Banyak Contoh Kasus Umat Kurang Bergairah Ikuti Doa atau Kegiatan Lingkungan

24 September 2019
  • Bagikan ke:
Banyak Contoh Kasus Umat Kurang Bergairah Ikuti Doa atau Kegiatan Lingkungan
Pembekalan Pengurus Lingkungan di Sekolah Absis, Minggu (22/9).

Dari sebuah studi kasus tentang Lingkungan di Paroki Ciledug terungkap adanya banyak contoh kasus kurang bergairahnya umat untuk aktif dalam doa atau kegiatan lingkungan, serta kurangnya minat ambil bagian dalam kepengurusan, sehingga orang yang sama bisa terus-menerus menjadi ketua lingkungan.

WhatsApp Image 2019-09-23 at 19.33.41-ok

Pak Sapta mengungkap hasil studi kasus lingkungan.

Ketua SKK, Bp A Saptama T, yang akrab disapa Pak Sapta, menyampaikan sinyalemen tersebut dalam salah satu sesi Pembekalan Pengurus Lingkungan dengan tema “Menjadi Pelayan yang  Sejati” yang diselenggarakan Sie Pelatihan dan Kaderisasi (PEKAD) di Sekolah Absis, Bintaro, Minggu (22/9).

WhatsApp Image 2019-09-23 at 19.34.24-ok

Pak Bambang Hermanto: Jangan bosan menggarami umat.

Kasus-kasus tersebut, kata Pak Sapta, terjadi tidak di semua lingkungan tetapi juga tidak hanya di lingkungan tertentu saja. Karena itu dia mengajak para pengurus lingkungan untuk memperhatikan masalah-masalah itu agar bisa mencari solusinya.

WhatsApp Image 2019-09-23 at 19.34.59-ok

Pak Supriyadi: Pengurus Lingkungan adalah ujung tombak.

Pembekalan yang diikuti oleh 134 orang pengurus lingkungan itu dibagi dalam 3 sesi. Sebelum sesi Pak Sapta, sesi pertama diisi oleh Pak Bambang Hermanto, anggota DPH, dan sesi kedua oleh Pak L Supriyadi dari Wilayah Petrus.

WhatsApp Image 2019-09-23 at 19.33.07(1)-ok_1

Para pengurus lingkungan adalah ujung tombak.

Menggarami dan ujung tombak

Pak Bambang berbicara tentang “Spiritualitas Awam”. Warga Wilayah Maria Goretti ini membagi pengalamannya tentang suka-duka menjadi pengurus lingkungan. Pesan utamanya, pengurus lingkungan harus mampu merangkul umat di lingkungannya tanpa memandang perbedaan sosial, latar belakang, dan suku.

“Jangan bosan-bosan untuk menggarami umat di lingkungan, walau terkadang apa yang kita harapkan tak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi,” ajak Pak Bambang.

WhatsApp Image 2019-09-23 at 19.36.48(1)-ok

Ice breaking, biar tidak mengantuk dan tetap semangat.

Sementara Pak Supriyadi berbicara tentang Job Desc dan Peran Strategis Lingkungan. Dikatakan bahwa pengurus lingkungan harus menjadi ujung tombak dalam menghidupkan keaktifan umat di lingkungannya. Sesi ini berlangsung sekitar setengah jam dan diselingi pemutaran video.

WhatsApp Image 2019-09-23 at 19.36.48-ok

Ice breaking untuk mengembalikan energi.

Sebelum masuk ke sesi terakhir, para peserta diajak untuk ice breaking guna menghilangkan kantuk dan mengembalikan semangat.

Sesi-sesi pembekalan yang mulai jam 09.00 itu berakhir sekitar pukul 12.00, dilanjutkan dengan pemaparan program karya Sie SKK oleh tim SKK yang diwakili oleh Ibu Clara Gia Shinta dan Pak Yohanes Bosco Randi P.

WhatsApp Image 2019-09-23 at 19.35.58-ok

Ibu Widi Astuti, Ketua Sie PEKAD St Bernadet.

Bertemu dan “sharing”

Acara pembekalan ini merupakan program kerja Sie PEKAD St Bernadet, dengan tujuan memberi wadah para pengurus lingkungan dari berbagai wilayah untuk saling bertemu, sharing dan berbagi pengalaman seputar kepengurusan lingkungan.

WhatsApp Image 2019-09-23 at 19.36.50-ok

Bu Anton dan Bu Yanti saling kaget bertemu teman sewilayah.

Ibu Agnes Widi Astuti, Ketua Sie PEKAD, di akhir acara mengatakan, concern Sie PEKAD memang pada pelatihan serta pengembangan kaum muda dan pengurus lingkungan. Untuk kaum muda sudah berkolaborasi dengan Sie Kepemudaan beberapa bulan lalu.

“Nah sekarang giliran pengurus-pengurus lingkungannya yang kita beri pembekalan, supaya semakin menghayati dan menyadari pelayanan di lingkungan,” kata Bu Widi.

WhatsApp Image 2019-09-23 at 19.36.51-ok

Sie PEKAD memberi kesempatan saling bertemu dan sharing.

Respons peserta positif. Misanya Ibu C Prapaskawati, pengurus Lingkungan Petrus 3, mengatakan, “Acaranya bagus. Jadi kita sebagai pengurus lingkungan tidak merasa sendiri menghadapi permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan serta dapat lebih mengenal struktur kepemimpinan di lingkungan.”

WhatsApp Image 2019-09-23 at 19.49.10-ok

Sebanyak 134 peserta mendaftarkan diri ikut pembekalan.

Selamat dan sukses untuk Sie PEKAD atas acara pembekalan ini, dan semoga bapak/ibu pengurus lingkungan tetap semangat, sebagai ujung tombak tidak pernah bosan untuk menggarami umat di lingkungannya.

Teks: Yolla/ Foto-foto: Carolus Wahyu/KOMSOS

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna