Dengarkanlah Maria, terima salamku; dengan pujian syukur serta nyanyianku…

9 Mei 2020
  • Bagikan ke:
Dengarkanlah Maria, terima salamku; dengan pujian syukur serta nyanyianku…

Lagu Dengarkanlah, Maria dalam youtube.

Karena pandemi Covid-19, pada bulan Mei sekarang ini pertemuan bersama anggota koor belum dimungkinkan, baik untuk melayani Perayaan Ekaristi maupun latihan bersama. Kerinduan kepada Bunda Maria menjadi lebih terasa.

Itulah yang membuat Pak Andreas Edi Sarwono, Ketua Sub Seksi Pasdior (paduan suara, dirigen, organis) Santa Bernadet, tergerak untuk menyanyikan lagu pujian kepada Sang Bunda, Dengarkanlah, Maria (PS 632), lalu mengunggahnya di youtube sebagai koor virtual.

Edi8-8

Interlude menampilkan teks Dengarkanlah, Maria.

Lagu yang sudah sangat akrab di telinga umat tersebut oleh pengasuh vokal grup di beberapa sekolah ini diaransemen dalam komposisi empat suara pria, Tenor dan Bas, yang semua vokalnya diisi sendiri. Dibanding aransemen aslinya, temponya lebih lambat tetapi dengan harmoni yang tetap terjaga.

Ketika mengunggah youtube tersebut di grup WA Pemazmur St Bernadet Jumat siang, Pak Edi menyertakan ajakan, “Ayo teman-teman muda semangat untuk memuliakan Tuhan.” Ia juga memberi catatan, “Aku disemangati Om Yoko (Andreas Nayoko, salah satu dirigen Santa Bernadet, Red) untuk membuat video ini.”

edi9-9

Menjelang berakhirnya lagu Dengarkanlah, Maria.

Ketika dikatakan aransemen Dengarkanlah, Maria itu seperti mencerminkan masa mudanya yang senang vocal group, Pak Edi menyahut,  “Betul banget... Sejak tahun 2007 saya alhamdulillah melatih Vokal Grup SMP Tarki 5, sering juara 1 DKI, dan lomba ke tingkat nasional tiap tahun sampai th 2015 di Palembang.”

Melatih koor sekolah

Sejak beberapa tahun lalu Pak Edi mengunggah banyak video paduan suara di youtube. Subscriber-nya total sudah 250. “Biasanya saya upload karya-karya (aransemen) saya saat anak-anak sekolah tampil di acara festival-festival paduan suara atau vocal group,” katanya dalam percakapan online Jumat siang.

BICF muat-t

Grup vokal Tarki 1 meraih medali emas dalam BICF 2018.

Mantan guru Seni Budaya di SMP Tarki 5 dan SMPN 207 ini, setelah pensiun, mengajar ekskul di beberapa sekolah, yaitu SMP Tarki 5, SMP Tarki 1, SMPN  207, dan SMPN 75.  “Koor yang saya latih di SMP Tarki 5 selalu tugas misa rutin di Gereja Blok B (St Yohanes) tiap 2 bulan sekali,” katanya.

tarki5-5

SMP Tarki 5 juara 2 Fesparani SMP se-MPK Jakarta tahun 2020.

Kiprahnya telah berhasil mengantar beberapa sekolah menggondol piala kejuaraan di tingkat kota, provinsi, keuskupan, maupun ajang internasional. "Pokoknya saya senang melatih dan membuat aransemen khususnya vokal grup, kalau nggak ada yang koor lah…” kata Pak Edi.

“Saat anak asuh tampil lomba itulah saat-saat menyenangkan, andrenalin meningkat ... dan luar biasa degdegan-nya ... Itulah yang saya cari. Maka saya senang ikut festival, tak kejar sampai mana-mana,” kata Pak Edi yang mengaku suka bergaul dengan anak-anak muda itu.

8th bali-i-Trki 1 2019

SMP Tarki 1 raih medali perak untuk folklore di BICF ke-8.

Ketika ditanya, di mana belajar musik, Pak Edi menjawab, “Saya sekolah teknik arsitektur. Secara formal pernah kursus gitar di Yamaha Musik. Selebihnya diajari oleh bapak saya (almarhum) di Temanggung dulu kala. Bapak pemain frenchorn (jenis alat musik tiup, Red) di orkestra musik Angkatan Darat Bandung. Bapak saya ABRI tapi bidang musik.”

edi1-1

SMAN 70 menang di Apresiasi & Kompetisi Seni Pelajar 2019. 

Bagaimana ceritanya arsitektur nyambung dengan aransemen musik?

“Nyambung ternyata, karena arsitek kan merancang, mendesain suatu bangunan agar enak, nyaman, unik, beda dengan yang lain, dari sisi komposisi, balance, dll. Aransemen juga sama... gitu lah,” katanya. “Tapi aransemen saya kurang liturgis Katolik,” imbuhnya merendah, meskipun di youtubenya, seseorang bernama Frans Suropati memberi komentar, “Bagus, Om…”

Dengarkanlah, Maria, dengan aransemen Edi Sarwono.

Teks: ps/ Foto-foto: Cuplikan Video, dok.pri/ Video: Andreas Edi Sarwono

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna