HUT Ke-4 BIA St Bernadet Seru! Dari "Post to Post" Menambah Ilmu

13 Oktober 2019
  • Bagikan ke:
HUT Ke-4 BIA St Bernadet Seru! Dari
Meriahnya HUT ke-4 BIA St Bernadet, 6 Oktober.

Pada hari Minggu, 6 Oktober 2019, Aula Tarakanita yang biasa dipakai untuk kegiatan Bina Iman Anak (BIA) tampak sangat meriah. Aula dihiasi dengan berbagai macam balon, kalimat “Happy Birthday”, dilengkapi dengan adanya keyboard  dan pengeras suara.

Tak hanya itu, kakak-kakak Pembina juga terlihat sangat menawan dengan berbagai macam kostum profesi yang mereka gunakan. Ada yang menggunakan kostum guru, dokter, koki, polisi, atlet basket, sekretaris, dsb.

Rupanya, BIA Paroki Santa Bernadet telah memasuki usianya yang ke-4. Dengan hati bahagia dan wajah berseri, mereka memulai acara dengan doa pembuka, nyanyi-nyanyian pujian, serta mendengarkan firman Tuhan. Lalu, dilanjutkan prosesi tiup lilin sambil bernyanyi lagu Happy Birthday oleh semua yang hadir di sana.         

“Post to Post”

WhatsApp Image 2019-10-06 at 16.19.24_1

Memakai headband untuk memudahkan pembagian kelompok.

Anak-anak yang hadir dibagi menjadi 4 kelompok sesuai dengan warna yang ada pada headband yang telah dibagikan kakak Pembina ketika mereka datang. Mereka akan diajak bermain post to post, yang bertujuan untuk menambah pengetahuan mereka mengenai beberapa profesi.

Profesi itu di antaranya adalah pos koki, pos biarawan/biarawati, pos polisi, dan pos dokter. Teknisnya, setiap kelompok memasuki pos yang kosong, lalu berpindah pos searah jarum jam. Agar kegiatan tidak “molor”, Kak Shasha mengajukan diri sebagai pemandu waktu. Dengan suara peluitnya, ia memberi kode yang ditandai oleh berapa kali bunyi peluit kepada kakak Pembina yang mengisi post to post.

Pos Koki

Di pos koki, kepada anak-anak dijelaskan tentang pekerjaan sebagai koki, dan juga praktik langsung untuk mengetahui apa yang dilakukan koki. Dipandu oleh beberapa kakak Pembina, mereka membuat pop cake sendiri dengan mencelupkan biskuit yang telah disulap kakak Pembina menyerupai jarum pentul versi besar ke dalam cokelat cair.

Kemudian biskuit tersebut dihias dengan menggunakan sprinkle kue pada bagian ujung biskuit. Terlihat beberapa anak yang ingin melakukan berkali-kali, ada juga yang pop cake-nya ingin dimakan duluan, ada pula yang tidak ingin bergantian.

WhatsApp Image 2019-10-06 at 16.19.23-ok

Ekspresi adik-adik BIA dalam acara HUT ke-4. Hah...!

Pos Biarawan/Biarawati

Pada pos biarawan/biarawati, anak-anak diperkenalkan langsung oleh dua frater, yang bernama Fr. Yufelix Lopo dan Fr. Anthonius Tamo dari CICM. Di pos ini, kepada anak-anak dijelaskan mengenai kehidupan sebagai biarawan/biarawati, juga mengenai tempat tinggal mereka.

“Kenapa bajunya gak ada ijo-ijonya?” tanya satu anak dengan antusias.

Anak tersebut mengira frater itu adalah pastor. Dan masih banyak pula anak mengira hal yang sama. Kedua frater bertanya kepada anak-anak, apakah ada yang mau menjadi suster dan pastor. Banyak yang ingin menjadi suster, namun yang ingin menjadi pastor hanya sedikit.

WhatsApp Image 2019-10-06 at 16.19.20-ok

Pos biarawan/biarawati menghadirkan dua frater CICM.

Pos Polisi

Berikutnya, ada dua kakak Pembina yang mengenakan kostum menyerupai polisi di pos polisi. Mereka bertugas untuk menjelaskan apa saja tugas seorang polisi, dan anak-anak sudah tahu tugas polisi. Namun ada juga yang mengira polisi hanya bertugas menangkap penjahat.

Lalu, kedua kakak pembina tersebut mengenalkan rambu-rambu lalu lintas yang sering dijumpai. Ada lampu APILL, tanda dilarang masuk, tanda dilarang berhenti, tanda dilarang parkir, dan juga tanda adanya zebra cross. Kebanyakan anak-anak pun sudah mengetahui maksud dari rambu yang ditunjukkan dan di mana saja letak-letaknya.

WhatsApp Image 2019-10-06 at 16.19.19-ok

Dua kakak Pembina mengenakan kostum mirip polisi.

Pos Dokter

Terakhir ada pos dokter yang dibawakan oleh dua kakak Pembina. Di sini, adik-adik diajari bagaimana cara menangani luka, seperti jatuh dari sepeda. Satu kakak Pembina ada yang berperan sebagai dokter dan satu yang lainnya sebagai pasien. Ketika melihat luka buatan yang berada di tangan kakak Pembina, ada beberapa adik yang melihat dengan ngeri, tapi ada juga yang langsung “menembak” bahwa luka itu adalah buatan.

“Jadi, kalau nanti kalian jatuh nggak usah nangis lagi yaa. Tapi, cepat-cepat bersihkan luka dengan air bersih, beri obat merah, lalu tutup dengan plester agar luka tidak infeksi,” ucap salah satu kakak Pembina.

“Iya kak! Aku juga begitu. Kak, aku mau jadi dokter!” jawab adik-adik yang terlihat antusias.

Untuk mengisi sisa waktu di tiap pos, kakak Pembina memberi kesempatan adik-adik untuk praktik. Ada satu kelompok yang hampir semua anggotanya ingin mencoba, hingga membuat kakak Pembina keteteran. Walaupun tidak semuanya praktik, kakak-kakak Pembina yakin apa yang sudah diberikan akan bermanfaat bagi mereka di kemudian hari.

WhatsApp Image 2019-10-06 at 16.19.22-ok_2

Adik-adik BIA tengah mendengarkan Firman Tuhan.

Usai post to post, seperti biasa adik-adik menuju gereja untuk meminta berkat serta menyanyikan lagu untuk umat. Yang berbeda dari biasanya, hari itu didahului dengan kata sambutan oleh salah satu kakak Pembina dilanjutkan suara setiap umat yang bersama BIA menyanyikan lagu Happy Birthday.

Selesai bernyanyi dan menerima berkat penutup dari Romo, adik-adik serta kakak Pembina kembali ke aula. Di sana, mereka menutup kegiatan dengan menyanyikan lagu pujian dan doa pulang.

Bahagianya mereka pulang dengan oleh-oleh yang diterima dari kakak-kakak Pembina. Mereka mendapat bingkisan, serta membawa pulang pop cake yang mereka buat sendiri saat permainan di pos koki.  

WhatsApp Image 2019-10-06 at 16.19.21-ok_1

Siap tiup lilin ulang tahun. Happy Birthday, BIA St Bernadet...

Teks: Chionia Karesi/ Foto-foto: Amadeus Satria                                                                   

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna