"Domba Hilang yang Ditemukan Kembali" dalam Dekorasi Wilayah Kristoforus

15 September 2019
  • Bagikan ke:
Ditemukannya kembali domba yang hilang (Luk 15: 1-7)

Dalam rangka mengikuti lomba dekorasi altar Paroki St Bernadet, wilayah Kristoforus yang mendapat giliran mendekor altar pada hari Minggu, 14 September 2019 mengangkat tema "Domba Hilang yang Ditemukan Kembali" seperti yang tertulis pada bacaan Injil Lukas 15: 1-7 dan sesuai dengan bacaan Injil pada Hari Minggu Biasa XXIV.

Konsep dekorasi yang dibuat oleh wilayah Kristoforus adalah seekor domba tersesat yang kembali ke tempatnya yang indah.

20190914095633_IMG_1800-ok_2

Mulai mewujudkan konsep dalam dekorasi.

Pengerjaan dekorasi altar dimulai pada hari Sabtu, 14 September 2019 pukul 09.00 pagi dengan jumlah 15 orang yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, dan OMK. Tanaman-tanaman yang digunakan untuk dekorasi dipinjamkan oleh salah seorang warga Kristoforus, yaitu Bapak Djoko Mulyono dan beberapa juga dibeli dari toko bunga.

20190914093758_IMG_1783-ok

Tanaman-tanaman dibersihkan lebih dulu sebelum dipakai.

Tanaman-tanaman tersebut diangkut dengan menggunakan mobil dari Kompleks Pinang Griya Permai dan diturunkan di depan gedung PPRI untuk dibersihkan, dirapikan dan disirami air. Setelah rapi dan bersih, tanaman-tanaman tersebut diangkut ke dalam tenda atas gereja. Dekorasi altar dibagi menjadi dua tim, satu untuk dekor di tenda atas dan satu lagi di tenda bawah. 

OMK punya peran lewat kreativitasnya.

Diskusi penataan dekorasi pertama kali dilakukan oleh ibu-ibu dan bapak-bapak, namun di tengah-tengah eksekusi, anak-anak OMK juga turut memberikan masukan sesuai dengan kreativitas mereka. Ada beberapa kali bongkar pasang dalam penataan tanaman dan properti lainnya, salah satunya adalah penataan air terjun.

20190914104745_IMG_1824ok

Tanaman perlu disiram agar tidak layu.

Untuk penataan air terjun, wilayah Kristoforus menggunakan kain tile berwarna putih yang digantungkan dari dalam dua buah kendi yang diletakkan di sebelah kanan dan kiri lalu disatukan sehingga membentuk sebuah sungai dari dua air terjun.

 20190914123054_IMG_1835-ok_3

Dekorasi Gua Maria, menghindari kesan ramai.

Namun, setelah berdiskusi akhirnya dibongkar dan dipasang kembali membentuk dua buah kolam. Tidak hanya itu, untuk air terjun ini anak-anak OMK bereksperimen menggunakan tali rafia berwarna biru muda agar terlihat seperti air sungguhan.

20190914131044_IMG_1842-ok_1

Menampilkan wibawa mimbar dengan properti etnik.

Selain air terjun, tata letak tanaman, penggunaan properti seperti patung domba, pagar plastik, bambu, dan bebatuan juga menjadi diskusi yang cukup panjang agar altar tidak terlihat terlalu ramai dan juga tidak terlalu sepi. Komposisi warna tanaman tidak luput dari perhitungan. Hal ini dimaksudkan agar komposisi warnanya tidak monoton dan enak dipandang.

 20190914132123_IMG_1849-ok_1

Menampilkan kesan klasik altar lantai bawah dengan pagar pancang.

Tepat pada pukul 12.00 siang, warga Kristoforus beristirahat untuk makan siang. Menu makan siangnya adalah gorengan, gado-gado, dan bubur kacang hijau yang telah disiapkan oleh ibu-ibu. Makan siang ala kadarnya ini sungguh dinikmati oleh warga Kristoforus yang sudah kelelahan. Setelah makan siang, pekerjaan dilanjutkan kembali dengan dekorasi altar utama yang belum selesai, mimbar, dan Gua Maria.

20190914115356_IMG_1833-ok

Istirahat makan siang setelah bekerja keras mendekorasi.

Dekorasi selesai sekitar pukul 14.00 siang dan dilanjutkan dengan beres-beres gereja serta berfoto dengan hasil karya wilayah Kristoforus. Selesai berfoto bersama, warga Kristoforus kembali ke rumah masing-masing kecuali OMK dan Bapak Joseph Panuksmo Asih, ketua lingkungan Kristoforus 1.

Domba yang hilang itu ditemukan kembali.

OMK diberi tugas oleh korwil untuk mendokumentasikan kegiatan pada hari itu dalam bentuk video konten youtube. Penasaran seperti apa videonya? Yuk mari subscribe channel youtube OMK Kristoforus untuk lebih lanjutnya.

WhatsApp Image 2019-09-14 at 9.47.31 PM-ok

Tim dekorasi Wilayah Kristoforus.

 

Teks, Foto, Video: Juliana Cecilia Manurung

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna