesilo, Ibu Floriana Sugihastuti, dan Ibu Ermina Bekti Setyorini.

Ketiga Emmauser senior itu menjadi fasilitator dalam menghayati pesan-pesan Tuhan dalam Kitab Suci. Mereka mendampingi 3 pasang pasutri, yaitu Antonius Tumidjo-Yosephine Sularni; Ignatius Pujo Pranowo-Luciana Poerwanti Soeweni, Edward Joedho-Agnes Hariyastini; dan Ibu Theresia Suparmi.
“Ini pengelanaan baru mencari Tuhan atau mengenali siapa aku dan Tuhan Yesus,” kata bapak tersebut.
EJ dan Tujuannya
Emmaus Journey adalah salah satu program Kerasulan Kitab Suci (KKS) yang bertujuan untuk membantu umat Katolik lebih menghayati firman-firman-Nya dan menerapkan ajaran-ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kata lain, EJ berada di bawah payung koordinatif Seksi KKS Paroki. Melalui program ini secara bertahap para peserta EJ akan dibimbing untuk menjalani kehidupan Kristiani yang mendasar, berbuah, dan terfokus.
Tujuan Komunitas EJ adalah, melalui program tersebut, dengan bimbingan Roh Kudus, para peserta diarahkan untuk membangun kehidupan Kristiani yang penuh berkat sesuai dengan kemampuan dan talenta mereka masing-masing.

Setiap umat Katolik yang berminat mengenal Yesus lebih dekat dan meningkatkan kehidupan rohaninya boleh mengikuti program ini.
Teks: Edward Joedho/http://www.ej-indonesia.org/ Foto-foto: Edward Joedho