Karena Allah Mengasihi Kita, Hendaknya Bersikap Rendah Hati untuk Bertobat

28 Februari 2020
  • Bagikan ke:
Karena Allah Mengasihi Kita, Hendaknya Bersikap Rendah Hati untuk Bertobat
Romo Derikson menerimakan abu, Rabu malam, di Pinang.

Kita sering merasa tidak memiliki dosa besar, sehingga tidak merasa perlu bertobat. Sikap ini kurang tepat karena sesungguhnya mencerminkan kesombongan. Manusia karena kelemahannya tidak pernah luput dari perbuatan dosa. Oleh karena Allah mahakasih, kita hendaknya dengan rendah hati mengakui kelemahan kita itu dan membuka hati terhadap kasih Allah dengan bertobat.

pinangAra2-ok

Romo Derikson menerimakan abu kepada para prodiakon.

Demikianlah benang merah kotbah Romo Derikson Alverius Turnip, CICM, ketika memimpin Misa Rabu Abu, Rabu malam (26/2) di gereja Pinang. Ia mengajak umat untuk menanggapi kasih Allah itu dengan melakukan pertobatan dalam masa prapaskah ini.

pinang2

Penerimaan abu di gereja Pinang Rabu malam.

Romo Derik mengatakan lebih lanjut bahwa ketika manusia tersesat karena dosa, Allah akan selalu lebih dulu mencarinya. Manusia mampu bertobat semata-mata karena rahmat pertolongan Allah yang mengasihi hamba-hambaNya.

pinang4

Penerimaan abu di gereja Pinang, Rabu malam.

“Kita hendaknya dengan rendah hati mau bertobat, tidak usah menunggu melakukan kejahatan berat, karena Allah mengasihi kita,” kata Romo Derikson.

pinang3-ok

Koor Wilayah Monika bertugas untuk Misa Rabu Abu malam. 

Sementara itu Romo Daniel Wisnu Bintoro, CICM, yang memimpin Misa Rabu Abu, Rabu malam, di Balai Metro dalam homilinya menekankan bahwa wujud pertobatan bukan hanya soal makan minum saja, melainkan juga dalam sikap dan perilaku kita terhadap sesama.

Umat membeludak

Baik di Gereja Santa Bernadet Pinang maupun di Balai Metro misa dipenuhi umat. Di kedua misa yang dimulai pukul 19.30 tersebut umat membeludak. Bukan hanya yang datang terlambat, mereka yang tiba lebih dulu pun banyak yang tidak mendapatkan tempat duduk.

pinangAra3-ok

Umat di gereja Pinang membeludak sampai area parkir.

Area parkir gereja Pinang penuh kendaraan. Sejumlah umat yang tidak mendapat tempat  duduk di lantai atas maupun tenda bawah atau tidak mendapat kursi terpaksa menempati tempat-tempat duduk semen di area parkir motor, itu pun dalam kondisi  parkiran motor-motor yang sangat rapat. Sementara mobil-mobil yang tidak bisa masuk area gereja diparkir memanjang di Jl Akses Graharaya.

pinangAra4-ok

Umat di tenda bawah Rabu malam.

Walaupun demikian sound system bekerja cukup baik, suara dari altar terdengar jelas sampai di bagian paling belakang dari area parkir motor. 

PinangAra6-ok

Umat di seputar tenda bawah sampai area parkir.

“Tahun depan perlu dipikirkan, misa dimulai pukul 16.00,” kata Pak Rikkie Yulianto, Ketua Sie HAAK, ketika menyaksikan penuhnya umat yang ikut misa di Pinang malam itu.

metro2-ok

Umat di area tenda parkir Balai Metro.

Misa Rabu Abu malam Balai Metro juga dipenuhi umat. Sekitar 250 orang mengikuti misa di area tenda parkir dan tak kurang dari 350 orang di Balai Metro. Tidak ada masalah dengan parkir karena umat mengikuti petunjuk petugas untuk keluar melalui pintu khusus yang dibuka supaya tidak mengganggu warga lain.

Bersama Provinsial CICM Asia

Misa Rabu Abu pagi hari jam 06.00 di Gereja Pinang dipimpin oleh Romo Kaitanus Saleky, CICM, bersama Provinsial CICM Asia Romo Anthony Lim, CICM. Menurut Frater Steve Ramli, CICM, Romo Lim berada di Ciledug setelah hari Sabtu (22/2), di Disrict House CICM, Jl KS Tubun, Petamburan, mempimpin upacara kaul kekal Frater Sylvester Nkanda, CICM, yang akan dikirim ke Jepang.

PinangKevin3-ok

Provinsial CICM Asia Romo Anthony Lim menerimakan abu.

PinangKevin1-ok

Koor Kerahiman Ilahi melayani Misa Rabu Abu pagi.

PinangKevin2-ok

Romo Kaitanus, Romo Anthony Lim,  dan petugas liturgi.

kaul kekal_1

Frater Sylvester (setelan pakaian warna hitam) usai kaul kekal.

Teks: ps, Selamat Sunaryo/ Foto-foto: Carolus Wahyuntoro Aji, Kevin Meydio, Walter Arya, Selamat Sunaryo, Tarekat CICM

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna