Wakil Ketua Dewan Paroki Harian (DPH) Aritasius Sugiya mengharapkan agar mereka yang sudah menerima Sakramen Krisma mulai aktif dalam kegiatan-kegitan Gereja.
Pak Ari, demikian ia biasa disapa, menyampaikan harapan tersebut menjawab pertanyaan Komsos beberapa saat setelah selesai Misa Penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Bernadet, Minggu (3/11).

Menurut Pak Ari, penerimaan Sakramen Krisma seseorang tidak lepas dari perkembangan iman orang yang bersangkutan. Ia berharap semoga iman para peserta Krisma makin berkualitas.
“Tapi yang lebih penting adalah mereka yang sudah menerima Sakramen Krisma ini mulai aktif di kegiatan-kegiatan, baik itu kegiatan di lingkungan, di wilayah, maupun di tingkat paroki. Masuk dalam komunitas, masuk dalam kelompok ketegorial. Itu… itu yang akan membuat hidup umat. Kuncinya di situ,” katanya.

Pak Ari berharap, penerimaan Sakramen Krisma di tahun depan, yaitu pada ulang tahun (paroki) ke-30 bisa makin banyak calon penerimanya. Makin banyaknya jumlah umat yang menjadi calon penerima Sakramen Krisma, katanya, merupakan parameter perkembangan iman di paroki itu sendiri.

Pak Ari menyelipkan harapan bahwa tahun depan penerimaan Sakramen Krisma bisa berlangsung di di tempat (gedung gereja) yang baru. “Saat ini kan kita belum punya (gedung) gereja. Kita semua berdoa supaya kita dapat (gedung) gereja. Semoga, ya… Semoga. Kalaupun belum, ya, semoga ada kabar baik ke depannya,” katanya lebih lanjut sambil tersenyum.
Sebelumnya Pak Ari menyampaikan apresiasinya untuk pantia yang sudah bekerja keras. Lebih dari itu, ia juga mengungkapkan syukur karena dalam 2 tahun terakhir ini penerimaan Sakramen Krisma diberikan oleh Bapak Uskup Ignatius Suharyo.
“Tahun lalu oleh Bapak Uskup, dan tahun ini oleh Bapak Uskup sekaligus Kardinal. Artinya ini sebuah berkat dan menjadi tanda-tanda berkat bagi paroki kita. Karena (hari ini) dalam waktu bersamaan sebetulnya ada penerimaan Sakramen Krisma di Paroki BSD Gereja Santa Monica. Tapi Bapak Kardinal memilih tempat ini,” kata Pak Ari.

“Artinya kita boleh berasumsi Bapak Kardinal memberikan berkat buat kita, memberikan suatu kesempatan, memberikan suatu pilihan bahwa umat Paroki Ciledug layak dan sangat pas untuk dikunjungi ketika sudah menjadi Kardinal,” ujarnya lagi dengan penuh semangat.
Sambutan untuk kedatangan Uskup KAJ itu pagi harinya, menurut Pak Ari, merupakan ungkapan syukur umat Paroki Ciledug terhadap pengukuhan beliau sebagai Kardinal. “Ini luar biasa. Walau hanya itu yang bisa dipersembahkan oleh umat Paroki Ciledug, tapi kita tidak main-main karena yang mempersembahkan adalah justru anak-anak, masa depan paroki kita,” jelasnya dengan nada tegas.
Sementara itu, secara terpisah, anggota DPH Agnes Eti Herisusanti menyatakan rasa kegembiraannya karena semakin banyak umat Allah yang didewasakan imannya. “Semoga mereka menjadi generasi Gereja ini, kelak bisa menggantikan kami-kami untuk berkarya di Gereja ini,” kata wanita yang biasa disapa Bu Eti itu.
-ok.jpg?1573511898934)
Bu Eti juga menyampaikan apresiasi kepada tim katekese dan liturgi yang bekerjasama dengan solid, menyiapkan semuanya sedemikian rupa, sehingga sampai hari penerimaan Sakramen Krisma tidak mendapat kesulitan. “Tentu harapannya mereka dapat menjadi penyalur berkat untuk keluarga dan lingkungan,” ujar Sekretaris 2 DPH Paroki Ciledug itu.
Teks: Livita Wahab, Gabriella Laraswati/ Foto-foto: Juliana Cecilia, Kevin Meydio, Bambang Gunadi, Panitia Krisma/ Video: Hari Kristanto/KOMSOS