Salah seorang pelayan Tuhan dari Paroki Ciledug, katekis senior Gereja Santa Bernadet, Bp Mateus Suparto, telah berpulang pada hari Minggu, 8 September 2019, di Rumah Sakit Bhakti Asih Ciledug.

Misa Requiem dipimpin Romo Lammarudut Sihombing, CICM, di rumah duka, Lingkungan Thomas 4, Pondok Lestari. Jenazah Pak Mateus diistirahatkan di pemakaman Selapajang.

Pak Mateus adalah katekis pertama di Paroki Ciledug, bahkan sejak paroki ini belum berdiri sendiri tetapi masih menjadi satu dengan Paroki Tangerang Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB). Banyak di antara umat yang mengenang almarhum sebagai seorang katekis yang mengabdi dengan sepenuh hati.

Karena itu, meskipun kabar tentang sakitnya sudah diketahui beberapa waktu lalu, berita duka meninggalnya Pak Mateus membuat banyak orang di antara umat merasa kehilangan karena almarhum adalah katekis yang sangat berjasa dalam mengembangkan iman umat Paroki Ciledug.

Rasa kehilangan itu antara lain terungkap dari banyaknya ucapan belasungkawa yang beredar di sejumlah grup WA di lingkup Paroki Ciledug dan banyaknya para pelayat yang hadir dalam misa requiem. “Pak Mateus adalah katekis andal Paroki Ciledug,” bunyi salah satu unggahan di salah satu grup WA.
Pak Steven Madyo Sukarto ketika mendapat kesempatan berbicara mengatakan bahwa Pak Mateus dikenal baik oleh warga sekitar kompleks. Bahkan ketika duduk ngopi oleh para pedagang kaki lima Pak Mateus mendapat stempel "Bapak Pendeta Katolik" yang baik hati dan merakyat.
-ok.jpg?1568054013656)
Sementara itu salah seorang warga senior, Bp FX Margono, Senin kemarin di grup WA-nya menulis, “Hari ini melayat sahabatku Bapak Mateus Suparto. Saya jadi teringat peristiwa beberapa dekade lalu. Ketika itu Pak Mateus Suparto memimpin upacara pemberangkatan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir seorang ibu warga lingkungan.”

“Dalam menutup kotbahnya beliau bertanya pada yang hadir, ‘Siapa bapak ibu sekarang yang mau menyusul?’ Saat itu tidak ada seorangpun yang menjawab.”

“Ternyata pertanyaan tersebut terjawab oleh beliau sendiri, ketika kemarin beliau dipanggil Tuhan, dan hari ini Pak Mateus diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Selapajang. Selamat jalan Pak Mateus. Semoga Pak Matius disambut Allah dalam kebahagiaan kekal di surga mulia. Pak Mateus, Selamat jalan menuju rumah Bapa. Terimakasih atas pelayanan pak Mateus yang sungguh besar bagi perkembangan Gereja Sanberna.”

Teks & Foto: Edward Joedho, Komunitas Simeon-Hanna