Dari sebuah studi kasus tentang Lingkungan di Paroki Ciledug terungkap adanya banyak contoh kasus kurang bergairahnya umat untuk aktif dalam doa atau kegiatan lingkungan, serta kurangnya minat ambil bagian dalam kepengurusan, sehingga orang yang sama bisa terus-menerus menjadi ketua lingkungan.

Ketua SKK, Bp A Saptama T, yang akrab disapa Pak Sapta, menyampaikan sinyalemen tersebut dalam salah satu sesi Pembekalan Pengurus Lingkungan dengan tema “Menjadi Pelayan yang Sejati” yang diselenggarakan Sie Pelatihan dan Kaderisasi (PEKAD) di Sekolah Absis, Bintaro, Minggu (22/9).

Kasus-kasus tersebut, kata Pak Sapta, terjadi tidak di semua lingkungan tetapi juga tidak hanya di lingkungan tertentu saja. Karena itu dia mengajak para pengurus lingkungan untuk memperhatikan masalah-masalah itu agar bisa mencari solusinya.

Pembekalan yang diikuti oleh 134 orang pengurus lingkungan itu dibagi dalam 3 sesi. Sebelum sesi Pak Sapta, sesi pertama diisi oleh Pak Bambang Hermanto, anggota DPH, dan sesi kedua oleh Pak L Supriyadi dari Wilayah Petrus.
-ok_1.jpg?1569411983564)
Pak Bambang berbicara tentang “Spiritualitas Awam”. Warga Wilayah Maria Goretti ini membagi pengalamannya tentang suka-duka menjadi pengurus lingkungan. Pesan utamanya, pengurus lingkungan harus mampu merangkul umat di lingkungannya tanpa memandang perbedaan sosial, latar belakang, dan suku.
“Jangan bosan-bosan untuk menggarami umat di lingkungan, walau terkadang apa yang kita harapkan tak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi,” ajak Pak Bambang.
-ok.jpg?1569263531415)
Sementara Pak Supriyadi berbicara tentang Job Desc dan Peran Strategis Lingkungan. Dikatakan bahwa pengurus lingkungan harus menjadi ujung tombak dalam menghidupkan keaktifan umat di lingkungannya. Sesi ini berlangsung sekitar setengah jam dan diselingi pemutaran video.

Sebelum masuk ke sesi terakhir, para peserta diajak untuk ice breaking guna menghilangkan kantuk dan mengembalikan semangat.
Sesi-sesi pembekalan yang mulai jam 09.00 itu berakhir sekitar pukul 12.00, dilanjutkan dengan pemaparan program karya Sie SKK oleh tim SKK yang diwakili oleh Ibu Clara Gia Shinta dan Pak Yohanes Bosco Randi P.

Acara pembekalan ini merupakan program kerja Sie PEKAD St Bernadet, dengan tujuan memberi wadah para pengurus lingkungan dari berbagai wilayah untuk saling bertemu, sharing dan berbagi pengalaman seputar kepengurusan lingkungan.

Ibu Agnes Widi Astuti, Ketua Sie PEKAD, di akhir acara mengatakan, concern Sie PEKAD memang pada pelatihan serta pengembangan kaum muda dan pengurus lingkungan. Untuk kaum muda sudah berkolaborasi dengan Sie Kepemudaan beberapa bulan lalu.
“Nah sekarang giliran pengurus-pengurus lingkungannya yang kita beri pembekalan, supaya semakin menghayati dan menyadari pelayanan di lingkungan,” kata Bu Widi.

Respons peserta positif. Misanya Ibu C Prapaskawati, pengurus Lingkungan Petrus 3, mengatakan, “Acaranya bagus. Jadi kita sebagai pengurus lingkungan tidak merasa sendiri menghadapi permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan serta dapat lebih mengenal struktur kepemimpinan di lingkungan.”

Selamat dan sukses untuk Sie PEKAD atas acara pembekalan ini, dan semoga bapak/ibu pengurus lingkungan tetap semangat, sebagai ujung tombak tidak pernah bosan untuk menggarami umat di lingkungannya.
Teks: Yolla/ Foto-foto: Carolus Wahyu/KOMSOS