Romo Lamma dalam Misa Paskah VI, 17 Mei 2020.
Pada awal Misa Minggu Paskah VI live streaming di Gereja St Bernadet, 17 Mei 2020, Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, mengajak seluruh umat agar tetap berpartisipasi dalam mengikuti Perayaan Ekaristi online.
Romo Lamma mengatakan, misa live streaming diselenggarakan untuk sementara waktu sampai pandemi Covid-19 berakhir. Meskipun demikian umat yang mengikutinya di rumah diharapkan tetap berpartisipasi dalam kegiatan liturginya dari awal sampai akhir.

Umat ikut aktif mengulangi refren Mazmur.
“Jadi bukan menonton. Kalau menonton itu kita akan diam, duduk manis. Misa lewat live streaming berbeda dengan menonton. Dalam misa live streaming kita juga diminta untuk berpartisipasi,” kata Romo Lamma.
Kemudian Romo Lamma menyebut beberapa contoh tata gerak liturgi sebagaimana tercantum dalam salah satu Dokumen Gereja, PUMR (Pedoman Umum Misale Romanum) 42-44. “Khususnya ketika dalam liturginya berdiri kita berdiri, ketika duduk kita duduk. Jika tidak memungkinkan untuk berlutut tidak apa-apa,” ujarnya.

Umat berdiri selama mendengarkan pembacaan Injil.
Romo Lamma juga menyebut contoh, misalnya selama bacaan Injil, Syahadat, Doa Umat, kita berdiri. “Kita ikuti misa live streaming dari rumah juga kita melakukannya sebisa mungkin, kecuali kalau sakit. Jadi kita tidak duduk manis, diam. Itu bukan berpartisipasi dalam Perayaan Ekaristi tapi menonton,” katanya.
“Sekali lagi mari kita berpartisipasi termasuk dalam jawaban-jawaban doa-doa selama Perayaan Ekaristi,” ajak Romo Lamma.
Tanda kesatuan jemaat
Dalam sumber-sumber tertulis yang menjelaskan tata gerak dalam liturgi, dikatakan bahwa sikap tubuh yang seragam menandakan kesatuan seluruh jemaat yang berhimpun untuk merayakan Liturgi Kudus, karena sikap tubuh yang sama mencerminkan dan membangun sikap batin yang sama pula.

Umat berlutut saat konsekrasi, sejauh memungkinkan.
Dengan kalimat berbeda sebuah sumber menulis, “Tata Gerak atau Sikap Tubuh seluruh Jemaat dan para pelayannya juga menjadi bagian terpenting dalam simbolisasi kebersamaan dan kesatuan Gereja yang sedang berdoa.”

Di akhir misa umat berdiri sampai selesai.
PUMR 42-44, yang bisa dilacak secara digital, dengan jelas merinci tata gerak dan sikap tubuh, kapan umat harus berdiri, duduk, atau berlutut.
Teks: ps/ berbagai sumber/ Foto-foto: cuplikan video Misa Paskah VI Gereja Santa Bernadet