Gara-gara Covid-19, Singkong Kebun Sanberna Dipanen setelah 7 Bulan

15 Juni 2020
  • Bagikan ke:
Gara-gara Covid-19, Singkong Kebun Sanberna Dipanen setelah 7 Bulan

Panen singkong Kebun LH Sanberna.

Lama tidak terdengar kabar beritanya, hari Sabtu dan Minggu lalu Kebun Lingkungan Hidup Sanberna tahu-tahu panen singkong. Dalam waktu cepat singkong-singkong hasil panenan itu ludes terjual.

sakura1--

Singkong dipanen setelah 7 bulan gara-gara Covid-19.

Transaksi penjualan dilakukan lewat WA Group Paguyuban. Purchace Order (PO) Singkong Mentah pertama dibuka Sabtu pukul 11.27 untuk 10 orang. Singkong dibanderol Rp 10.000/ 2 Kg, kuota 20 Kg. Tak sampai satu jam, kloter pertama ditutup.

agussaputra--

Setelah dipotong dari pohon singkong dimasukkan karung.

Kloter kedua menyusul untuk 7 orang. Hari Sabtu pukul 13.11, kloter kedua ini sudah ditutup! Hari Minggu, pukul 15.33 Ibu Sakura Indah Sari, Ketua Seksi Keadilan & Perdamaian (yang mencakup urusan pengelolaan Kebun LH Sanberna) mengumumkan, “Maaf singkong sold out ya.”

sakura2--

Mewadahi singkong untuk didistribusi.

Dari daftar kedua kloter tersebut, pembelian per orang 2 sampai 4 Kg. Pengambilan singkong di rumah Mbak Maria Kompleks Tarakanita. Si tuan rumah ini tak mau ambil risiko dengan wabah Covid-19.

singkong7--

Romo Lamma mengikuti perkembangan Kebun LH.

Karena itu Mbak Maria berpesan agar pengambil singkong mematuhi aturan protokol kesehatan cegah tular virus corona. “Ikuti aturan PSBB, cuci tangan, atau tunggu di pos saja kabari saya. Kalau lewat pintu gerbang gereja juga boleh. Sampai parkiran kabari saja. Saya anterin ke parkiran,” tulisnya di grup WA tersebut.

singkong10--jpg

Pak Kasdana, orang yang paham pupuk.

Gara-gara Covid-19

Ibu Sakura ketika dihubungi Selasa siang (16/6) merasa sayang karena singkong Kebun LH Sanberna itu terpaksa baru bisa dipanen setelah 7 bulan tanam gara-gara wabah Covid-19. “Sayang aja udah tua-tua singkongnya,” katanya.

singkong9--jpg

Menjelang panen santai dulu.

Ketua Seksi Keadilan dan Perdamaian Paroki Ciledug itu lebih lanjut mengatakan, dari hasil panen Sabtu dan Minggu itu terjual kira-kira 60 Kg. “Tapi kalau misalnya tidak dipanen sayang. Ya karena Covid-19 baru dipanen, padahal tadinya kan untuk ketahanan pangan juga,” katanya.

sakura3--

Panenan banyak, pekerja sedikit...

Tujuh bulan memang terlalu lama. “Karena ini bukan untuk kebutuhan industri, ya jadi kita gak terlalu dipatok waktu dan tidak ada target hasil,” imbuhnya. “Kalau untuk industri, 3-4 bulan sudah harus dipanen, dan satu pohon bisa 5-6 Kg,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Pak Antonius Suyanto, komandan lapangan Kebon LH Sanberna mengatakan, untuk menghasilkan singkong yang bermutu baik tujuh bulan merupakan standar waktu panen yang ideal. Tetapi, katanya, untuk kepentingan pemasaran atau industri pertimbangannya bisa saja berbeda, jadi tergantung dari mana melihatnya.

singkong13--_1

Isi perut dulu sesudah kerja keras.

Ditanya apakah dalam kondisi normal baru pertimbangan-pertimbangan industri tersebut akan diberlakukan, Bu Sakura menjawab, “Hmm... harus dibicarakan lagi sih, karena (Kebun Sanberna) ini kan milik gereja juga. Peruntukan lanjutannya tetap harus dirembuk.”

Mayoritas singkong

Bu Sakura mengatakan, panen Sabtu-Minggu itu mayoritas singkong. “Ada sih  kacang panjang, terong, cabe, pepaya, pisang, tapi mayoritas singkong,” katanya.

psng kepok--

Pisang raja Kebun Sanberna. Tua di pohon.

Bu Sakura mengakui bahwa dirinya tidak banyak datang ke kebun, karena itu juga ada banyak hal yang tidak diketahuinya. “Saya sendiri gak banyak di kebun. Hanya sesekali datang dan bantu menjual,” katanya sambil menunjuk nama-nama orang yang dianggap memahami persoalan lapangannya, termasuk suka dukanya.

terong2--jpg

Pak Yono dan Pak Yanto. Terong juga panen.

Sementara itu Pak Antonius Suyanto ketika dijumpai di rumahnya Selasa siang kemarin mengatakan, masih banyak singkong yang belum sempat dipanen.

pepaya--

Pepaya hasil Kebun Sanberna. Kualitas unggul.

“Tapi tadi mbedhol lagi karena ada yang pesan,” kata Pak Yanto, sambil menawarkan ajakan untuk jalan-jalan di Kebun Sanberna kapan saja.

Teks: ps/ Foto-foto: Sakura, Maria, Kasdana, Teddy

Tags
LH

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna