Koor Pemazmur Santa Bernadet dalam Misa Natal 1 di Gereja Pinang, Selasa (24/12), akan mempersembahkan sebuah Christmas Carol Rejoice and Be Merry sebagai salah satu lagu Komuni. Lagu tersebut merupakan gubahan John Rutter (74), seorang komponis terkemuka berkebangsaan Inggris, Doktor di bidang musik.
Rejoice and be merry in songs and in mirth!/ Oh praise our redeemer, all mortals on earth!/ For this is the birthday of Jesus our king, Who brought us salvation, his praises we'll sing!/
Rejoice and Be Merry adalah sebuah Christmas Carol yang berarti lagu kegembiraan tentang kelahiran Yesus Kristus. Intinya ajakan bagi seluruh makhluk di muka bumi untuk bergegap-gempita dengan nyanyian puji-pujian penuh suka cita menyambut hari kelahiran Yesus Raja Sang Juru Selamat.
Syair tersebut berbentuk puisi mengingat terdapat rima (pengulangan bunyi) di dalamnya, yaitu mirth-earth dan king-sing. Begitu pula pada bait-bait berikutnya ada sky-spy, appear-near, unfold-gold. Dengan demikian ada nilai sastranya.

Bagi orang yang sudah akrab dengan Kisah Kelahiran Yesus dari Kitab Suci, tidak terlalu sulit meraba makna dari teks carol gubahan Rutter tersebut, karena teks itu juga menceritakan kisah tentang para malaikat, para gembala, bintang yang menuntun tiga raja dari Timur dengan persembahan mereka, dst.
Meskipun ditulis dalam Bahasa Inggris, ternyata syair Rejoice and Be Merry gubahan Rutter bagi orang Inggris sendiri tidak mudah memahami maknanya kalau hanya dengan mendengarkan lagunya. Setidaknya ini yang terungkap ketika Radio BBC mewawancarai sang komponis, John Rutter, yang dimuat situs web national public radio, 20 Desember 2008.
Andrea Seabrook, host dalam wawancara itu, bertanya kepada John Rutter, “Sulit bagi kami memahami syairnya kalau hanya mendengarkan lewat radio, bisakah Anda menjelaskan sedikit maksud syair itu?”
”Well," jawab Rutter, "sesungguhnya saya tidak menulis syair itu. Teks ini berasal dari abad ke-18. Saya hanya menemukan teks ini.” Yang dimaksud “teks ini” oleh Rutter adalah bait pertama di atas. Artinya sebagai seorang komponis, Rutter menggubah bait-bait lainnya.
Sebuah sumber lain menyebutkan bahwa bait pertama tersebut (Rejoice and Be Merry) terdapat dalam buku kumpulan lagu-lagu carol yang sudah menjadi klasik, English Carol Book terbitan tahun 1919, dengan syair yang sama tetapi melodi berbeda. Itu berarti Rutter sebagai komponis menginterpretasi ulang sehingga ia menciptakan melodinya sendiri. Dan di situlah sesungguhnya dia menunjukkan kualitasnya sebagai ahli musik. Sumber itu juga menyebutkan syair itu berasal dari pertengahan abad ke-18.

Teks Rejoice and Be Merry yang dinyanyikan koor Pemazmur St Bernadet pada Misa Natal 1 transkripsi atau transliterasinya dikerjakan oleh Andreas Nayoko, pelatih sekaligus dirigen paduan suara ini, dengan iringan organis Gracio.
Gladi bersih dilakukan Senin (23/12) setelah berlatih sekitar dua bulan. Paduan suara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris ini harus berjuang ekstra keras untuk menyesuaikan lidah dengan kecepatan lagu tersebut.
Bergembira dan bersukacitalah dengan gegap gempita, karena inilah hari kelahiran Yesus Raja yang membawa keselamatan bagi kita.
“Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang". Selamat Natal!
Teks: ps, berbagai sumber/ Foto-foto: Ruli