Menyanyikan lagu karena rasa rindu.
Ketika video Album HAAK Paroki Ciledug Kamis pagi kemarin diunggah ke WAG Paguyuban Pinang, respons pertama datang dari Romo Lamma dengan emoji jempol dan tepuk tangan. Lalu menyusul Pak T Sihono. “Terima kasih, teman-teman HAAK. Sungguh menghibur dan jadi tombo kangen. Berkah Dalem,” tulisnya.
“Bikinnya mendadak, ngedit-nya ya dadakan,” kata Antonia Maria Wijayanti yang akrab disapa Mbak Maria, pemrakarsa pembuatan album sekaligus pengedit ketika dihubungi kemarin.

Membawa pesan untuk masa darurat Covid-19.
Seksi HAAK, kata Mbak Maria, biasa mengadakan rapat seminggu sekali, atau bahkan bisa seminggu dua kali. Rapat-rapatnya biasanya berlangsung sampai malam hari. Untuk melepas lelah, habis rapat biasa nyanyi bareng, berkaraoke di Ruang Hijau Coffee Studio milik Pak Edwin Suryadi, daerah Pondok Jagung Timur.
Tetapi sejak ada peraturan tidak boleh berkumpul akibat wabah Covid-19, Seksi HAAK terpaksa menghentikan kumpul-kumpulnya.
“Jadi lama nggak nyanyi bareng rasanya kangen, walaupun saya dan beberapa teman nggak pintar nyanyi,” kata Mbak Maria merendah. “Yang penting senang aja,” imbuhnya.

Seksi HAAK Paroki Ciledug.
Ide awalnya boleh dibilang “habis rindu terbitlah lagu”. “Maklum biasa berkegiatan, saya seperti kaget aja harus vakum. Sekarang ini benar-benar 2 bulan tidak pernah ketemu. Saya iseng nawarin teman-teman nyanyi. Tujuannya buat melepas kangen aja,” ungkap Mbak Maria.
Lagu yang dipilih adalah Rumah Kita (God Bless), sebuah lagu yang oleh umat Santa Bernadet beberapa tahun belakangan selalu dinyanyikan setiap kali memperingati ulang tahun gerejanya.
“Saya pilih lagu ini buat menambah semangat kita semua, sekaligus menyampaikan pesan moral buat yang lain juga bahwa kita harus tetap di rumah aja,” kata Mbak Maria.

Seksi HAAK Paroki Ciiledug.
Sesudah lagu dipilih dan disetujui, langsung dikirim panduan rekaman kepada para vokalis lewat jaringan internet untuk rekaman audio-visual di rumah masing-masing sebelum dikumpulkan untuk dibuat lagunya secara virtual. “Semalam langsung saya edit,” katanya lagi.
Mbak Maria menyadari betul, hasilnya seadanya. “Maklum pengalaman pertama. Tetapi yang penting tujuannya, yaitu buat melepas kangen dan saling menguatkan,” jelasnya.

Tak hanya menyanyi, tetapi juga mengajak tetap di rumah.
“Ehhh… nggak tahunya ini teman-teman nagih minta bikin lagi video berikutnya… Nggak apa-apalah biar semangat. Walau nggak ketemu tetap kompak dan menyatu,” imbuhnya.
Dengarlah pesan Pak Tjantoko, salah satu anggota Sie HAAK, di akhir album berikut ini, “Kangen nih sama teman-teman HAAK. Kangen kita ke gereja lagi. Kita nongkrong bareng. Kita ngopi bareng. Di rumah aja ya, temen-temen. Salam...”
Teks: ps/ Foto: Cuplikan Video Album HAAK Paroki Ciledug