Penutupan Bulan Rosario Bukan Berarti Besok Tidak Boleh Berdoa Rosario

2 November 2019
  • Bagikan ke:
Penutupan Bulan Rosario Bukan Berarti Besok Tidak Boleh Berdoa Rosario
Jadwal Misa Penutupan Bulan Rosario Paroki Ciledug.

Bulan Oktober tahun ini berakhir pada hari Kamis 31 Oktober 2019, maka sebagai penanda sebuah gerakan bersama di Paroki Ciledug diadakan Misa Penutupan Bulan Rosario. Hal ini sama dengan ketika pembukaan Bulan Rosario pada tanggal 1 Oktober. Misa diselenggarakan di dua tempat, di Gereja Pinang dan Balai Metro Permata dengan waktu yang sama, yakni pukul 19.30.

Koor Fabiola 4 dan 5-ok

Koor yang bertugas, Fabiola 4 & 5.

Di Gereja Pinang Misa dipersembahkan oleh Romo Lamma Sihombing CICM dan petugas Koor dan tata laksana dari Lingkungan Fabiola 4 dan 5. Selain itu petugas tata laksana juga harus memimpin doa Rosario 30 menit sebelum Misa dimulai, yakni pukul 19.00.

Dalam homilinya Romo Lamma menyampaikan bahwa hari ini kita menutup seluruh rangkaian kegiatan doa Rosario yang sudah kita lakukan selama satu bulan penuh ini. Baik di Lingkungan, Wilayah, atau pun di Paroki, serta kelompok-kelompok kategorial. “Kalau sudah ditutup malam hari ini bukan berarti besuk sudah tidak boleh berdoa Rosario lagi. Tidak ada aturan atau larangan untuk berdoa Rosario, kapanpun boleh,” kata Romo Lamma.

Saat Komuni-ok_1

Penerimaan Komuni.

“Bahkan dalam penampakannya kepada tiga anak gembala di Fatima Bunda Maria mengajarkan doa Rosario. Dan memintanya untuk mendoakan doa Rosario setiap hari. Kadang pada saat ibadat di Lingkungan ketika  pemimpin ibadat mengajak doa Rosario ada umat yang berbisik bisik atau berkasak-kusuk ini kan bukan bulan Mei atau Oktober, kok pakai Rosario,” cerita Romo Lamma lagi. “Tidak apa-apa, silakan Doa Rosario adalah doa yang sangat dianjurkan,” imbuhnya lagi.

Petugas Memimpin Doa Rosario Sebelum Misa-ok_1

Petugas memimin doa Rosario sebelum misa.

"Sebagai orang beriman kita bersyukur mempunyai teladan Bunda Maria dalam hal iman kepada Tuhan. Juga sebagai teladan dalam keluarga kita masing-masing untuk semakin mengenal Yesus sang Putra, sehingga kita semakin dekat juga kepada Allah," demikian Romo Lamma.

Teks & Foto: Bambang Gunadi

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna