Kabar duka datang dari Congregatio Immaculati Cordis Mariae (CICM), Kongregasi Hati Suci Santa Perawan Maria yang berasal dari Belgia. Di Indonesia Kongregasi ini berkarya di Keuskupan Makassar, Keuskupan Banjarmasin, Keuskupan Agung Jakarta yang salah satunya adalah Gereja St Bernadet Paroki Ciledug.

Adalah Pastor Albertus Clemens Schreurs CICM yang akrab disapa Pastor Clems yang dipanggil Tuhan pada hari Rabu, 18 September 2019, sekitar jam 12.00 di Rumah Sakit St Carolus Jakarta, setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut sekitar 3 bulan.

“Saat ini giliran saya,” ungkap Mgr Petrus Boddeng Timang, Uskup Keuskupan Banjarmasin, mengawali misa requiem untuk Pastor Clems di Gereja Kristus Salvator, Sabtu 21 September 2019.

Sebelumnya, di Rumah Distrik CICM, hari Rabu, telah dilakukan Misa yang dipimpin Romo Lammarudut Sihombing, CICM, anggota Dewan Pimpinan CICM Indonesia-Singapura. Hari Kamis, misa requiem dipimpin oleh Mgr I Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, yang juga Ketua Konferensi Waligereja Indonesia. Hari Jumat, misa dipimpin oleh Mgr Johanes Liku Ada, Uskup Keuskupan Agung Makassar.

“Jadi hari ini sudah tidak banyak yang bisa saya sampaikan untuk misionaris sejati Pastor Clems ini,” ungkap Mgr Timang, sapaan akrabnya.

Mengulangi apa yang disampaikan oleh Mgr Suharyo, Mgr Timang mengatakan, “Pastor Clems adalah orang baik yang memberikan karya terbaiknya sepanjang hidupnya. Sementara Mgr Martinus Dogma Situmorang dari KWI menyebut seluruh aset KWI adalah karya beliau. Mgr Johanes Liku Ada mengatakan dengan sangat rinci, Pastor Clemens dipanggil Tuhan saat berusia 88 tahun 8 bulan 8 hari.”
Mgr Timang, sesuai dengan riwayat hidup almarhum yang lahir 10 Januari 1931 di Belgia dan dipanggil Tuhan pada tanggal 18 September 2019, menyampaikan bahwa Pastor Clems rela meninggalkan kemapanan hidupnya dari kelurga berada untuk bergabung sebagai Misionaris CICM yang ditabiskan pada usia 19 tahun pada tahun 1956. Ia mengawali karya misinya di China, Jepang, Fiilipina, dan akhirnya menetap di Indonesia sejak tahun 1959. Karya Misinya di Indonesia diawali dari Makassar, dan sejak tahun 1968 sampai akhir hidupnya mengurus KWI.

“Penampilan Pastor Clems,” kata Mgr Timang, “seperti pengusaha besar dengan setelan jas dan dasi yang selalu rapi setiap hari di kantornya, tetapi hati dan jiwanya tetap seorang religius sejati. Misa Kudus, Doa Brevir harian, dan Rosario setiap hari tidak pernah ditinggalkan. Bahkan ketika rekreasi mingguan para Pastor CICM di Rumah Distrik Slipi, beliaulah yang selalu mengingatkan Brevir.”

Dalam Misa yang dimulai pukul 09.00 tersebut, Mgr Timang selaku selebran utama didampingi Provinsial CICM Asia, Ketua Distrik CICM Indonesia-Singapura, dan Pastor Kepala Paroki Slipi Gereja Kristus Salvator Romo Lisbet Sinaga CICM. Hadir para Pastor CICM yang berkaya di berbagai tempat dan para frater CICM. Hadir pula para suster PRR yang didampingi Pastor Clems di masa tuanya.
Seusai misa, Romo Lamma Sihombing CICM mengungkapkan secara singkat, beliau adalah seorang Misioanaris yang inspiratif dan baik .

Sekitar pukul 11.30, setelah seluruh rangkaian doa dan penghormatan, jenazah Pastor Clems dibawa ke Rumah Duka Oasis Lestari Tangerang untuk dikremasi. Sebagai informasi Rumah Duka Oasis Lestari adalah buah karya Pastor Clems yang merupakan milik KWI.
Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Bambang Gunadi, Stevanus Pristi Wahyudono